0

7 Komponen yang Sering Jadi Penyebab Motor Matic Getar Parah

Penulis: Andra Kusuma
7 Komponen yang Sering Jadi Penyebab Motor Matic Getar Parah

TRIBUNSHOPPING.COM - Keluhan CVT motor matic yang berisik dan bergetar saat mesin dipanaskan di pagi hari masih sering dialami banyak pemilik skutik.

Suara kasar biasanya muncul ketika putaran mesin masih rendah, lalu perlahan menghilang saat gas dibuka lebih tinggi.

Tak jarang, kondisi ini juga disertai getaran dari area rumah CVT yang terasa hingga ke dek motor.

Wajar bila bunyi tak normal tersebut membuat pemilik motor khawatir, karena identik dengan potensi kerusakan dan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Padahal, gejala CVT berisik sebenarnya bisa dicegah dengan perawatan rutin.

Idealnya, servis CVT dilakukan setiap 2–3 bulan sekali, oli mesin diganti tiap 3.000 km, serta oli gardan setiap sekitar 8.000 km.

Namun jika CVT sudah terlanjur mengeluarkan suara kasar, berikut beberapa komponen yang paling sering menjadi penyebabnya.

1. Roller CVT Mulai Aus atau Peyang

Roller CVT yang sudah peyang bikin kocak.

Salah satu sumber bunyi “kretek-kretek” saat gas dibuka berasal dari roller CVT yang sudah tidak berbentuk sempurna.

Roller yang aus atau peyang membuat pergerakannya tidak lagi mulus.

Selain menimbulkan suara, kondisi ini juga berdampak pada performa motor yang terasa tersendat atau ndut-ndutan saat akselerasi awal.

2. Plastik Slider Tutup Rumah Roller Aus

Selain roller, plastik slider pada tutup rumah roller juga berpotensi menimbulkan bunyi krotok-krotok bila sudah aus.

Komponen ini bekerja dengan sistem geser mengikuti putaran mesin.

Jika celahnya membesar akibat keausan, suara kasar dan getaran akan semakin terasa karena pergerakan pelat penutup menjadi tidak stabil.

Sepeda Motor Bekas
 
 
Motor Yamaha Fino tahun 2016 Bekas - Jakarta Timur
Rp 5,800,000.00
dki-jakarta

3. V-Belt Mulur atau Menipis

V-belt yang sudah aus biasanya menimbulkan suara mirip rantai kendur dari area CVT.

Selain berisik, V-belt yang mulai mulur bisa menyebabkan selip saat akselerasi.

Gejalanya, putaran mesin terasa tinggi namun tenaga yang sampai ke roda tidak sebanding.

4. Mangkok Kopling (Clutch Housing) Bermasalah

Mangkok Kopling bikin geter parah

Bunyi decitan saat motor mulai bergerak kerap disebabkan oleh mangkok kopling yang sudah aus atau daya rekat lemnya melemah.

Seiring usia pakai, perekat antara mangkok dan dudukannya bisa menurun kualitasnya.

Solusinya, mangkok kopling perlu direkatkan ulang atau diganti jika kondisinya sudah parah.

5. Kampas Kopling Menipis

Kampas kopling yang menipis juga dapat memicu bunyi berdecit dari CVT.

Ciri khasnya, mesin terdengar meraung namun kecepatan motor tidak bertambah signifikan.

Gesekan kampas yang sudah tidak optimal inilah yang menimbulkan suara tak wajar.

Sepeda Motor Bekas
 
 
Dijual Motor Bekas, Honda Genio, Tahun 2023, Istimewa, Siap Pakai - Jakarta Timur
Rp 11,200,000.00
dki-jakarta

6. Secondary Sliding Sheave Aus atau Oblak

Secondary Sliding Sheave Aus atau Oblak

Komponen yang sering disebut sebagai secondary sliding sheave berfungsi mengatur pergerakan V-belt di bagian belakang CVT.

Jika bagian ini aus atau oblak, pergerakannya menjadi tidak presisi dan menimbulkan benturan antar komponen.

Akibatnya, muncul bunyi kasar disertai hentakan kecil saat motor mulai melaju.

7. Girboks Bermasalah

Sumber suara berisik juga bisa berasal dari area girboks, terutama jika laher sudah aus.

Celah gigi rasio yang tidak lagi presisi akan memunculkan dengungan keras saat deselerasi.

Penyebabnya beragam, mulai dari usia pakai, jarang mengganti oli gardan, hingga adanya kebocoran atau kontaminasi air di dalam girboks.

Oli girboks yang tercampur air biasanya berubah warna menjadi putih susu atau kecoklatan, menandakan pelumasan tidak lagi optimal. (*)

(Andrakp/Tribunjualbeli.com)