TRIBUNJUALBELI.COM - Jejak Bondan Winarno begitu kuat dalam dunia kuliner.
Ia bahkan disebut-sebut menjadi pakar kuliner nusantara.
Melalui program acara yang dibawanya, nama Pak Bondan begitu melejit dengan jargon 'mak nyus'.
Disetiap makanan yang dicicipinya, Bondan selalu memberikan penilaian yang cukup objektif.
Ia tak sekedar menilai enak, lezat dan beberapa penilaian baik lainnya.
Namun Pak Bondan mampu memberikan penilaian yang jujur jika makanan yang disantapnya itu memang kurang enak.
Tak sekedar rasa, Pak Bondan juga berbicara banyak tentang makanan yang disantapnya.
Pengemasan cerita dibalik kuliner yang dinikmatinya itu diyakini Pak Bondan sebagai upaya promosi untuk menarik wisatawan asing ke Indonesia.
Hal itu diungkapkan langsung oleh saat Konferensi Pers & Temu Bincang "Mengembalikan Citra Kuliner Nusantara ke Hotel Berbintang" di Atria Hotel Serpong, Tangerang Selatan, 2016 lalu.
"Makanan tradisional itu harus di-lebay-kan ceritanya, tapi sesuai konteksnya dan tidak berbohong," kata Bondan.
Ia mencontohkan salah satu cara adalah menceritakan tentang sejarah kuliner kepada wisatawan asing.
Bondan mengatakan, setelah mendengar cerita kuliner Nusantara, wisatawan asing akan menceritakan kembali ke rekan sesama wisatawan lainnya.
"Jadi story telling-kan cerita kulinernya," katanya.
Bondan menyatakan keyakinannya bahwa kuliner Nusantara bisa mendunia dan dapat menarik kunjungan wisatawan asing.
Pasalnya, Indonesia memiliki keanekaragaman kuliner yang tersebar di seluruh Indonesia.
"Kuncinya konsisten dalam menjelaskan cerita kuliner Nusantara," ujarnya.
Sebelumnya, Bondan mengatakan, hotel-hotel di Indonesia masih belum banyak mengenalkan kuliner Nusantara yang otentik.
Padahal, hotel bisa menjadi alat promosi kuliner Nusantara. "Kuliner belum jadi bagian fokus hotel," pungkasnya.
Kini Pak Bodan telah berpulang, selanjutnya tugas kita untuk mempromosikan kuliner nusantara kepada masyarakat luas.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)