0

Cewek Wajib Tahu, Ini 9 Jenis Cairan yang Bisa Keluar Dari Organ Intim. 5 Diantaranya Sebagai Tanda Bahaya Lho!

Penulis: Alieza Nurulita Dewi
Cewek Wajib Tahu, Ini 9 Jenis Cairan yang Bisa Keluar Dari Organ Intim. 5 Diantaranya Sebagai Tanda Bahaya Lho!

TRIBUNJUALBELI.COM - Setiap bagian tubuh manusia yang harus dijaga kesehatannya.

Namun tak jarang masih ada beberapa orang menyepelekan hal itu.

(Baca: Cara Agar Tubuh Tetap Sehat dan Bugar)

Termasuk untuk mempedulikan organ intimnya.

Hal ini mungkin dianggap tabu.

Tapi mengenal organ intim yang miliki jadi sebuah kewajiban, apalagi buat cewek.

Tujuannya adalah supaya bisa merawat dan mengetahui gejala-gejala tidak wajar yang bisa terjadi pada organ intim yang dimiliki.

Semakin cepatmengetahui gejala tersebut, semakin cepat pula untuk bisa menghindar dari ancaman-ancaman buruk terhadap kesehatan tubuh.

Selain darah menstruasi, ternyata vagina juga bisa mengeluarkan beberapa jenis cairan yang memiliki karakteristik masing-masing.

Yuk, kenali 9 jenis cairan yang bisa keluar dari vagina.

1. Encer dan bersih


 

Cairan ini sering keluar menjelang siklus menstruasi.

Seringnya, cairan ini bersifat encer dan bersih atau terkadang mirip seperti susu.

Selama tak memiliki gejala aneh lain seperti baunya yang terlalu menusuk, maka bisa dipastikan cairan ini masih normal.

2. Kental dan lengket

Cairan ini sering keluar 14 hari setelah siklus menstruasi.

Teksturnya kental dan sedikit lengket mirip seperti cairan putih telur.

Keluarnya cairan ini ternyata normal pada waktu siklus menstruasi berlangsung.

3. Lebih kental dari biasanya

Jika tak memiliki gejala lain seperti, baunya yang menusuk, gatal, atau kemerahan pada vagina, mungkin hal ini adalah pertanda siklus menstruasi telah selesai.

Biasanya cairan ini juga punya warna seperti warna krim atau putih susu.


 

4. Sangat kental

Wajar dan normal kalau cairan yang sangat kental ini keluar menjelang siklus menstruasi berakhir.

Atau jika mengonsumsi pil KB, cairan seperti ini bisa memiliki tekstur yang lebih kental lagi.

Hal ini juga bisa disebabkan oleh infeksi, atau reaksi terhadap sabun baru.

Jika cukup mengganggu, bisa mulai berkonsultasi dengan dokter langganan.

5. Coklat dan ada darah

Kalau siklus menstruasi baru saja selesai, cairan ini merupakan indikasi dari darah sisa pada siklus datang bulan.

Tapi jika mengalami pendarahan yang tak wajar, kamu wajib berkonsultasi ke dokter khusus organ intim.

Cairan berwana coklat dan berdarah ini bisa diakibatkan dari adanya infeksi pada vagina atau pun kista.

6. Putih dan menggumpal


 

Kental, berwarna putih dan menggumpal merupakan gejala yang umum pada infeksi jamur.

Konsultasikan ke dokter, terlebih jika kita memiliki gejala lain seperti gatal, iritasi pada labia atau sakit ketika buang air kecil.

7. Abu-abu

Jika cairan yang keluar berwarna abu-abu, berbau amis dan menusuk, maka hal ini adalah tanda dari infeksi bakteri.

Tidak semua bau yang muncul adalah pertanda dari infeksi, karena biasanya disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi).

Meski begitu tetap saja harus segera berkonsultasi ke dokter jika hal serius terjadi.

8. Kuning atau hijau

Cairan yang keluar pada vagina bisa sedikit berwarna ketika bercampur dengan udara sekitar, jadi ketika menyadari warnanya menjadi kuning dan melekat di celana dalam, maka hal ini perlu diwaspadai.

Jika cairan yang keluar berwarna kuning atau hijau dan bersifat kental, ini bisa menjadi tanda dari infeksi vagina seperti klamidia atau gonorrhea.

Segera periksakan ke dokter ahli organ intim jika mengalami hal ini ya girls.


 

9. Tidak keluar cairan

Meski ada beberapa cairan yang dianggap normal dan wajar, tidak keluar cairan dari vagina juga bukan berarti sedang mengalami hal yang berbahaya

Asalkan tak mengalami gejala-gejala lain, maka bisa dipastikan bahwa vagina dalam kondisi normal.

Kalau memang keadaan kering pada vagina ini cukup membuat tak nyaman, ada baiknya untuk berkonsultasi ke dokter.

Sebelum bahaya mengancam, kenali gejalanya dan segera lakukan penanganan pertama.