0

PeduliLindungi Jadi Korban Peretasan: Dari Pelayanan Kesehatan ke Promosi Judi Online

Penulis: Ridwan MufidKhoirulloh
PeduliLindungi Jadi Korban Peretasan: Dari Pelayanan Kesehatan ke Promosi Judi Online

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Aplikasi layanan kesehatan digital milik pemerintah, PeduliLindungi, yang sebelumnya menjadi garda depan dalam penanganan pandemi COVID-19, mendadak ramai diperbincangkan usai situs resminya diduga diretas dan menampilkan konten promosi judi online.

Insiden ini terpantau oleh sejumlah warganet sejak Rabu malam (21/5/2025).

Mereka menyadari bahwa saat mengakses situs pedulilindungi.id, laman yang muncul justru berisi iklan-iklan situs judi daring, lengkap dengan tautan aktif yang mengarah ke platform ilegal tersebut.

Baca juga : Nonton Film di Situs Ilegal Aman Gak Ya? Ternyata Bisa Kena Retas, Curi Data, hingga Isi Rekening Lho!

Sebagai informasi, sejak tahun 2023 sistem PeduliLindungi telah terintegrasi ke pelayanan kesehatan digital dan sepenuhnya dialihkan di platform ke Satu Sehat dengan alamat domain resmi.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui siaran pers resmi telah mengonfirmasi adanya peretasan.

Komdigi secara resmi mengambil langkah untuk memblokir atau melakukan pemutusan akses (take down) terhadap situs web lama pedulilindungi.id.

Langkah tegas ini diambil menyusul ditemukannya konten judi online di dalam situs yang sebelumnya digunakan untuk penanganan pandemi COVID-19 tersebut.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, menyatakan langkah pemblokiran akses situs PeduliLindungi merupakan komitmen untuk memberantas konten judi online dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Tindakan ini diambil menyusul adanya laporan masyarakat mengenai munculnya konten perjudian online dalam website tersebut,” jelas Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, dikutip dari Media Indonesia, Kamis, 22 Mei 2025.

Ia menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga ruang digital nasional supaya terhindar dari situs-situs negatif yang bisa menjerumuskan masyarakat.

“Kami terus berkomitmen untuk menjaga ruang digital nasional yang aman, sehat, dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat,” tegas Alexander

Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyebut bahwa pihaknya juga sempat melakukan pemblokiran sementara terhadap domain tersebut untuk mencegah penyebaran konten negatif lebih lanjut.

“Sejak berubah dari PeduliLindungi per Maret 2023, pengelolaan sepenuhnya, termasuk keamanan dan website-nya, sudah tidak lagi di bawah Kementerian Kesehatan. Saat ini dikelola oleh pihak lain,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (21/5).

Hingga kini, dugaan sementara mengarah pada kerentanan keamanan pada sisi domain atau server hosting, bukan pada aplikasi PeduliLindungi versi mobile.

Meski sempat bikin khawatir, kini situs itu dikabarkan telah kembali normal dan tidak lagi memperlihatkan konten mencurigakan.

Lebih lanjut lagi, Kementerian Kesehatan RI mengimbau masyarakat untuk tidak memasukkan data pribadi di situs yang mencurigakan, serta memperbarui aplikasi secara berkala demi kemanan.

“Kami meminta masyarakat waspada akan situs yang bernama PeduliLindungi yang meminta data, karena saat ini Kemenkes mengelola SatuSehat, bukan lagi PeduliLindungi,” tambah Aji Muhawarman.

Peretasan ini menambah daftar panjang insiden keamanan siber yang melibatkan platform milik pemerintah.

Baca juga : Cara Mudah Membuka Situs yang Diblokir Tanpa Harus Berlangganan VPN

Penguatan infrastruktur digital dan sistem proteksi siber kembali menjadi sorotan publik seiring meningkatnya ancaman siber di era digitalisasi layanan publik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News (*)

(Ridwan Mufid/TRIBUNJUALBELI.COM)