BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM – Masih banyak pemilik kendaraan yang bingung menentukan bahan bakar dengan oktan yang sesuai untuk motornya.
Padahal, pemilihan oktan bensin sangat berkaitan dengan rasio kompresi mesin.
Jika salah memilih bahan bakar, performa motor bisa menurun hingga memicu gejala knocking atau ngelitik pada mesin.
Rasio kompresi sendiri merupakan perbandingan antara volume ruang bakar sebelum dan sesudah proses kompresi terjadi di dalam silinder mesin.
Semakin tinggi rasio kompresi, maka semakin tinggi pula kebutuhan oktan bahan bakar agar pembakaran tetap optimal.
Karena itu, penting memahami rasio kompresi mesin agar tidak salah memilih jenis bensin untuk kendaraan sehari-hari.
Berikut tiga cara memahami rasio kompresi mesin agar lebih tepat menentukan oktan bahan bakar:
Baca Juga : 4 Tips ECO Riding agar Motor Matic Lebih Irit Bahan Bakar
1. Kenali Rasio Kompresi Motor
Langkah pertama adalah mengetahui rasio kompresi motor yang digunakan.
Informasi ini biasanya tercantum pada buku manual kendaraan atau spesifikasi resmi pabrikan.
Sebagai gambaran umum yaitu rasio kompresi sekitar 9:1 cocok menggunakan bensin RON 90.
Rasio kompresi 10:1 umumnya membutuhkan RON 92.
Rasio kompresi di atas 11:1 biasanya disarankan menggunakan RON lebih tinggi.
Semakin tinggi kompresi mesin, semakin tinggi pula kualitas bahan bakar yang dibutuhkan agar pembakaran tidak mudah terjadi detonasi.
2. Pahami Fungsi Oktan pada Bahan Bakar
Angka oktan menunjukkan kemampuan bahan bakar menahan tekanan sebelum terbakar di ruang mesin.
Bensin dengan oktan rendah lebih mudah terbakar sehingga kurang cocok untuk mesin berkompresi tinggi.
Jika dipaksakan, mesin bisa mengalami knocking yang ditandai suara kasar atau ngelitik saat akselerasi.
Sebaliknya, penggunaan oktan yang sesuai membantu pembakaran lebih sempurna sehingga performa mesin tetap optimal dan konsumsi bahan bakar lebih efisien.
Baca Juga : 5 Dampak Filter Udara Palsu terhadap Mesin dan Konsumsi BBM Motor
3. Jangan Asal Mengikuti Tren Bahan Bakar
Masih banyak pengguna motor memilih bensin hanya berdasarkan harga atau ikut-ikutan tanpa memperhatikan spesifikasi mesin kendaraan.
Padahal penggunaan oktan terlalu rendah dapat membuat mesin cepat panas dan berisiko menimbulkan kerak pada ruang bakar dalam jangka panjang.
Sementara itu, menggunakan oktan terlalu tinggi pada mesin kompresi rendah juga tidak selalu memberikan pengaruh signifikan terhadap performa.
Karena itu, sebaiknya gunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan agar mesin lebih awet dan nyaman digunakan.
Pemilihan bensin yang sesuai dapat membantu menjaga performa mesin tetap optimal, lebih efisien, dan mengurangi risiko kerusakan pada ruang bakar.
(eno/TribunJualBeli.com)