BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Open filter atau filter udara terbuka sering menjadi pilihan bagi pecinta modifikasi motor.
Komponen ini biasanya dipasang untuk menggantikan filter standar bawaan pabrik demi tujuan tertentu, baik untuk mendongkrak performa, memberikan tampilan yang lebih sporty, hingga menambah sensasi suara hisapan udara saat gas dibuka.
Namun, penggunaan open filter pada motor harian ternyata tidak disarankan oleh banyak mekanik berpengalaman.
Alasannya?
Karena fungsinya yang lebih cocok untuk motor kompetisi atau motor hobi, bukan kendaraan yang digunakan sehari-hari untuk aktivitas rutin seperti bekerja, kuliah, atau perjalanan jarak jauh.
Sebelum kamu tergoda mengganti filter udara standar dengan open filter, sebaiknya pahami terlebih dulu beberapa fakta penting di bawah ini.
Berikut ini adalah 4 penjelasan teknis dan logis mengapa open filter kurang cocok untuk motor harian:
Baca Juga : Jangan Sepelekan! Ini 5 Fungsi Filter Udara untuk Performa Motor
1. Kurang Mampu Menyaring Debu dan Partikel Halus
Fungsi utama filter udara adalah menyaring udara dari luar sebelum masuk ke ruang bakar.
Dalam kondisi harian, terutama di jalanan kota yang padat kendaraan dan berdebu, kualitas udara bisa sangat kotor.
Filter bawaan pabrik biasanya telah dirancang sedemikian rupa agar bisa menyaring debu halus, partikel polusi, dan kotoran lainnya dengan baik.
Berbeda dengan filter standar, open filter memiliki pori-pori lebih besar demi memaksimalkan aliran udara.
Sayangnya, hal ini juga membuatnya lebih lemah dalam menyaring partikel debu dan pasir.
Jika partikel-partikel ini masuk ke ruang bakar, maka akan menimbulkan kerak dan gesekan yang mempercepat keausan pada piston, ring piston, silinder, dan klep.
Dalam jangka panjang, performa mesin akan menurun, dan kamu bisa mengalami penurunan tenaga, suara mesin kasar, hingga konsumsi bahan bakar yang semakin boros akibat proses pembakaran yang terganggu oleh adanya kotoran mikro di ruang bakar.
2. Sangat Rentan Terkena Air dan Lumpur Saat Hujan
Open filter biasanya dipasang terbuka tanpa pelindung, atau bahkan tanpa boks, sehingga posisinya langsung terpapar udara bebas.
Pada motor balap atau motor hobi yang hanya digunakan saat cuaca cerah, ini mungkin bukan masalah.
Namun pada motor harian, yang digunakan dalam segala cuaca, kondisi ini bisa menjadi ancaman serius.
Saat hujan deras atau saat kamu melewati genangan air, open filter bisa dengan mudah menyedot air atau cipratan lumpur ke dalam saluran intake.
Jika air sampai masuk ke ruang bakar, bisa terjadi water hammer, yaitu kondisi di mana air mengisi ruang kompresi dan tidak bisa dikompres, sehingga menyebabkan kerusakan seperti piston jebol, stang piston bengkok, hingga mesin macet total.
Lebih dari itu, udara lembap yang tersedot dalam jumlah besar juga bisa mempercepat karat dan kerusakan di bagian throttle body dan sistem injeksi.
Baca Juga : Kenali 4 Jenis Filter Udara Motor agar Mesin Tetap Optimal
3. Berisiko Membuat Motor Lebih Boros Bahan Bakar
Banyak yang salah kaprah bahwa dengan open filter, motor bisa lebih irit karena aliran udara jadi lebih lancar. Padahal yang terjadi sebaliknya.
Saat udara masuk lebih banyak ke ruang bakar, sistem injeksi akan otomatis menyesuaikan dengan menambahkan lebih banyak bahan bakar agar campuran tetap ideal.
Namun jika sistem tidak di setting ulang, seperti remapping ECU atau penyetelan karburator, campuran bisa menjadi terlalu kaya atau terlalu miskin. Kedua kondisi ini sama-sama tidak sehat bagi mesin.
Hasilnya: konsumsi bahan bakar jadi tidak stabil, dan pada banyak kasus, motor justru menjadi jauh lebih boros dibandingkan saat menggunakan filter standar.
Ini tentu bukan kabar baik bagi pemilik motor harian yang mengandalkan efisiensi bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari.
4. Performa Jangka Panjang Mesin Bisa Menurun
Efek gabungan dari masuknya partikel kotoran, air, dan campuran udara-bahan bakar yang tidak seimbang membuat komponen mesin bekerja lebih keras dari biasanya.
Akibatnya, keausan pada komponen internal seperti piston, ring, klep, dan dinding silinder terjadi lebih cepat.
Untuk motor harian, yang idealnya mengutamakan keawetan dan efisiensi jangka panjang, kondisi ini tentu sangat merugikan.
Alih-alih membuat motor lebih bertenaga, penggunaan open filter tanpa penyesuaian menyeluruh bisa membuat performa malah drop, dan kamu harus lebih sering melakukan servis besar.
Belum lagi, beberapa kasus menunjukkan bahwa motor yang terlalu sering menggunakan open filter mengalami penurunan kompresi lebih cepat, getaran mesin lebih kasar, dan kadang muncul suara ngelitik akibat pembakaran yang tidak sempurna.
Dari risiko kerusakan mesin akibat debu dan air, pemborosan bahan bakar, hingga potensi turunnya umur mesin.
Semuanya menunjukkan bahwa penggunaan open filter pada motor harian lebih banyak efek buruk daripada manfaatnya jika tidak dibarengi dengan penyesuaian teknis yang memadai.
(Eno/TribunJualBeli.com)