BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Townhouse dikenal sebagai hunian modern yang menawarkan lingkungan eksklusif, desain rapi, serta jumlah unit yang terbatas sehingga memberikan kesan lebih privat.
Banyak keluarga muda memilihnya karena tampilannya yang bersih dan lokasi yang umumnya strategis dekat pusat kota.
Namun, di balik berbagai keunggulan tersebut, townhouse tetap memiliki sejumlah kekurangan yang patut dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membelinya.
Mengetahui poin-poin ini akan membantu calon penghuni menilai apakah konsep townhouse benar-benar sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan jangka panjang:
Baca Juga : 6 Ciri Khas Townhouse yang Bikin Banyak Orang Tertarik Tinggal di Dalamnya
1. Luas Lahan yang Cenderung Terbatas
Salah satu kekurangan paling umum dari townhouse adalah ukuran lahannya yang relatif kecil.
Pengembang biasanya memaksimalkan efisiensi lahan untuk menghadirkan beberapa unit sekaligus sehingga area halaman rumah, taman pribadi, maupun ruang terbuka sering kali sangat minim.
Ruang untuk aktivitas luar, seperti menjemur pakaian, menyimpan tanaman, atau membuat area bermain anak, bisa terbatas.
Selain itu, penghuni juga memiliki keterbatasan dalam menambah ruang bangunan karena keterbatasan lahan serta aturan lingkungan yang ketat.
2. Biaya Perawatan Lingkungan Lebih Tinggi
Townhouse menerapkan sistem pengelolaan lingkungan khusus agar kawasan tetap rapi, aman, dan nyaman.
Namun, konsekuensinya, biaya iuran bulanan atau maintenance fee umumnya lebih tinggi dibanding perumahan biasa.
Penghuni perlu membayar untuk perawatan fasilitas seperti taman komunal, keamanan 24 jam, perbaikan jalan internal, hingga kebersihan area bersama.
Bagi sebagian orang, biaya tambahan ini dapat menjadi beban jangka panjang yang perlu dipertimbangkan sejak awal.
Baca Juga : Sebelum Membeli Rumah, Ketahui Dulu 5 Keunggulan Tinggal di Townhouse
3. Aturan Lingkungan yang Ketat dan Membatasi
Untuk menjaga keseragaman tampilan kawasan, pihak pengelola biasanya menerapkan aturan cukup ketat.
Penghuni tidak selalu bebas melakukan renovasi besar seperti menambah lantai, mengubah fasad, memperluas carport, atau mengganti pagar dengan model berbeda.
Bagi yang memiliki kebutuhan ruang lebih besar atau ingin melakukan personalisasi pada rumah, aturan ini bisa terasa membatasi.
Meskipun peraturan tersebut bertujuan menjaga estetika dan nilai properti, tetap saja mengurangi fleksibilitas dalam mengembangkan hunian.
4. Akses Jalan Masuk yang Tidak Selalu Optimal
Kebanyakan townhouse hanya memiliki satu gerbang utama untuk masuk dan keluar.
Jika jalannya sempit atau kawasan berada di lingkungan padat, maka potensi kemacetan dapat meningkat, terutama pada jam sibuk.
Selain itu, akses tunggal bisa menyulitkan mobil besar maupun kendaraan tamu yang ingin masuk.
Dalam kondisi darurat, seperti kebakaran atau evakuasi, akses terbatas ini juga menjadi salah satu risiko yang perlu diperhatikan oleh calon penghuni.
Dengan memahami setiap kelemahannya, calon penghuni dapat menilai apakah townhouse benar-benar sesuai dengan kebutuhan keluarga dan gaya hidup yang dijalani.
Perencanaan matang dan evaluasi menyeluruh akan membantu memilih hunian yang paling tepat dan menguntungkan.
(Eno/TribunJualBeli.com)