BLOG.TRIBUNJUALBEL.COM - Upaya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan terus meningkat.
Salah satu cara yang sering dilakukan adalah menggunakan jasa fogging disinfektan untuk membunuh kuman dan virus di rumah atau tempat kerja.
Namun, tidak semua proses fogging disinfektan dilakukan dengan benar.
Alih-alih memberikan perlindungan, kesalahan dalam penggunaan jasa ini justru bisa menimbulkan risiko kesehatan maupun kerusakan properti.
Berikut lima kesalahan umum yang sering terjadi saat menggunakan jasa fogging disinfektan:
Baca Juga : 3 Jenis Layanan Jasa Fogging Nyamuk, Jangan Salah Pilih
1. Tidak Mengecek Legalitas dan Sertifikasi Jasa
Banyak orang tergiur dengan harga murah tanpa memeriksa apakah penyedia jasa memiliki izin resmi dan sertifikasi dari instansi terkait.
Padahal, jasa yang tidak tersertifikasi bisa menggunakan bahan kimia yang berbahaya atau tidak sesuai standar kesehatan.
Sebelum memesan, pastikan perusahaan fogging memiliki izin operasional serta menggunakan bahan disinfektan yang terdaftar di Kementerian Kesehatan.
2. Tidak Mengosongkan Ruangan Sebelum Proses Fogging
Kesalahan ini sering terjadi karena kurangnya informasi dari pengguna maupun penyedia jasa.
Ruangan yang masih berisi orang, hewan peliharaan, atau makanan bisa terpapar zat kimia berbahaya selama proses fogging.
Idealnya, penghuni harus meninggalkan ruangan setidaknya 1–2 jam sebelum proses dimulai dan menunggu beberapa jam setelah selesai sebelum kembali masuk.
3. Mengabaikan Ventilasi Setelah Fogging
Baca Juga : Kapan Jasa Fogging Dibutuhkan? Ini 4 Penjelasannya
Setelah fogging selesai, banyak orang langsung menutup kembali ruangan untuk menjaga efeknya lebih lama.
Padahal, hal ini justru berbahaya.
Udara yang mengandung sisa partikel kimia harus dikeluarkan melalui ventilasi agar ruangan kembali aman dihuni.
Membuka jendela dan pintu selama beberapa jam sangat dianjurkan agar sirkulasi udara berjalan optimal.
4. Tidak Memahami Jenis dan Konsentrasi Bahan Disinfektan
Setiap bahan disinfektan memiliki dosis dan konsentrasi tertentu.
Jika terlalu pekat, bahan kimia bisa menyebabkan iritasi kulit, gangguan pernapasan, atau bahkan korosi pada permukaan logam dan furnitur.
Mintalah penyedia jasa untuk menjelaskan bahan yang digunakan dan pastikan sesuai dengan standar keamanan WHO atau Kementerian Kesehatan.
5. Menganggap Fogging Sebagai Solusi Utama Kebersihan
Banyak yang salah kaprah dengan mengandalkan fogging sebagai satu-satunya cara menjaga kebersihan lingkungan.
Padahal, fogging hanya membunuh mikroorganisme di permukaan, bukan menggantikan kebiasaan bersih seperti mencuci tangan, membersihkan perabot, dan menjaga sirkulasi udara.
Kebersihan sehari-hari tetap menjadi kunci utama dalam mencegah penyakit.
Pastikan penyedia jasa terpercaya, gunakan bahan yang aman, dan selalu utamakan keselamatan penghuni rumah.
(eno/TribunJualBeli.com)