TRIBUNJUALBELI.COM - Lahir dan meluncur lebih dulu ternyata iPhone 8 dan iPhone 8 Plus ternyata kurang diminati oleh beberapa pecinta iPhone.
Para pecinta iPhone lebih baik membeli iPhone X dari pada duet iPhone 8 dan iPhone 8 plus.
Selain iPhone 8 dan iPhone 8 plus yang kalah dari iPhone X, ternyata duo iPhone 8 ini juga kalah dari Oppo dan duet iPhone 6.
BACA; Turun!! harga bekas iPhone 7 di akhir tahun 2017
Hal itu tercermin dalam laporan terbaru firma riset pasar Canalys yang menyebutkan bahwa angka pengapalan iPhone 8 dan iPhone 8 Plus pada kuartal-III 2017 hanya sebesar 11,8 juta unit di seluruh dunia.
Jumlah tersebut lebih kecil dibandingkan iPhone 7 dan iPhone 7 Plus yang mencatat angka shipment sejumlah 14 juta unit di seluruh dunia dalam periode yang sama tahun lalu,
Masih menurut Canalys, duo iPhone 8 bahkan tak masuk dalam urutan 5 besar smartphone terpopuler di dunia pada kuartal-III 2017, kalah dari iPhone 6S yang duduk di urutan kedua dengan pengapalan 7,9 juta unit.
BACA; Belum turun turun! harga bekas iPhone 6 di tahun 2017 ini masih tinggi
Urutan pertama 5 smartphone terpopuler versi Canalys ditempati oleh iPhone 7 dengan pengapalan 13 juta unit.
Posisi keempat dan kelima diraih dua ponsel Oppo yang masing-masing mencatat pengiriman lebih dari 7 juta unit
Sementara itu, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Mashable, Sabtu (11/11/2017), iPhone 8 hanya mencatat angka pengiriman 5,4 juta unit, dan iPhone 8 Plus sebesar 6,3 juta unit.
Meluncur pada akhir September lalu, gaung iPhone 8 dan iPhone 8 Plus segera ditenggelamkan oleh iPhone X yang menyusul dirilis sebulan kemudian.
Angka pengapalan iPhone X belum tercatat, namun pemesanannya (pre-order) saja sudah tercatat sebanyak 50 juta.
Apple berupaya membuat duo iPhone 8 lebih menarik bagi konsumen dengan tak lagi menjual varian iPhone 7 dengan storage 256 GB.
Di China, toko-toko memberikan diskon untuk mendongkrak penjualan iPhone 8.
Namun sejauh ini upaya-upaya tersebut agaknya belum berbuah manis.
Apple bahkan dikabarkan memangkas order iPhone 8 dari para rekanan manufaktur sebanyak 50 persen hingga akhir 2017.