BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Kebakaran pada sepeda motor mungkin terdengar seperti kejadian langka, namun faktanya insiden semacam ini cukup sering terjadi dan bisa menimbulkan kerugian besar.
Tidak hanya mengancam keselamatan pengendara, kebakaran motor juga berpotensi merusak lingkungan sekitar dan kendaraan lain.
Sayangnya, banyak pemilik kendaraan yang belum memahami penyebab umumnya sehingga abai terhadap tindakan pencegahan.
Untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah risiko serupa, berikut adalah lima penyebab paling umum kebakaran pada sepeda motor yang perlu diketahui:
Baca Juga : 10 Cara Menghindari Selang Bensin Motor Bocor
1. Korsleting Listrik
Salah satu penyebab utama kebakaran pada sepeda motor adalah korsleting listrik.
Ini terjadi ketika arus listrik mengalir melalui jalur yang salah akibat kabel yang terkelupas, sambungan yang longgar, atau komponen listrik yang aus.
Korsleting bisa menghasilkan percikan api kecil yang kemudian menyulut bagian plastik atau bahan mudah terbakar di sekitar mesin.
Agar terhindar dari bahaya ini, penting untuk melakukan pengecekan sistem kelistrikan secara berkala, terutama jika motor sudah berumur atau sering terkena hujan.
Hindari juga memasang aksesori tambahan seperti lampu atau klakson tanpa bantuan teknisi berpengalaman karena instalasi yang asal-asalan bisa memicu korsleting.
2. Kebocoran Bahan Bakar
Bensin adalah zat yang sangat mudah terbakar.
Jika terjadi kebocoran pada tangki, selang, atau karburator, bahan bakar bisa menguap dan menimbulkan uap mudah terbakar.
Bila uap ini bersentuhan dengan percikan api, panas mesin, atau bahkan puntung rokok di dekat motor, kebakaran bisa terjadi dalam sekejap.
Pemeriksaan sistem bahan bakar secara rutin sangat penting, terutama pada motor yang sudah lama digunakan.
Pastikan selang bensin tidak retak atau getas, dan segera ganti jika tercium bau bensin yang tidak biasa saat motor diparkir atau setelah digunakan.
3. Penyimpanan Barang yang Mudah Terbakar
Baca Juga : Agar Tidak Berkarat, Begini 5 Cara Merawat Tangki BBM Motor
Beberapa pengendara sering meletakkan barang-barang di bawah jok atau di bagasi motor, termasuk benda yang mudah terbakar seperti korek api, aerosol, atau bensin cadangan dalam botol plastik.
Jika motor diparkir di bawah terik matahari, suhu di dalam jok bisa sangat tinggi dan memicu ledakan atau kebakaran dari benda-benda tersebut.
Untuk itu, hindari menyimpan barang-barang berpotensi mudah terbakar di motor, terutama saat cuaca panas.
Gunakan tas penyimpanan khusus atau taruh barang-barang tersebut di tempat yang aman dan berventilasi.
4. Modifikasi Mesin yang Tidak Sesuai Standar
Banyak pemilik motor yang melakukan modifikasi mesin untuk meningkatkan performa.
Sayangnya, modifikasi yang tidak sesuai prosedur justru dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Misalnya, penggantian knalpot dengan sistem pembuangan yang lebih panas, atau pengaturan ulang karburator yang membuat suplai bensin berlebih, dapat menyebabkan pembakaran yang tidak stabil.
Jika ingin melakukan modifikasi, sebaiknya konsultasikan dengan bengkel resmi atau teknisi profesional.
Hindari penggunaan komponen aftermarket yang tidak jelas asal-usul dan kualitasnya.
5. Panaskan Mesin Berlebihan (Overheating)
Mesin motor yang terlalu panas akibat perjalanan jauh, kurangnya pelumas, atau sirkulasi udara yang buruk bisa menyebabkan komponen sekitar mesin meleleh atau terbakar.
Dalam kasus ekstrem, overheat bisa memicu ledakan kecil terutama jika disertai kebocoran bahan bakar atau oli.
Untuk mencegah overheat, pastikan sistem pendinginan berfungsi dengan baik.
Gunakan oli berkualitas yang sesuai dengan spesifikasi mesin, dan beristirahatlah secara berkala saat menempuh perjalanan jauh, terutama dalam kondisi lalu lintas padat atau cuaca panas.
Melakukan servis berkala, menggunakan komponen asli, dan tidak sembarangan dalam memodifikasi kendaraan merupakan langkah penting untuk mencegah risiko kebakaran.
(Eno/TribunJualBeli.com)