TRIBUNJUALBELI.COM - Saat ini sudah banyak kampanye tentang Peduli Untuk Tidak Tuli.
Hal ini digalakkan karena makin banyak anak kecil, remaja, maupun dewasa yang sangat gemar mendengarkan musik dengan volume kencang.
Demi mengurangi potensi rusaknya pendengaran oleh kebisingan suara, maka banyak orang yang memilih headset sebagai piranti alternatifnya.
Namun sejatinya, seaman, semahal, sebagus apapun kualitas headset yang dibeli, tidaklah menjamin barang tersebut akan senantiasa aman untuk telinga kita.
Headset yang kita miliki juga harus selalu dalam kondisi bersih dari debu dan kotoran.
Dilansir dari hellosehat.com, World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa mendengarkan musik yang terlalu besar akan membuat Anda kehilangan pendengaran.
Anak-anak muda yang memutar musik terlalu kencang di smartphone, iPod, atau laptop sampai terdengar seperti berada di konser atau klub akan sangat berisiko kehilangan pendengaran
Berikut 2 cara untuk mengurangi risiki kehilangan pendengaran ketika menggunakan earphone atau headset :
1. Mengurangi lama / frekuensi saat mendengarkan musik
2. Mengurangi volume saat mendengarkan musik
3. Pilih earphone yang memiliki peredam kebisingan
4. Ingat, maksimal mendengarkan musik lewat earphone adalah 1 jam per hari
5. Hindari mendengarkan musik sebelum tidur karena dapat merusak sel rambut halus di dalam telinga yang mengantarkan bunyi ke saraf pendengaran dan otak saat sedang beristirahat.
6. Gunakan prinsip 60/60 yaitu mendengarkan musik dengan volume maksimal 60 persen untuk di kiri maupun kanan, dan bisa juga ambil waktu istirahat selama beberapa menit.
Melansir hellosehat.com, apabila membeli headphone atau Earphone, pilihlah yang benar-benar berkualitas sangat baik.
Headset murah bisanya tidak bisa mentransmisikan bass dengan baik, jadi ketika volumenya ditingkatkan, maka frekuensi suara akan meningkat sehingga berbahaya dan memberikan efek buruk bagi pendengaran.
Jika suatu hari merasakan masalah pada telinga, maka segeralah periksa ke dokter.
Tak perlu menunggu gejalanya masih kecil atau besar, apapun kondisi sakitnya janganlah menunggu untuk berkomunikasi kepada dokter.
(TribunJualBeli.com/Nadhira Septianda D.H)