BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Atap rumah merupakan elemen penting dalam desain arsitektur karena tidak hanya berfungsi sebagai pelindung dari cuaca, tetapi juga memberikan nilai estetika.
Pemilihan bentuk atap yang tepat dapat meningkatkan kenyamanan serta daya tahan rumah terhadap kondisi lingkungan.
Berikut beberapa bentuk atap rumah yang banyak diminati dan sering digunakan dalam berbagai desain hunian:
Baca Juga : Macam-Macam Bahan Peredam Panas untuk Atap Rumah
1. Atap Datar
Bentuk atap yang paling sederhana adalah atap datar (flat roof).
Di Indonesia, atap datar juga dikenal sebagai atap dak.
Bentuk atap rumah dak ini banyak diterapkan untuk hunian-hunian modern di perkotaan.
Meskipun terlihat datar, dak atap tetap dibuat miring untuk mengalirkan air hujan ke saluran khusus yang telah dibuat agar atap tidak tergenang air.
Bentuk atap rumah dak ini rawan bocor sehingga perlu direncanakan dan dibangun dengan cermat, terutama di wilayah yang memiliki curah hujan tinggi.
2. Atap Miring
Atap miring memiliki bentuk struktur satu bidang yang mirip dengan atap datar, hanya saja memiliki kemiringan yang lebih curam.
Atap miring dapat dipasang dengan kemiringan hingga 45 derajat.
Model bentuk atap rumah miring juga disebut atap shed atau skillion.
Atap miring shed umumnya digunakan sebagai atap bangunan sederhana seperti garasi, bengkel, dan lainnya.
Atap skillion berupa satu bidang atap miring yang jika dipadukan akan terlihat sebagai gabungan dari beberapa atap miring, desain atap ini populer sebagai bentuk atap rumah modern minimalis.
3. Atap Pelana
Baca Juga : 7 Sentuhan Dekorasi Teraso agar Rumah Terlihat Lebih Modern
Atap pelana (gable roof) adalah model bentuk atap rumah yang paling umum ditemukan.
Bentuknya merupakan paduan dari dua atap miring yang bertemu pada bagian ujung atas masing-masing bidang, serupa bentuk segitiga.
Atap pelana cocok diterapkan untuk rumah di wilayah 4 musim maupun daerah tropis seperti Indonesia.
Atap pelana memiliki variasi bentuk, misalnya bentuk standard gable (atap pelana standar), box gable (atap pelana menjorok), dan saltbox (atap pelana asimetris).
4. Atap Sandar (Skillion)
Model-model rumah kontemporer kebanyakan sudah menerapkan desain atap rumah sandar ini.
Desain atap rumah ini juga biasanya digunakan untuk bangunan-bangunan tambahan seperti selasar atau emperan.
Banyak arsitek mengadopsi desain atap rumah ini yang kemudian dikombinasikan dengan atap pelana.
Biasanya, tepi atas pada desain atap sandar menempel dengan tembok vertikal.
Selain karakteristik arsitekturnya yang atraktif, desain atap rumah ini juga mengalirkan air hanya ke satu tempat saja, biasanya ke sisi samping rumah.
5. Atap Limas
Atap limas (hip roof) mirip dengan atap pelana.
Jika atap pelana memiliki dua bidang struktur atap berbentuk persegi panjang, atap limas memiliki struktur atap masing-masing berbentuk trapesium dengan kemiringan 30-40 derajat, tergantung curah hujan dan angin di mana rumah berada.
Atap limas dikenal luwes karena bisa menampilkan kesan tradisional atau modern, tergantung pendekatan desain rumah yang diinginkan.
Bentuk atap rumah limas juga digunakan sebagai atap beberapa rumah adat Indonesia.
Model bentuk atap rumah limas sering digunakan sebagai atap rumah tradisional ataupun modern, gazebo, dan gudang, terutama di daerah yang sering mengalami angin kencang karena atap limas memberikan struktur yang kokoh.
Dengan memilih desain atap yang tepat, rumah tidak hanya akan lebih indah tetapi juga lebih fungsional dan nyaman untuk ditinggali.
Selain itu, mempertimbangkan bahan dan sistem drainase yang baik akan memastikan atap lebih awet dan tahan lama.
(Eno/TribunJualBeli.com)