TRIBUNJUALBELI.COM - Perhiasan memang selalu menjadi magnet tersendiri untuk kaum perempuan.
Selain emas, berlian menjadi salah satu perhiasan yang selalu diinginkan oleh setiap perempuan.
Meski harganya yang relatif mahal, tak sedikit perempuan yang merasa jauh lebih percaya diri letika mengenakan perhiasan kecil nan berkilau tersebut.
Mengapa demikian? Karena mengenakan berlian akan terlihat lebih elegan dibandingkan memakai perhiasan emas yang harganya relatif lebih rendah dari harga berlian.
Namun, kecintaan perempuan terhadap berlian terkadang membutakan.
Baca juga : Cincin yang Fancy Banget, Harganya Murah Meriah Lho!
Kenapa? Karena ketika kita sudah tersihir oleh berlian, kita cenderung melihat berlian dari kilauannya saja.
Padahal, bisa jadi berlian itu adalah sintetis alias berlian palsu.
“Nah, synthetic diamond menjadi isu yang saat ini cukup hangat diperbincangkan karena diamond (asli) harganya begitu tinggi, kemudian hadirlah satu alternatif lain yang disebut dengan synthetic diamond.”
“Basically, synthetic diamond ini bukannya pendosa. Enggak ada yang salah sama dia sebetulnya, yang salah adalah ketika yang jual enggak bilang dia synthetic, yang jual bilangnya dia natural. Ini apa? Penipuan kan?” ujar Devi Cahyadi, seorang pakar Gemologist di PT. Central Mega Kencana.
Devi juga menjelaskan bahwa sebenarnya sangat sulit untuk mengetahui apakah berlian itu asli atau palsu, karena saat ini berlian sintetis juga memiliki kualitas yang cukup tinggi.
Sehingga, tidak mudah untuk membedakan keduanya karena memiliki rupa yang sangat mirip.
Namun, ada beberapa cara yang diungkapkan Devi untuk melihat apakah berlian yang kita beli palsu atau asli.
1. Metallic Flux
Metallic flux biasanya bisa dilihat apakah ada serpihan logam di dalam berlian tersebut.
Sebab, berlian asli tidak memiliki metallic flux.
2. Garis di Permukaan Berlian
Kita juga sebaiknya memerhatikan permukaan berlian yang kita beli.
Jika ada garis-garis tidak wajar yang terdapat pada permukaan berlian, sebaiknya jangan membelinya, karena hal itu juga merupakan tanda bahwa berlian itu palsu.
3. Warna
Berlian memang ada yang memiliki warna, seperti putih, merah, kuning, hijau, biru, dan sebagainya.
Warna-warna selain putih dianggap sebagai fancy colour.
Namun, jika berlian yang kita beli memiliki warna hijau kebiruan, sebaiknya jangan menganggap warna itu sebagai salah satu warna dari fancy colour.
Sebab, itu adalah tanda bahwa berlian itu merupakan berlian sintetis atau palsu.
Devi mengungkapkan bahwa, walaupun kita mengetahui tentang tiga hal di atas, tanda-tanda itu tidak selalu muncul pada berlian sintetis.
“Tapi apakah ini selalu muncul? Tidak, karena tanda ini tidak selalu muncul pada synthetic diamond.”
“Selama ini karena teknologi begitu canggih, mereka mulai membuat synthetic diamond yang semakin bagus, semakin tidak bisa dibedakan, semakin sulit untuk dibedakan, dan semakin jarang kita melihat tanda-tanda itu,” Jelasnya.
Oleh karena itu, Devi menyarankan kepada kita untuk tidak tergiur dengan harga murah.
Harga berlian palsu bisa 20% hingga 50% lebih murah dari harga berlian natural atau asli.
Namun, harga murah tidak bisa menjadi satu-satunya tanda bahwa berlian itu palsu.
Berlian palsu bisa dihargai sama seperti berlian asli oleh penjual jika kita tidak benar-benar waspada soal dimana dan kepada siapa kita membeli berlian tersebut.
“Jadi, hati-hati terhadap synthetic diamond, bukan karena synthetic diamond ini menjadi sesuatu yang sinful, bukan.”
“Tapi karena dia didalam prakteknya banyak sekali saat ini yang main curang seperti itu, karena ada yang sangat bagus sekali dan hampir tidak bisa dibedakan antara yang natural dengan yang synthetic.”
“Jadi kita harus benar-benar waspada terhadap dan tau betul barang yang kita beli,” saran Devi.
(NOVA.id/Putri Amalia)