0

Night Bus - Punya Ide Terkuat, Begini Alur Cerita Film Terbaik FFI 2017 yang Bikin Tegang

Penulis: Alieza Nurulita Dewi
Night Bus - Punya Ide Terkuat, Begini Alur Cerita Film Terbaik FFI 2017 yang Bikin Tegang

TRIBUNJUALBELI.COM - Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2017 baru saja digelar pada Sabtu (11/11/2017).

Acara tersebut diselenggarakann Grand Kawanua Convention Center, Manado, Sulawesi Utara.

(Baca: Paket Wisata Murah Agar Kamu Bisa Liburan)

Film Night Bus dinobatkan sebagai Film Terbaik versi Festival Film Indonesia (FFI) 2017.

Night Bus merupakan film drama-thriller produksi Darius Sinathrya yang dianggap mempunyai ide cerita terkuat.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Juri FFI 2017 Riri Riza yang menyatakan film dengan gagasan tema terkuat yang bakal menggenggam Piala Citra kategori Film Terbaik.

Film Night Bus bertema konflik dan kemanusiaan yang memiliki visi dan target untuk masuk ke pasar film internasional.

Film yang dibintangi Tio Pakusadewo, Teuku Rifnu Wikana, Lukman Sardi dan Donny Alamsyah ini menyelesaikan proses pengambilan gambar pada Oktober 2015 lalu.

Night Bus dirilis pada April 2017.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut sinopsis film Night Bus produksi Night Bus Pictures.

Night Bus adalah sebuah film fiksi.


 

Bercerita tentang perjalanan sebuah bus malam menuju kota Sampar yang hancur akibat konflik separatis selama bertahun-tahun.

Kisah perjalanan berawal di terminal keberangkatan kota Rampak, di mana penumpang sudah beberapa hari menunggu jalur dibuka setelah ditutup karena pecah konflik.

Tak hanya konflik tapi terjadi juga kontak senjata antara pasukan Samerka (Sampar Merdeka) dengan aparat pemerintah.

Para penumpang memiliki tujuan masing-masing untuk pulang dan bertemu dengan keluarga, atau berziarah ke makam anak yang baru meninggal, menyelesaikan urusan pribadi, serta mencari kehidupan yang lebih baik.

Perjalanan biasa berubah menjadi penuh teror karena situasi masih panas dan bus dibajak oleh seorang pembawa pesan yang harus tiba ke Sampar untuk menyampaikan sebuah pesan rahasia kepada Panglima Perang Samerka.

Pembawa pesan menjadi orang yang paling dicari oleh semua pihak yang berkepentingan di konflik tersebut.

Para penumpang harus menghadapi tekanan teror di pos pemeriksaan dan sepanjang sisa perjalanan, berusaha bertahan hidup di bawah desingan peluru.

Teror semakin mencekam situasi begitu menegangkan saat bus diberhentikan oleh kelompok bandit perang yang sadis dan bengis.

Para penumpang bahkan harus menghadapi pihak lain yang justru tidak mengingkan konflik berakhir.

Kaum oportunis, pemelihara konflik karena mereka hidup dari adanya konflik.


 

Kesadisan mereka semakin memberikan terror pada para penumpang bis ini.

Tiap penumpang, tidak ada yang tahu siapa yang akan mati atau yang dapat bertahan hidup.

Nyawa dipertaruhkan, tidak ada yang tau siapa akan bertahan hidup atau mati menjadi korban.

Dengan alur cerita tersebut, Dewan Juri FFI 2017 beranggapan Night Bus mampu menunjukkan persoalan politik era penguasaan militer dengan baik.

Sehingga membuat Night Bus menyabet piala citra Film Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia (FFI) 2017.

(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)