BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Jamur pada dinding rumah sering kali dianggap sebagai masalah kecil, padahal keberadaannya bisa menjadi tanda adanya kondisi lingkungan yang kurang sehat.
Selain menimbulkan tampilan yang tidak sedap dipandang, dinding yang berjamur juga dapat menyebabkan bau apek, mempercepat kerusakan cat dan material tembok, bahkan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan orang yang memiliki alergi atau asma.
Permasalahan ini biasanya timbul karena kelembapan yang tinggi, ventilasi udara yang buruk, atau kebocoran air yang tidak segera diperbaiki.
Jika dibiarkan, jamur akan terus berkembang dan menyebar ke bagian rumah lainnya.
Untungnya, terdapat beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan untuk menghilangkan jamur dan mencegahnya datang kembali.
Berikut lima cara ampuh yang bisa diterapkan tanpa perlu bantuan jasa profesional.
Baca Juga : Cegah Jamur Sekarang! 8 Tips Praktis untuk Kamar Mandi Bersih
1. Menggunakan Cuka Putih untuk Menghentikan Pertumbuhan Jamur
Cuka putih merupakan bahan alami yang sangat efektif untuk membersihkan jamur karena sifat asamnya mampu membunuh spora jamur hingga ke akarnya.
Caranya cukup sederhana.
Campurkan cuka dan air dalam perbandingan 1:1, lalu masukkan ke dalam botol semprot.
Semprotkan larutan ini secara merata ke seluruh area dinding yang berjamur.
Diamkan selama kurang lebih satu jam agar kandungan asam bekerja maksimal.
Setelah itu, gosok permukaan dinding menggunakan sikat atau spons kasar untuk mengangkat sisa jamur yang menempel.
Lap sisa cairan dengan kain kering dan bersih.
Jika diperlukan, ulangi proses ini hingga jamur benar-benar hilang.
Cuka juga efektif mencegah jamur tumbuh kembali, terutama jika digunakan secara berkala.
2. Mengandalkan Baking Soda Sebagai Solusi Lembap Alami
Selain dikenal sebagai bahan dapur serbaguna, baking soda juga dapat digunakan untuk mengatasi jamur pada tembok.
Baking soda memiliki sifat antibakteri dan mampu menyerap kelembapan di area lembap, dua hal yang menjadi kunci utama dalam menghambat pertumbuhan jamur.
Larutkan satu sendok makan baking soda ke dalam satu gelas air, lalu aduk rata dan semprotkan ke dinding berjamur.
Setelah disemprot, diamkan sebentar, lalu bersihkan dengan kain lap atau sikat lembut.
Baking soda juga dapat ditaburkan secara langsung di area yang sering lembap, seperti pojok ruangan atau belakang lemari, agar tetap kering dan bebas jamur.
3. Meningkatkan Sirkulasi Udara untuk Mencegah Jamur Kembali
Baca Juga : 8 Tips Menjaga Kelembapan Ideal di Dalam Rumah
Salah satu penyebab utama tumbuhnya jamur adalah sirkulasi udara yang buruk.
Ruangan yang lembap dan tertutup menciptakan lingkungan yang ideal bagi spora jamur untuk berkembang.
Untuk itu, penting memastikan rumah memiliki ventilasi yang cukup, baik melalui jendela, ventilasi dinding, atau penggunaan alat bantu seperti exhaust fan.
Membuka jendela setiap pagi dan sore hari untuk memperlancar pertukaran udara bisa sangat membantu menjaga kelembapan tetap seimbang.
Selain itu, paparan sinar matahari langsung juga dapat membunuh spora jamur yang menempel pada permukaan dinding.
Dengan sirkulasi yang lancar, udara di dalam rumah akan tetap segar dan kering, sehingga jamur tidak mudah tumbuh kembali.
4. Menyelesaikan Sumber Masalah, Kebocoran dan Rembesan Air
Langkah penting dalam menghilangkan jamur adalah memperbaiki sumber kelembapan.
Tembok yang terus-menerus lembap akibat kebocoran pipa, rembesan dari atap, atau talang air yang rusak akan terus menjadi tempat ideal bagi jamur, meskipun permukaannya sudah dibersihkan berkali-kali.
Lakukan pemeriksaan menyeluruh, terutama di area yang tertutup atau sulit dijangkau seperti belakang lemari, plafon, atau sudut dinding dekat saluran air.
Jika ditemukan tanda-tanda rembesan, segera lakukan perbaikan.
Gunakan bahan pelapis anti-air (waterproofing) di dinding bagian luar atau lapisan cat kedap air di bagian dalam agar kelembapan tidak menembus tembok lagi.
5. Melindungi Dinding dengan Cat Anti Jamur Khusus
Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah memberikan perlindungan ekstra pada dinding menggunakan cat anti-jamur.
Cat jenis ini mengandung bahan kimia khusus yang dirancang untuk mencegah pertumbuhan jamur dan mikroorganisme lainnya di permukaan tembok.
Sebelum mengecat, pastikan dinding benar-benar bersih dan kering.
Proses pengecatan ulang bisa dilakukan setelah semua spora jamur dibersihkan dan penyebab kelembapan diperbaiki.
Cat anti-jamur sangat direkomendasikan untuk kamar mandi, dapur, ruang cuci, atau tembok luar yang sering terkena hujan dan kelembapan tinggi.
Dengan bahan-bahan alami seperti cuka dan baking soda, serta perbaikan struktural dan sirkulasi udara yang baik, dinding bisa kembali bersih dan sehat.
Menjaga lingkungan rumah tetap kering, terang, dan berventilasi baik adalah kunci utama untuk mencegah pertumbuhan jamur.
(Eno/TribunJualBeli.com)