0

Telah Terjawab! Teka-teki tentang Jarangnya Angka 4 pada Penomoran Lantai di Sebuah Gedung. Apakah Ada Hubungannya dengan Hal Mistis?

Penulis: Kurniantohanif
Telah Terjawab! Teka-teki tentang Jarangnya Angka 4 pada Penomoran Lantai di Sebuah Gedung. Apakah Ada Hubungannya dengan Hal Mistis?

TRIBUNJUALBELI.COM - Coba perhatikan penomoran dari benda-benda di sekitar Anda.

Bisa berupa gedung, nomor rumah, nama produk, dll; umumnya tidak menggunakan angka 4.

Fenomena ini biasanya terjadi di Asia Timur yang menjalar hingga Asia Tenggara.

Baca: Rumah 3KT 2KM Harga Murah 146m2 di Pondok Aren

Seolah-olah angka 4 sengaja dijauhi. Ada apa?

Di Asia Timur, ketakutan pada angka 4 atau tetrafobia menjadi fenomena yang sangat umum.

Ini terjadi lantaran dalam bahasa Mandarin empat (pinyin: si, jyutping: sei), bunyinya mirip dengan kata kematian (pinyin: si, jyutping: sei).

Begitu juga dalam bahasa Asia Timur lain, shi (bahasa Jepang) dan sa (bahasa Korea). Pelafalannya terdengar sama dengan kematian.

Maka, menurut tradisi Tionghoa dan fengshui, angka 4 dipercaya sebagai simbol bencana, tidak mendatangkan keberuntungan, dan berbagai hal yang mengarah pada kegagalan.

Bila disejajarkan dengan alfabet pun, huruf keempat adalah “D” yang bisa berarti “death”.


 

Sebagian orang juga menghubungkannya dengan angka sial dari kebudayaan Barat,  yaitu 13 (1+3=4). Walhasil, mitos ini makin menjadi-jadi.

Kepercayaan ini begitu kuatnya, bahkan sampai beberapa produk elektronik yang tergolong modern ikut menghindarinya, seperti kamera merek Canon, ponsel Nokia, tidak mencantumkan angka 4 pada nomor serinya. 

Kita juga tidak menemui penomoran lantai di gedung yang canggih sekalipun yang menunjukkan 4, 14, 24, 34, 40-49, dst.

Sebagai gantinya, digunakan penomoran 3A, 12A, atau 23A. (Idea.grid.id/Rusman Nurjaman)

Berita ini sudah tayang di laman Idea.grid.id pada tanggal 14 November 2017 pukul 08:00 WIB, dengan judul "Ternyata Inilah Jawabannya, Mengapa Kita Jarang Menemui Angka 4 pada Penomoran Lantai Gedung"