TRIBUNJUALBELI.COM - Beberapa orang mempunyai kegemaran memotret makanan sebelum disantapnya.
Oleh sebagian orang, memotret makanan bisa membuatnya merasa bahagia.
Untuk melakukan foto makanan sebelum disantap juga tak mudah.
Perlu keberanian dan rasa percaya diri yang tinggi untuk mengambil gambar dari makanan yang telah tersaji.
Belum saat foto yang dihasilkan ternyata cukup “mengerikan”, meskipun makanannya sungguh indah dan sayang untuk disantap.
Hal ini karena kita lupa untuk memperhatikan beberapa hal yang bisa mempengaruhi hasil foto itu.
Seorang fotografer studio National Geographic, Becky Hale berbaik hati membagikan tips kepada food photographer untuk mengahasilkan foto juara.
Dengan kamera ponsel pun bisa mendapatkan hasil foto makanan yang luar biasa indah jika memperhatikan 5 hal ini:
1. Cahaya
Manfaatkan sumber cahaya yang besar dan lembut ketika memotret makanan menggunakan kamera ponsel.
Kamu bisa memotret di luar saat hari mendung, atau di dalam rumah di dekat sebuah jendela.
Jika kamu memotret di dalam rumah, jangan takut untuk memindahkan seluruh obyek maupun peralatan ke lokasi yang tepat.
Posisikan dirimu di dekat jendela dan ubahlah cahaya matahari yang keras menjadi lebih lembut dengan menggunakan kain putih atau flexfill transparan.
Jika kamu berada di dalam, matikan lampu ruangan.
Persaingan sumber cahaya akan membuat bayangan bersilangan.
Selain itu, warna cahaya dari lampu berbeda dengan cahaya matahari.
Akan sulit memperbaikinya kemudian.
Jika memotret makanan saat makan di restoran, tentu tak selalu mendapat tempat strategis untuk mendapatkan cahaya ideal.
Triknya, matikan lampu flash.
Gunakan pinggiran meja atau gelas untuk menahan ponsel agar tetap stabil dan meminimalkan guncangan.
2. Kenali peralatan
Meskipun kamu hanya menggunakan kamera ponsel, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol secara manual agar foto yang dihasilkan lebih baik.
Selain mematikan lampu flash dan memposisikan diri di dekat sumber cahaya yang baik, kamu dapat memilih fokus dengan menyentuh layar ponsel.
Kamu juga bisa mengatur eksposur hingga dirasa cukup pas.
Jika ada benda yang sangat cerah dalam bidikan, smartphone bisa saja mengekspos benda tersebut.
Kamu dapat “memaksa” eksposur untuk mencapai estetika yang diinginkan, bukan yang ponsel inginkan.
3. Pikirkan tentang framing
Ketika memotret dengan ponsel, akan sulit untuk memotret dari jarak dekat tanpa membuat distorsi.
Terutama jika memotret mangkuk dan gelas.
Memotret makanan dari sudut 45 derajat—yang cenderung lebih mudah dilakukan jika menggunakan kamera DSLR—bisa menjadi perspektif yang tricky jika dilakukan menggunakan kamera ponsel.
Dalam hal ini, memotret tegak lurus dari atas bisa jadi solusi yang bagus.
Tetapi tak ada salahnya bereksperimen dengan dengan berbagai angle.
4. Perhatikan apa yang ingin difoto
Kamu tidak perlu memasukkan semua benda ke dalam bidikan foto.
Terkadang sedikit piring perak, atau tepian gelas sudah cukup.
Fotografi makanan yang baik ialah yang menggugah daserta memberikan sentuhan tempat dan rasa.
Ketika kamu memotret, pikirkan tentang elemen-elemen yang mungkin bisa mengganggu obyek yang ingin ditonjolkan dalam foto.
Jangan takut untuk memindahkan benda-benda dari jangkauan bidikan kameramu, dan jangan terjebak dalam satu posisi.
Hanya bergeser ke sisi lain meja dapat mengubah tampilan dan nuansa foto.
5. Filter
Tidak ada foto yang biasa-biasa saja akan dibuat luar biasa oleh filter.
Jadi dasarnya, buatlah foto yang bagus dahulu.
Jika filter dapat memberikan sesuatu hal lebih pada hasil jepretan, itu bagus, tetapi jangan buat hasil jepretan harus bergantung pada filter.
Kamu tentu bisa menggunakan aplikasi-aplikasi yang banyak tersedia untuk mengatur eksposur, saturasi, dll, tetapi tentu saja, tak perlu berlebihan.
Selamat mencoba dan menjadi food photographer!
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)