TRIBUNJUALBELI.COM - Tingginya curah hujan kerap membuat pemilik kendaraan terutama sepeda motor enggan membilas sisa air hujan dan kotoran yang menempel setelah digunakan.
Padahal, kebiasaan sepele ini justru bisa menjadi awal munculnya berbagai masalah mekanikal pada motor.
Air hujan yang bercampur debu, lumpur, dan partikel kotoran lain dapat menyusup ke celah-celah komponen penting.
Dampaknya memang tidak langsung terasa.
BACA JUGA: 5 Rekomendasi Jas Hujan Anti Rembes Harga Murah di Bawah Rp 100 Ribu di Shopee
Namun, dalam jangka waktu tertentu, risiko kerusakan mulai muncul dan sering kali baru disadari setelah kondisinya cukup parah.
Hal ini dijelaskan oleh Fahmi Fahrizal, mekanik Astra Motor Dewi Sartika.
Menurutnya, efek buruk akibat jarang membersihkan motor setelah kehujanan biasanya baru terasa beberapa bulan kemudian.
“Awalnya mungkin tidak terasa apa-apa. Tapi lama-kelamaan ada komponen bergerak yang mulai aus, seret, bahkan rusak,” ujar Fahmi di sela kegiatan perawatan sepeda motor gratis untuk karyawan Kompas.com di Jakarta, 12 Februari 2014.
Fahmi menyarankan agar pemilik motor setidaknya membilas kendaraan setelah terkena hujan, terutama pada bagian-bagian vital.
Tujuannya bukan langsung mencuci secara menyeluruh, melainkan memastikan kotoran dan sisa air hujan tidak menempel terlalu lama.
“Setelah kena hujan, sebisa mungkin motor dibilas. Yang penting kotoran rontok dulu, terutama di area penting,” tegasnya.
Lantas, komponen apa saja yang paling rentan terdampak jika motor jarang dibersihkan setelah kehujanan? Berikut penjelasannya:
BACA JUGA: Ternyata Begini 3 Langkah Mudah Atasi Rem dan Setir Tidak Berfungsi saat Musim Hujan
1. Rem
Pada rem tromol, kotoran yang masuk dapat bercampur dengan debu kampas rem sehingga menimbulkan bunyi berdecit dan mempercepat keausan.
Sementara pada rem cakram, pasir dan kotoran berisiko menggores piringan dan menurunkan performa pengereman.
2. Lengan Ayun
Poros pada lengan ayun sangat rawan kemasukan kotoran.
Jika dibiarkan, pergerakan akan terasa lebih berat dan berpotensi mempercepat keausan komponen.
3. Radiator
Kisi-kisi radiator yang tertutup kotoran akan menghambat sirkulasi udara.
Akibatnya, proses pendinginan mesin tidak optimal dan dalam kondisi terburuk dapat menyebabkan mesin mengalami overheat.
4. Suspensi
Suspensi memiliki prinsip kerja serupa dengan lengan ayun.
Kotoran yang menempel dapat membuat pelumas cepat hilang, memicu bunyi-bunyian, serta menurunkan kenyamanan berkendara.
5. CVT
Pada motor matik yang boks CVT-nya dimodifikasi menjadi terbuka, risiko kemasukan pasir dan debu semakin besar.
Komponen di dalam CVT akan cepat kotor, menimbulkan bunyi, dan berujung pada kerusakan dini.
6. Seluruh Komponen Logam
Kotoran yang menempel terlalu lama pada bagian logam, lalu terpapar udara dan sinar matahari.
Berpotensi menimbulkan bercak hingga karat yang sulit dihilangkan.
Dengan perawatan sederhana seperti membilas motor setelah kehujanan, pemilik kendaraan dapat meminimalkan risiko kerusakan dan menjaga performa motor tetap optimal dalam jangka panjang. (*)
(red/Tribunjualbeli.com)