BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Plafon rumah adalah elemen penting yang tidak hanya berfungsi menutup rangka atap, tetapi juga mempercantik tampilan interior.
Salah satu material yang banyak digunakan saat ini adalah plafon gypsum.
Material ini populer karena tampilannya yang modern, halus, dan mudah dibentuk sesuai desain ruangan, mulai dari model sederhana hingga yang mewah.
Meski memiliki banyak keunggulan, plafon gypsum juga tergolong material yang cukup rapuh dan sensitif terhadap kelembapan.
Jika tidak dirawat dengan baik, plafon bisa cepat rusak, retak, bahkan ambruk.
Oleh karena itu, merawat plafon gypsum secara rutin sangat penting agar tetap awet dan menambah kenyamanan di dalam rumah.
Berikut lima tips praktis merawat plafon gypsum supaya tahan lama dan tetap indah dipandang:
Baca Juga : 7 Desain Plafon Minimalis Modern yang Cocok untuk Ruang Tamu
1. Rutin Membersihkan dari Debu dan Kotoran
Debu dan kotoran sering menempel di plafon, terutama pada ruangan yang sering digunakan atau dekat dengan jalan raya.
Jika dibiarkan, debu bisa menumpuk dan membuat plafon terlihat kusam.
Cara paling aman membersihkan plafon gypsum adalah dengan menggunakan kemoceng, sapu khusus plafon, atau kain kering bertangkai panjang.
Jika kotorannya membandel, bisa gunakan lap setengah basah, tetapi jangan sampai plafon terlalu lembap karena material gypsum mudah rusak bila terkena air.
Membersihkan plafon secara rutin setidaknya sebulan sekali bisa menjaga tampilannya tetap rapi.
2. Cegah Kebocoran Atap yang Bisa Merusak Plafon
Air adalah musuh terbesar plafon gypsum.
Sekali terkena rembesan air dari atap yang bocor, plafon bisa menguning, menggelembung, bahkan hancur.
Oleh sebab itu, periksa kondisi atap rumah secara berkala, terutama di musim hujan.
Jika muncul noda air atau bercak kuning pada plafon, segera periksa sumber kebocoran dan perbaiki sebelum kerusakan melebar.
Jangan hanya menutupi noda dengan cat, karena masalah sebenarnya ada pada kebocoran atap.
Dengan mencegah rembesan sejak awal, plafon gypsum bisa bertahan lebih lama dan tetap rapi.
3. Hindari Benturan dan Tekanan Berlebihan
Baca Juga : 5 Panduan Mendesain Interior Rumah dengan Plafon Tinggi agar Makin Menarik
Berbeda dengan material seperti kayu atau PVC, gypsum cenderung rapuh dan tidak tahan benturan.
Jika terkena benda keras atau tekanan berat, plafon bisa retak atau berlubang.
Karena itu, berhati-hatilah saat menggunakan tangga, menyusun perabot tinggi, atau memasang dekorasi yang dekat dengan plafon.
Pastikan juga anak-anak tidak melempar mainan ke arah atas.
Dengan menjaga plafon dari benturan, keawetan material gypsum akan lebih terjamin.
4. Lakukan Pengecatan Ulang Secara Berkala
Seiring waktu, warna plafon gypsum bisa memudar atau terlihat kusam karena debu, asap rokok, maupun noda lembap.
Untuk menjaga tampilannya tetap segar, lakukan pengecatan ulang setiap beberapa tahun sekali.
Gunakan cat interior berkualitas yang memiliki daya rekat baik dan tahan noda.
Pengecatan ulang tidak hanya memperindah ruangan, tetapi juga memberikan perlindungan tambahan pada permukaan plafon agar lebih awet.
Proses ini juga bisa menjadi kesempatan untuk memperbaiki bagian plafon yang sudah mulai retak halus sebelum kerusakan semakin parah.
5. Segera Perbaiki Retakan Kecil Sebelum Membesar
Retakan kecil sering dianggap hal sepele, padahal jika dibiarkan bisa melebar dan membuat bagian plafon ambruk.
Retakan biasanya muncul karena pergeseran rangka, perubahan suhu ruangan, atau pemasangan yang kurang rapi.
Jika menemukan retakan, segera lakukan perbaikan dengan menggunakan plamir atau dempul gypsum.
Setelah kering, haluskan dengan amplas lalu cat kembali agar tampilannya menyatu dengan permukaan lain.
Tindakan cepat ini bisa mencegah kerusakan besar di kemudian hari.
Merawat plafon tidak hanya menjaga estetika, tetapi juga memastikan keamanan penghuni rumah.
Jadi, jangan tunggu sampai rusak parah, mulailah perawatan sederhana sejak sekarang agar plafon gypsum tetap awet dan nyaman dipandang.
(Eno/TribunJualBeli.com)