BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Menjual rumah merupakan keputusan besar yang memerlukan perencanaan matang, baik dari sisi waktu maupun strategi pemasaran.
Bulan puasa sering kali membawa perubahan pola aktivitas masyarakat, termasuk dalam sektor properti.
Meski transaksi tetap bisa dilakukan, ada sejumlah hal penting yang perlu dipertimbangkan agar proses penjualan tidak terhambat dan hasil yang diperoleh tetap optimal:
Baca Juga : 10 Cara Menjual Rumah agar Cepat Laku di Lokasi yang Kurang Strategis
1. Aktivitas Pasar Properti yang Cenderung Lebih Tenang
Selama bulan Ramadhan, fokus masyarakat umumnya lebih tertuju pada ibadah, persiapan berbuka, hingga kegiatan keluarga.
Kondisi ini membuat aktivitas survei rumah dan pertemuan tatap muka cenderung berkurang dibanding bulan-bulan biasa.
Calon pembeli biasanya menunda keputusan besar hingga setelah Hari Raya karena ingin memastikan kondisi keuangan tetap stabil.
Situasi tersebut dapat berdampak pada lebih sedikitnya penawaran yang masuk.
2. Prioritas Pengeluaran Menjelang Lebaran
Menjelang Idul Fitri, kebutuhan rumah tangga meningkat cukup signifikan.
Pengeluaran untuk belanja kebutuhan pokok, pakaian baru, parcel, hingga biaya mudik sering kali menjadi prioritas utama.
Pembelian properti yang membutuhkan dana besar pun kerap ditunda.
Hal ini bisa memengaruhi daya beli calon pembeli dan membuat proses negosiasi harga berjalan lebih lama.
3. Kesiapan Fisik dan Waktu untuk Melayani Calon Pembeli
Baca Juga : Jual Rumah Lebih Efektif dengan Memahami 4 Tipe Pembeli Properti
Proses penjualan rumah tidak hanya soal memasang iklan, tetapi juga melibatkan komunikasi intensif, penjadwalan survei, hingga pengurusan dokumen.
Saat berpuasa, kondisi fisik mungkin tidak seprima hari biasa, terutama jika harus melayani kunjungan pada siang hari.
Penjadwalan yang kurang tepat bisa membuat proses pemasaran menjadi kurang maksimal.
4. Strategi Promosi yang Perlu Disesuaikan
Jika penjualan tetap dilakukan di bulan puasa, strategi pemasaran sebaiknya lebih difokuskan pada platform digital.
Penggunaan marketplace properti, media sosial, dan grup komunitas dapat membantu menjangkau calon pembeli tanpa harus sering melakukan pertemuan langsung.
Foto rumah yang terang, rapi, serta deskripsi yang detail akan meningkatkan daya tarik iklan.
Promosi yang konsisten juga penting agar properti tetap terlihat aktif di pasaran.
5. Momentum Pasca-Lebaran yang Lebih Potensial
Setelah Idul Fitri, aktivitas masyarakat biasanya kembali normal.
Banyak orang mulai menyusun rencana baru, termasuk mencari hunian yang lebih sesuai dengan kebutuhan keluarga.
Kondisi ini sering kali membuat pasar properti lebih bergerak dibanding saat bulan puasa.
Menunggu momentum tersebut bisa menjadi strategi untuk memperoleh minat yang lebih tinggi dan peluang transaksi yang lebih besar.
Dengan perencanaan yang matang dan strategi yang sesuai, peluang mendapatkan pembeli yang serius tetap terbuka, baik dilakukan saat bulan puasa maupun setelah perayaan Lebaran.
(eno/TribunJualBeli.com)