0

5 Kesalahan Berkendara Motor yang Sering Terjadi Saat Ramadhan

Penulis: eno tjb
5 Kesalahan Berkendara Motor yang Sering Terjadi Saat Ramadhan

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Bulan Ramadhan selalu membawa perubahan dalam rutinitas harian.

Waktu makan bergeser ke malam dan dini hari, jam tidur sering berkurang, serta aktivitas menjelang berbuka cenderung meningkat.

Kondisi ini tanpa disadari bisa memengaruhi cara seseorang berkendara motor di jalan raya.

Volume kendaraan biasanya meningkat saat sore hari, terutama menjelang waktu berbuka.

Banyak orang bergegas pulang kerja, berburu takjil, atau menghadiri acara buka bersama.

Dalam situasi seperti ini, risiko kesalahan berkendara pun ikut meningkat.

Agar tetap aman selama berpuasa, berikut lima kesalahan berkendara motor yang sering terjadi saat Ramadhan beserta penjelasannya:

Baca Juga : 6 Tips Berkendara Motor di Tengah Kemacetan Menjelang Buka Puasa Agar Tetap Aman dan Fokus

1. Memaksakan Berkendara Saat Kondisi Tubuh Tidak Fit

ptdhifainternasionallogistik
 
 
Motor Bekas Yamaha Rx King 2003 Ab Pajak Jalan - Yogyakarta
Rp 12,700,000.00
di-yogyakarta

Puasa membuat tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dan minuman selama kurang lebih 12–14 jam.

Jika sahur tidak optimal atau kurang tidur karena bangun terlalu dini, kondisi fisik bisa menurun.

Sebagian pengendara tetap memaksakan diri berkendara jarak jauh dalam kondisi lemas, pusing, bahkan dehidrasi ringan.

Padahal, konsentrasi dan refleks sangat dipengaruhi oleh kondisi tubuh.

Saat tubuh tidak prima, reaksi terhadap situasi darurat di jalan bisa melambat.

Sebaiknya pastikan kebutuhan cairan dan nutrisi tercukupi saat sahur.

Jika merasa kurang sehat atau terlalu lelah, pertimbangkan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

2. Terburu-buru Mengejar Waktu Berbuka

Terburu-buru Mengejar Waktu Berbuka

Sore hari menjelang magrib adalah waktu paling rawan di bulan Ramadhan.

Banyak pengendara memacu kendaraan lebih cepat dari biasanya demi sampai rumah tepat waktu untuk berbuka.

Kebiasaan seperti menerobos lampu lalu lintas, menyalip dari sisi kiri, hingga memotong jalur secara tiba-tiba sering terjadi karena dorongan ingin cepat sampai tujuan.

Padahal, selisih waktu beberapa menit tidak sebanding dengan risiko kecelakaan.

Solusi paling aman adalah berangkat lebih awal.

Jika terjebak macet, tidak ada salahnya menyiapkan air minum dan makanan ringan untuk berbuka di tempat yang aman tanpa harus memaksakan diri berkendara agresif.

3. Kurang Fokus Karena Mengantuk dan Kurang Istirahat

 Baca Juga : 5 Cara Mencegah Dehidrasi Saat Berkendara Motor Siang Hari di Bulan Puasa

Perubahan pola tidur selama Ramadhan sering menyebabkan rasa kantuk di siang atau sore hari.

Bangun sahur, salat tarawih, hingga aktivitas malam lainnya bisa membuat waktu istirahat berkurang.

Mengantuk saat berkendara sangat berbahaya karena dapat menyebabkan microsleep, yaitu kondisi tertidur beberapa detik tanpa disadari.

Dalam hitungan detik tersebut, kecelakaan bisa saja terjadi.

Jika mulai merasa mata berat dan konsentrasi menurun, sebaiknya menepi dan beristirahat sebentar.

Jangan memaksakan diri tetap berkendara dalam kondisi mengantuk, terutama di jalan ramai.

4. Mengabaikan Kondisi Motor Karena Kesibukan

Mengabaikan Kondisi Motor

Kesibukan selama Ramadhan kadang membuat pengecekan kendaraan terabaikan.

Padahal, kondisi motor yang prima sangat penting untuk menunjang keselamatan.

Tekanan angin ban yang kurang, kampas rem menipis, lampu sein mati, atau oli yang belum diganti bisa menjadi faktor risiko tambahan.

Terlebih saat lalu lintas padat, sistem pengereman dan kestabilan motor sangat dibutuhkan.

Luangkan waktu beberapa menit untuk mengecek kondisi dasar motor sebelum digunakan, terutama jika sering dipakai untuk mobilitas harian menjelang berbuka.

5. Emosi Lebih Mudah Terpancing di Jalan

ptdhifainternasionallogistik
 
 
Motor Bekas Honda Vario 125 ISS 2019 Pajak Panjang - Yogyakarta
Rp 9,000,000.00
di-yogyakarta

Menahan lapar dan haus seharian bisa membuat sebagian orang lebih sensitif.

Ketika menghadapi kemacetan, klakson berisik, atau pengendara lain yang ugal-ugalan, emosi lebih mudah terpancing.

Reaksi spontan seperti membalas klakson berlebihan, mengejar kendaraan lain, atau melakukan manuver berbahaya hanya akan memperbesar risiko kecelakaan.

Jalan raya bukan tempat untuk meluapkan emosi.

Ramadhan sejatinya adalah momen untuk melatih kesabaran dan pengendalian diri.

Sikap tenang dan toleran saat berkendara justru mencerminkan makna puasa yang sesungguhnya.

Kunci utamanya adalah tidak terburu-buru, menjaga kondisi tubuh, rutin mengecek motor, serta selalu mengutamakan keselamatan dibanding kecepatan. 

(eno/TribunJualBeli.com)