BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM – Investasi ruko menjadi salah satu pilihan favorit banyak orang karena memiliki potensi keuntungan yang tinggi dan dapat memberikan pendapatan pasif jangka panjang.
Ruko tidak hanya bisa disewakan, tetapi juga dapat digunakan sebagai tempat usaha sendiri atau dijual kembali ketika harga properti naik.
Namun, untuk mendapatkan hasil maksimal, diperlukan strategi dan pertimbangan matang sebelum memutuskan membeli ruko.
Kesalahan kecil dalam memilih lokasi, tipe bangunan, atau perhitungan biaya bisa berujung pada kerugian besar.
Agar investasi tidak berakhir sia-sia, berikut delapan tips sukses yang perlu diperhatikan sebelum membeli ruko:
Baca Juga : 4 Alasan Mengapa Ruko Merupakan Investasi Properti yang Menjanjikan
1. Pilih Lokasi yang Strategis dan Berkembang
Lokasi adalah faktor terpenting yang menentukan nilai investasi ruko.
Pilih area yang ramai aktivitas masyarakat, dekat fasilitas umum, dan memiliki potensi perkembangan ekonomi yang tinggi.
Ruko yang berada di pinggir jalan utama, dekat dengan perumahan padat penduduk, kampus, atau kawasan bisnis biasanya lebih cepat mendapatkan penyewa dan memiliki peluang kenaikan harga properti yang signifikan.
Lokasi strategis juga memudahkan bisnis penyewa untuk berkembang, sehingga mereka cenderung menyewa dalam jangka panjang.
2. Pastikan Akses Transportasi Mudah dan Tersedia Area Parkir
Akses jalan yang nyaman dan ruang parkir yang memadai menjadi pengaruh besar dalam menarik calon penyewa.
Bisnis seperti toko ritel, klinik, restoran, dan minimarket membutuhkan area parkir yang luas agar pelanggan mudah berhenti dan berkunjung.
Ruko yang sulit diakses atau berada di jalan satu arah sempit sering kali lebih sulit disewakan meskipun berada di pusat keramaian.
Perhatikan juga kedekatan dengan transportasi umum seperti halte bus, stasiun kereta, atau jalur angkot, karena semakin mudah dijangkau, semakin besar potensi penyewanya.
3. Periksa Legalitas dan Status Kepemilikan Secara Detail
Legalitas merupakan aspek penting yang tidak boleh diabaikan dalam investasi properti.
Pastikan sertifikat tanah dan bangunan jelas, baik SHM, SHGB, atau HGB atas tanah.
Selain itu, periksa IMB/PBG dan status peruntukan lahan apakah sesuai untuk kegiatan komersial.
Dokumen yang tidak lengkap dapat berisiko menimbulkan sengketa atau menyulitkan ketika ruko hendak dijual kembali atau dijadikan jaminan kredit bank.
Hindari transaksi tanpa bukti jelas atau hanya mengandalkan perjanjian lisan.
4. Cermati Kondisi Fisik dan Spesifikasi Bangunan
Baca Juga : 7 Desain Ruko Kekinian, Cocok untuk Bisnis dan Hunian
Periksa secara detail struktur bangunan, kualitas material, kondisi atap, lantai, instalasi listrik, air, dan sistem drainase.
Ruko dengan struktur bangunan kuat, memiliki beberapa lantai, dan desain ruang fleksibel akan lebih menarik bagi penyewa karena dapat digunakan untuk berbagai jenis usaha.
Jika kondisi bangunan memerlukan renovasi besar, pastikan biaya tambahan masih sesuai dengan hitungan ROI.
Ruko baru yang siap pakai biasanya memiliki daya tarik lebih tinggi dan masa perawatan lebih ringan.
5. Pelajari Harga Pasar dan Potensi Pertumbuhan Nilai
Jangan terburu-buru membeli ruko tanpa membandingkan harga di lokasi sekitar.
Lakukan riset harga jual dan harga sewa untuk mengetahui potensi keuntungan.
Pertimbangkan juga proyek pembangunan yang sedang atau akan dilakukan di sekitar lokasi, misalnya pembangunan jalan tol, mall baru, perumahan skala besar, atau pusat bisnis.
Proyek-proyek tersebut biasanya meningkatkan nilai properti secara drastis dalam beberapa tahun ke depan, sehingga sangat menguntungkan untuk investasi jangka menengah dan panjang.
6. Hitung Potensi Keuntungan Secara Realistis
Hitung semua komponen biaya termasuk harga beli, pajak, biaya perawatan, keamanan, listrik air, renovasi, dan masa kosong tanpa penyewa.
Lalu bandingkan dengan potensi pendapatan sewa tahunan. Idealnya, investasi ruko menghasilkan ROI minimal 6–10% per tahun.
Jika keuntungan sewa masih lebih rendah dari bunga bank atau tidak mampu menutup cicilan KPR, berarti investasi tersebut kurang layak.
Membuat simulasi anggaran sangat penting untuk menilai kelayakan proyek.
7. Tentukan Target Penyewa dan Jenis Usaha yang Sesuai
Memahami segmen penyewa akan membantu menentukan lokasi dan desain yang tepat. Ruko di area kampus cocok untuk bisnis kuliner, laundry, fotokopi, atau warung kopi.
Ruko di kawasan industri ideal untuk gudang logistik atau distributor.
Sementara ruko di pusat kota lebih menarik untuk klinik, apotek, salon, dan minimarket.
Menentukan target pasar membantu menetapkan harga sewa yang tepat dan mengurangi risiko ruko kosong terlalu lama.
8. Pilih Sistem Pembelian yang Menguntungkan
Jika membeli ruko menggunakan KPR komersial, pastikan cicilan bulanan dapat ditutupi oleh pendapatan sewa.
Jangan sampai cicilan lebih besar daripada pemasukan, karena akan menimbulkan kerugian.
Jika membeli tunai, manfaatkan peluang negosiasi harga terutama bila ruko sudah lama tidak laku atau sedang dalam proses lelang.
Banyak investor mendapatkan keuntungan besar dengan membeli ruko undervalue dan menyewakannya kembali dengan nilai tinggi.
Dengan strategi yang tepat, ruko bukan hanya sekadar bangunan, tetapi investasi masa depan dengan potensi profit besar.
(Eno/TribunJualBeli.com)