TRIBUNJUALBELI.COM - Meninggalnya Choirul Huda menambah duka bagi dunia olahraga Indonesia.
Kiper Persela Lamongan itu meninggal setelah mengalami tabrakan dengan rekan setimnya, Ramon Rodrigues.
(Baca: Deretan Jersey yang Bisa Kamu Pakai Saat Olahraga)
Choirul Huda sempat tak sadarkan diri, kemudian dilarikan ke rumah sakit dengan alat bantu pernapasan dan tabung oksigen.
Ternyata tak hanya Choirul Huda, sebelumnya ada beberapa pesebak bola yang juga meninggal dunia usai berlagi.
Dilansir dari BolaSport.com, berikut deretan pemain sepak bola yang meninggal dunia akibat insiden di lapangan sepak bola nasional:
Akli Fairuz
Sama seperti Choirul Huda, Akli Fairuz juga meninggal karena tabrakan di lapangan.
Akli yang masih berstatus pemain Persiraja, mengalami benturan dengan penjaga gawang PSAP Sigli, Agus Rohman, 10 Mei 2014.
Akli langsung dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi pada 12 Mei 2014.
Meski usaha dari berbagai pihak telah maksimal untuk menyelamatkan nyawanya, takdir berkata lain.
Kepergian Akli sempat menimbulkan citra negatif untuk sepak bola Indonesia di mata internasional.
Media asal Spanyol, Marca, sempat memberitakan kepergian Akli dengan judul "Una brutal patada acab con la vida de un jugador en Indonesia (Tendangan Brutal Membunuh Pemain Indonesia)".
Sekou Camara
Sekou Kamara meninggal dunia akibat serangan jantung pada sesi latihan Pelita Bandung Raya (PBR), 27 Juli 2013.
Tim medis PBR sempat melarikan pemain asal Mali itu ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.
"Selama jalan, big brother," demikian tulis tim media PBR merespons kepergian Kamara.
PBR ikut membantu penuntasan dokumen dan kepulangan Kamara ke negara asalnya.
Jumadi Abdi
Tanggal 7 Maret 2009 menjadi momen duka buat PKT Bontang.
Gelandang mereka, Jumadi Abdi, meninggal dunia akibat terkena kaki dari pemain Persela, Denny Tarkas.
Sebelumnya, eks pemain timnas Indonesia pada SEA Games 2005 itu, sempat menjalani perawatan selama sembilan hari dan operasi di rumah sakit.
Eri Irianto
Eri Irianto meninggal dunia setelah insiden dalam laga Persebaya kontra PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 November, 3 April 2000.
Pemicunya, Eri bertabrakan dengan pemain PSIM, Samson Noujine Kinga, sehingga pingsan dan dilarikan ke rumah sakit.
Malam harinya, Eri mengembuskan napas terakhir karena serangan jantung di Rumah Sakit Dokter Soetomo.
Kepergian Eri meninggalkan duka buat Persebaya Surabaya sehingga memensiunkan nomor punggung 19 milik sang pemain dan menggunakan namanya untuk mes tim.
(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)