TRIBUNJUALBELI.COM - Tubuh kita sebenarnya selalu mengirimkan sinyal jika terjadi gangguan.
Organ genital wanita juga bisa menjadi indikator bagi kesehatan.
Normalnya, Miss V berada dalam kondisi yang basah, yang menandakan kadar hormon normal.
Tetapi, Miss V yang kering harus diwaspadai.
Beberapa perubahan kecil yang terjadi pada tubuh, seperti stres, menurunkannya libido, dan perubahan gaya hidup dapat membuat miss v kering.
MIss V yang kering tentu bisa membuat acara bercinta menjadi tidak nyaman.
Pemakaian lubrikasi juga tidak bisa menjadi solusi permanen karena penanganannya harus disesuaikan dengan sumber masalahnya.
Ketahui apa saja penyebab organ intim wanita bisa menjadi kering.
- Masalah ovulasi
Saat seorang wanita mengalami ovulasi, miss v akan menjadi basah dan selalu ada mucus tebal yang keluar. Ini menandakan ovulasi berjalan normal.
Bila miss v kering, bisa menunjukkan tidak adanya ovulasi.
- Sabun antiseptik
Alasan lain miss v kering adalah penggunaan sabun antiseptik terlalu sering.
Mencuci dengan sabun antisepstik dapat membuat zat kimia yang terdapat di dalamnya memasuki miss v dan menyebabkan kekeringan.
- Gangguan tiroid
Jika Anda memiliki gangguan tiroid, gairah seksual bisa menurun.
Pada kadar tiroid yang rendah (hipotiroid) bisa juga terjadi gangguan hormon wanita, sehingga memengaruhi lubrikasi pada miss v.
- Setelah melahirkan dan menyusui
Pada fase ini, miss v juga bisa menjadi kering akibat penurunan kadar hormon-hormon yang sebelumnya tinggi di masa kehamilan.
- Stres
Saat kita mengalami stres kronik, salah satu pengaruh yang dialami adalah ketidakseimbangan hormonal. Akibatnya cairan miss v ikut berkurang.
- Menopause
Ketidakseimbangan hormonal, seperti penurunan estrogen, merupakan tanda Anda akan memasuki masa menopause.
Selama periode ini ada sejumlah gejala yang akan dialami, termasuk miss v yang kering.
Kompas.com/Lusia Kus Anna