0

Benar atau Tidak? Bagian Grand Livina Ini Harus Memiliki Perawatan Lebih

Penulis: ANDKP
Benar atau Tidak? Bagian Grand Livina Ini Harus Memiliki Perawatan Lebih

TRIBUNJUALBELI.COM - Nissan menjadi salah satu merek yang cukup digemari di Indonesia.

Merek yang dinaungi oleh grup Indomobil ini memiliki beragam model dan varian.

Salah satu model Nissan yang mendapat sambutan cukup hangat dari masyarakat Indonesia yakni Grand Livina.

MPV berkapasitas tujuh penumpang ini menjangkau cukup banyak lapisan konsumen, dengan rentang varian yang beragam.

Nissan Grand Livina juga digadang-gadang sebagai saingan Toyota Avanza, mobil ini lumayan sukses penjualannya di indonesia.

Soal perawatan, Grand Livina memang butuh sedikit perhatian lebih dibanding MPV sejenis.

Hal ini dikarenakan teknologi yang dimiliki MPV buatan Nissan tersebut sedikit lebih rumit.

Benar atau tidak hal inilah yang membuat Grand Livina harus memiliki perawatan lebih.

Dilansir dari beberapa sumber ini adalah kelemahan dari Grand Livina

Kendala Kelistrikan

Masalah yang cukup sering dikeluhkan pemilik Grand Livina saat model ini pertama kali diperkenalkan yakni soal kelistrikan.


 

Grand Livina memiliki sistem kelistrikan yang rumit, sehingga cukup sulit memasang aksesori tambahan semisal klakson atau foglamp dengan produk aftermarket.

Sekalipun urutan pemasangan sudah tepat, masih muncul gangguan teknis lain.

Tampaknya, pemasangan aksesori ini mempengaruhi kerja sensor-sensor yang lain menjadi kurang presisi.

Masalah ini ditengarai karena teknisi aksesori tidak mengerti alur kabel bodi secara mendalam.

Soal kelistrikan lainnya terdapat pada sistem pencahayaan.

Pengguna Grand Livina mengeluhkan bohlam di lampu utama kurang terang.

Namun apabila mengganti bohlam dengan watt yang terlalu besar dengan standarnya ada kemungkinan resiko lampu menjadi buram, bahkan reflektornya meleleh.

Kabin yang Sedikit Bising

Grand Livina hadir sebagai MPV dengan bentuk lebih mirp sebagai estate atau station wagon karena sedikit lebih pipih.

Soal kenyamanan, Grand Livina pun lebih menyerupai sedan ketimbang MPV.


 

Namun di sisi lain, beberapa pengguna Grand Livina mengeluhkan soal kebisingan pada kabin saat melewati jalan yang kurang mulus.

Asumsi awal, desain yang cukup pipih seperti itu maka sewaktu kita duduk di kabin jarak telinga kita dengan ban akan lebih dekat.

Ini membuat lebih terasa bisingnya suara roda dibandingkan dengan menggunakan mobil MPV lain yang memiliki desain body yang cukup tinggi.

Soal bising tadi juga berasal dari pintu sebelah kiri.

Grand Livina keluaran awal, pintu sebelah kiri sedikit kurang rapat saat menutup, akibatnya cenderung bergetar saat lewat jalan keriting.

Ini juga menjadi biang penyebab suara bising di kondisi jalan bergelombang yang dirasakan di kabin.

Setir Terlalu Ringan

Sebagai MPV rasa sedan, tentu Grand Livina mengedepankan kenyamanan dari berbagai aspek.

Soal handling atau pengendalian saat berkendara salah satunya.

Demi kenyamanan, sistematika electric power steering pada Grand Livina dirancang sangat ringan, namun hanya pada kecepatan yang cukup rendah.

Pada kecepatan rendah setir akan menjadi relatif ringan, tapi pada kecepatan tinggi akan semakin berat.


 

Sama seperti X-Trail, setir yang enteng itu disengaja, karena Grand Livina terutama ditujukan agar pengemudi mudah melakukan manuver tanpa menguras tenaga terlalu besar.

Bagi sebagian pengguna, putaran setir yang ringan ini mereka anggap riskan.

Muncul kekhawatiran apabila setir masih agak ringan saat mobil dipacu dalam kecepatan tinggi.

Memutar setir Grand Livina rasanya kurang nyaman karena 'sensitif'.

Sebenarnya, putaran setir Grand Livina bisa dibuat jadi lebih berat namun tetap responsif.

Untuk mengubah karakter putaran setir pada MPV 7 penumpang tersebut juga tidak perlu penggantian komponen.

Pedal Kopling Amblas

Masalah terakhir yang satu ini kerap menghantui pengguna Grand Livina dengan transmisi manual.

Kerusakan kopling amblas terjadi baik pada varian 1.5 atau 1.8L.

Gejala kerusakannya ditandai dengan pedal kopling kadang tidak kembali setelah diinjak dan perlu dikocok agar naik.


 

Kerusakan ini berasal dari master kopling yang bocor.

Sistem kopling pada MPV ini menggunakan hidrolik, sehingga saat terjadi kebocoran maka oli berkurang dan tidak bisa memberi tekanan balik pedal.