0

Kelihatannya Sepele, Tapi 3 Hal Ini Bisa Memperpendek Umur Motor Matik Ketika Berhenti di Lampu Merah

Penulis: eno tjb
Kelihatannya Sepele, Tapi 3 Hal Ini Bisa Memperpendek Umur Motor Matik Ketika Berhenti di Lampu Merah

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Berhenti di lampu merah merupakan rutinitas harian bagi hampir semua pengendara motor, terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan perkotaan.

Namun, di balik momen menunggu lampu hijau menyala, ternyata banyak kebiasaan kecil yang tanpa disadari justru dapat memperpendek umur motor matik.

Motor matik memang dirancang praktis dan mudah dikendarai.

Meski begitu, sistem transmisi otomatis yang digunakan yakni Continuously Variable Transmission (CVT), memiliki mekanisme kerja yang berbeda dengan motor manual.

Karena itu, kesalahan kecil saat berhenti bisa menimbulkan dampak besar terhadap performa dan umur komponen.

Agar motor matikmu tetap awet dan tidak cepat rusak, kenali tiga kebiasaan sepele berikut yang sebaiknya segera kamu hindari saat berhenti di lampu merah:

Baca Juga : 5 Kebiasaan Sepele yang Bikin V-belt Motor Matik Cepat Putus

1. Tetap Menarik Tuas Gas Saat Berhenti

Tetap Menarik Tuas Gas Saat Berhenti

Kebiasaan ini sering dilakukan oleh pengendara yang ingin motor tetap siap melaju begitu lampu hijau menyala.

Biasanya, pengendara akan sedikit memutar gas sambil menahan rem, sehingga mesin tetap berputar di rpm tinggi meski motor tidak bergerak.

Sekilas terlihat sepele, tapi kebiasaan ini justru menimbulkan gesekan berlebih pada kopling otomatis  yang ada di sistem CVT.

Ketika gas sedikit terbuka, kopling otomatis akan berusaha mengait ke rumah kopling, meski roda masih tertahan oleh rem.

Akibatnya, kampas kopling cepat aus, suhu di dalam CVT meningkat, dan efisiensi bahan bakar menurun.

Dalam jangka panjang, tarikan motor bisa terasa berat dan respons gas menjadi tidak halus lagi.

Saat berhenti total, lepaskan gas sepenuhnya.

Biarkan mesin bekerja dalam kondisi idle agar tidak menambah beban pada sistem transmisi dan komponen CVT.

2. Menahan Kedua Rem Terlalu Lama

Sepeda Motor Bekas
 
 
Motor Bekas Honda Scoopy Tahun 2017 - Jakarta Timur
Rp 8,900,000.00
dki-jakarta

Menahan rem depan dan belakang secara bersamaan selama berhenti juga merupakan kebiasaan yang umum dilakukan.

Alasannya sederhana, agar motor tidak bergerak saat berhenti di tanjakan atau supaya tetap stabil.

Namun, kebiasaan ini justru bisa memicu kerusakan pada sistem rem dan suspensi depan.

Tekanan terus-menerus pada tuas rem depan akan membuat suspensi depan bekerja lebih berat, sehingga dalam jangka panjang dapat menyebabkan kebocoran oli shock atau membuat peredam menjadi kaku.

Selain itu, kampas rem juga cepat habis karena terus bergesekan dengan cakram tanpa jeda.

Selain itu, jika posisi motor condong ke depan karena tekanan rem, beban mesin dan rangka bagian depan menjadi tidak seimbang.

Hal ini bisa mempengaruhi kenyamanan berkendara serta mempercepat keausan pada bearing roda depan.

Cukup gunakan rem belakang untuk menahan posisi motor, terutama di jalan datar.

Lepas tekanan pada rem depan agar suspensi tidak terbebani.

Jika berhenti di tanjakan, gunakan rem belakang secara lembut tanpa menahan terus-menerus.

Baca Juga : Jalan Licin dan Hujan Deras saat Berkendara Motor? Hindari Kebiasaan Pakai Rem Depan, Ini 3 Alasannya!

3. Tidak Memanfaatkan Fitur Idling Stop atau Tidak Mematikan Mesin Saat Berhenti Lama

Fitur Idling Stop

Banyak pengendara motor matik memilih tetap menyalakan mesin meski berhenti lama di lampu merah, bahkan hingga satu menit lebih.

Padahal, dalam kondisi seperti itu, sistem pendinginan mesin tetap bekerja, tetapi tidak mendapat aliran udara optimal.

Akibatnya, suhu mesin naik dan oli bekerja lebih berat untuk menjaga kestabilan temperatur.

Dalam jangka panjang, hal ini bisa mempercepat degradasi oli dan membuat performa mesin menurun.

Selain itu, pada motor dengan sistem CVT, komponen seperti pulley, v-belt, dan per kopling tetap berputar ringan meski motor tidak berjalan. Kondisi ini menyebabkan gesekan mikro yang lama-lama bisa memperpendek usia komponen.

Jika lampu merah memiliki durasi panjang lebih dari 45–60 detik, manfaatkan fitur idling stop jika motor kamu sudah memilikinya.

Jika belum, kamu bisa mematikan mesin sementara menggunakan engine stop switch untuk menghemat bahan bakar sekaligus menjaga suhu mesin tetap stabil.

Ingat, perawatan motor tidak hanya soal servis rutin di bengkel, tapi juga tentang bagaimana kamu memperlakukannya setiap hari.

Mulai sekarang, ubah kebiasaan kecil di lampu merah agar motor matik tetap awet, irit, dan nyaman dikendarai dalam jangka panjang.

(Eno/TribunJualBeli.com)