0

Bingung dengan Istilah Gelar Miss Universe, Miss Internasional dan 'Miss-miss' Lainnya? Berikut Penjelasan Lengkapnya

Penulis: Alieza Nurulita Dewi
Bingung dengan Istilah Gelar Miss Universe, Miss Internasional dan 'Miss-miss' Lainnya? Berikut Penjelasan Lengkapnya

TRIBUNJUALBELI.COM - Ajang Miss Universe baru saja berkahir kemarin, 26 November 2017.

Demi-Leigh Nel-Pieters selaku perwakilan dari South Africa berhasil memboyong mahkota Miss Universe 2017.

Namun sebelumnya di tahun yang sama, pada 14 November lalu, Kevin Lilliana perwakilan dari Indonesia berhasil menyabet gelar Miss International 2017.

Lalu apa beda antara Miss Universe, Miss Internasional dan gelar Miss lainnya seperti Miss World?

Sejatinya, ada berbagai ajang ratu kecantikan internasional.

Tiga yang terbesar adalah Miss Universe, Miss World, dan Miss International.

Dari ketiganya, ternyata yang ajang kecantikan yang pertama lahir adalah Miss World, Miss Universe baru kemudiam Miss Internasional.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut penjelasan dan perbedaan dari ketiganya.

Miss World

Miss World adalah ajang ratu kecantikan internasional terlama.


 

Digelar pertama kali tahun 1951 oleh Organisasi Miss World.

Pendirinya adalah seorang CEO asal Inggris, Eric Morley.

Namun ketika Eric meninggal tahun 2000, organisasi ini dipegang istrinya Julia Morley.

Awalnya, Miss World merupakan Festival untuk kontes bikini yang baru terkenal pada tahun itu.

Namun media menyebutnya sebagai Miss World.

Setelah itu, acara ini menjadi ajang tahunan kontes ratu kecantikan internasional.

Tujuan utamanya untuk mengumpulkan dana yang akan dibagikan kepada anak-anak.

Sejak pertama kali digelar, Miss World sudah mendapatkan dana sebesar 250 juta Euro.

Selain itu, ajang ini mampu mempengaruhi pariwisata khususnya untuk tuan rumah ajang Miss World.


 

Slogan Miss World adalah Beauty with a Purpose.

Setahun setelah Miss World, ajang Miss Universe lahir.

Miss Universe

Tepatnya tahun 1952 Miss Universe lahir.

Awalnya, ini merupakan ajang Pasific Mills yang mempromosikan pakaian renang dan menjadi ajang ratu kecantikan internasional yang prestisius di negara Amerika Latin.

Tahun 1996, Donald Trump, yang sekarang merupakan Presiden AS, membeli hak siar bekerjasama dengan CBS.

Tahun 2003, hak siar diambil oleh NBC.

Inilah yang menjadi alasan mengapa ajang Miss Universe sangat America centris karena selalu diadakan di Amerika Serikat dan pemenangnya rata-rata dari Amerika Latin.

Slogan Miss Universe adalah 3B (Brain, Beauty, and Behavior).

Artinya pemenang tidak hanya cantik, namun memiliki kepandaian dan sopan santun yang tinggi.


 

Miss International

Miss International (bernama resmi Miss International Beauty Pageant) adalah kontes kecantikan terbesar ketiga di dunia setelah Miss World dan Miss Universe.

Ajang ini diselenggarakan pertama kali di Long Beach, California, AS pada 1960 setelah kepindahan ajang Miss Universe ke Miami Beach.

Diselenggarakan di Long Beach sampai dengan 1967, ajang ini pindah ke Jepang pada 1968–1970, diselenggarakan setiap tahun di kota yang sama dengan tempat penyelenggaraan Japan Expo.

Pada 1971 dan 1972, ajang ini kembali diselenggarakan di Long Beach, tetapi setelah itu ajang ini kembali diselenggarakan setiap tahun di Jepang.

Dan sejak tahun 2004 Cina bergantian dengan Jepang menyelenggarakannya.

Walaupun disebut juga sebagai "Festival Kecantikan" dan bahkan "Olimpiade Kecantikan", ajang ini tidak hanya didasarkan pada penampilan.

Peserta diharapkan bertindak sebagai "Duta Besar Perdamaian dan Kecantikan".

Para finalis juga harus menunjukkan kelembutan, kebaikan, persahabatan, kecantikan, intelijensi, kemampuan untuk bertindak, dan, yang paling penting, sensibilitas internasional yang besar.

Tujuan utama kontes kecantikan Miss International adalah untuk mempromosikan perdamaian dunia, goodwill, dan pemahaman.

Tak hanya 3 ajang di atas, ada juga ajang Miss Grand International.


 

Miss Grand International

Miss Grand International adalah kontes kecantikan yang bertujuan untuk ikut serta menciptakan perdamaian dan menghentikan peperangan.

Selama ini, di bawah Yayasan Puteri Indonesia (YPI), ada empat kontes kecantikan dunia yang diikuti untuk mewakili Indonesia.

Keempat kontes kecantikan itu, yakni Miss Universe, Miss International, Miss Supranational dan Miss Grand International.

Masing-masing ajang kecantikan itu memiliki kriteria berbeda.

"Setelah dijual Donald Trump, Miss Universe lebih fokus kepada model olahragawan dan orang-orang berprestasi, dia juga menjadi duta HIV/AIDS dan bibir sumbing," ujar Senior Corporate Communication PT Mustika Ratu, Mega Angkasa dilansir dari Kompas.com

"Kemudian, Miss Internasional ditujukan kepada ke culture atau kebudayaan.

Lalu Miss Supranational lebih kepada supermodel, artis, olahragawan, dan terakhir Miss Grand International pada advokasi ke perdamaian dunia," ungkapnya.

Untuk mewakili keempat kontes kecantikan itu, masing-masing harus memenangi kontes kecantikan Puteri Indonesia.

Untuk Miss Universe, maka harus menjadi juara pertama Puteri Indonesia.


 

Miss International berada di posisi runner up-1 Puteri Indonesia.

Miss Supranational berada di posisi runner up-2 Puteri Indonesia.

Miss Grand International berada di posisi runner up-3 Puteri Indonesia.

"Syarat utama tinggi minimal 170 cm. Kemudian karena ini beauty pageant (kontes kecantikan) maka beauty jadi utama, dan brain (kepintaran)," kata Mega.

Setelah terpilih, mereka akan dipersiapkan langsung oleh YPI untuk mengikuti kontes kecantikan tersebut.

Pembekalan seperti kemampuan berbahasa Inggris, perawatan kecantikan dari ujung rambut sampai kaki, dilakukan dalam bentuk serupa.

Pembekalan berbeda dilakukan khusus terkait karakter kontes kecantikan yang bakal diikuti.

(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)