TRIBUNJUALBELI.COM - Tren selfie atau swafoto tentu tak asing lagi bagi banyak orang.
Belum lagi saat tren itu didukung dengan perkembangan teknologi yang begitu canggih.
(Baca: Deretan Ponsel yang Membuat Hasil Selfiemu Cantik)
Usai berswafoto, hasil jepretan pun bisa langsung diunggah ke beberapa media sosial yang dimiliki.
Hal ini tentu dapat menunjukkan eksistensi sesorang dan keberadaan orang itu.
Jangan kira, setiap orang bisa bebas berswafoto.
Ada beberapa profesi yang justru dilarang mengambil foto saat bertugas.
Hal ini terjadi di Rusia.
Pemerintah Putin tengah menyusun kebijakan larangan tentara mengunggah foto maupun video di akun media sosial atau blog milik mereka.
Hal ini dilakukan karena Pemerintah Rusia menilai bahwa dengan mengunggah foto atau video itu dapat membocorkan informasi seputar operasi militer yang tenag dilakukan.
Pasalnya, banyak aplikasi media sosial yang terintegrasi dengan peta.
Tak hanya di Rusia, Kementerian Pertahanan Inggris ternyata terlebih dulu mengeluarkan panduan bagi para tentara agar dapat menggunakan sosial media dengan baik.
Panduan itu berisi tiga jenis aktivitas yang boleh dilakukan di media sosial.
Di Indonesia, hal ini sebenarnya pernah dilontarkan para petinggi TNI.
Meski belum ada undang-undang yang mengatur, petinggi TNI tetap menghimbau para militer untuk berhati-hati saat memposting atribut kedinasan termasuk lokasi.
Sebenarnya tak hanya tentara, warga sipil juga dihimbau untuk berhati-hati dalam membagikan hasil swafoto.
Di India, tentara Angkatan Darat memperingati warga agar tidak membagikan foto atau video mengenai pasukan dan rincian persenjataan militer di media sosial.
Larangan ini sebanarnya juga berkaitan dengan keselamatan keluarga.
Hal ini lantaran keluarga dari seorang tentara berisiko menjadi target musuh, kelompok militan atau ekstremis.
Keberadaan anggota keluarga juga bisa dilacak dari informasi yang dibagikan saat berswafoto.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)