BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Tinggal di rumah yang berada dekat area persawahan sering dianggap menawarkan suasana tenang, udara lebih segar, serta pemandangan hijau yang menyejukkan mata.
Tidak heran jika banyak orang tertarik menjadikannya sebagai pilihan hunian, terutama bagi yang ingin menjauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Namun di balik kelebihannya, rumah yang berlokasi dekat sawah juga memiliki sejumlah kekurangan yang perlu dipertimbangkan, terutama untuk hunian jangka panjang.
Berikut enam kekurangan tinggal di rumah dekat sawah yang sering baru dirasakan setelah menetap cukup lama:
Baca Juga : 7 Kelebihan Rumah di Dekat Sawah untuk Hunian Nyaman
1. Banyak Serangga dan Hama
Banyak Serangga dan Hama
Area persawahan identik dengan keberadaan serangga seperti nyamuk, lalat, dan berbagai jenis serangga kecil lainnya.
Saat musim tanam atau panen, jumlah serangga biasanya meningkat cukup signifikan.
Kondisi ini dapat mengganggu kenyamanan di dalam rumah, terutama pada malam hari, dan membutuhkan upaya ekstra untuk menjaga kebersihan serta perlindungan dari hama.
2. Risiko Banjir Saat Musim Hujan
Sawah umumnya berada di dataran rendah dan dekat dengan saluran irigasi.
Saat curah hujan tinggi, risiko air meluap menjadi lebih besar.
Rumah yang berada di sekitar sawah berpotensi mengalami genangan air atau banjir, terutama jika sistem drainase lingkungan kurang baik.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat merusak struktur bangunan dan perabot rumah.
3. Kelembapan Udara Lebih Tinggi
Lingkungan sekitar sawah cenderung memiliki tingkat kelembapan udara yang lebih tinggi dibanding kawasan permukiman perkotaan.
Kelembapan ini dapat menyebabkan dinding rumah mudah berjamur, cat cepat mengelupas, serta perabot kayu lebih rentan rusak.
Untuk hunian jangka panjang, kondisi tersebut bisa meningkatkan biaya perawatan rumah.
4. Bau Tidak Sedap di Waktu Tertentu
Baca Juga : 6 Ide Desain Rumah Dekat Pemakaman yang Aman, Asri, dan Tidak Terlihat Angker
Aktivitas pertanian seperti pemupukan, pengolahan tanah, atau penggunaan pupuk organik dapat menimbulkan bau yang cukup menyengat.
Bau ini biasanya muncul pada waktu-waktu tertentu dan bisa masuk ke dalam rumah, terutama jika ventilasi terbuka.
Meski bersifat sementara, kondisi ini tetap dapat mengurangi kenyamanan penghuni.
5. Akses dan Fasilitas Terbatas
Rumah yang berada dekat sawah umumnya berlokasi agak jauh dari pusat keramaian.
Akses jalan, fasilitas umum, serta layanan pendukung seperti rumah sakit, sekolah, dan pusat perbelanjaan sering kali terbatas.
Untuk hunian jangka panjang, keterbatasan ini bisa menjadi kendala, terutama bagi keluarga dengan mobilitas tinggi.
6. Nilai Jual Kembali Kurang Stabil
Meskipun memiliki daya tarik tersendiri, rumah dekat sawah tidak selalu memiliki nilai jual kembali yang tinggi.
Perubahan fungsi lahan, risiko lingkungan, serta keterbatasan fasilitas dapat memengaruhi minat calon pembeli.
Dalam jangka panjang, hal ini bisa berdampak pada nilai investasi properti tersebut.
Dengan memahami kekurangan tersebut sejak awal, keputusan memilih rumah dekat sawah dapat dilakukan secara lebih matang dan realistis.
(eno/TribunJualBeli.com)