BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Relay pada mobil mungkin terdengar seperti komponen yang sederhana, tapi perannya sangat penting untuk memastikan sistem kelistrikan mobil berjalan dengan lancar.
Komponen ini bekerja untuk mengatur aliran listrik ke berbagai bagian mobil, seperti lampu, klakson, dan sistem kelistrikan lainnya.
Tanpa relay, aliran listrik bisa terganggu, yang dapat menyebabkan komponen-komponen mobil tidak berfungsi dengan baik.
Baca Juga: 17 Arti Lampu Indikator pada Mobil yang Wajib Kamu Ketahui
Memahami cara kerja relay bisa membantu kita menjaga komponen mobil tetap awet dan mencegah kerusakan yang disebabkan oleh arus listrik yang tidak stabil.
Dengan sedikit pengetahuan tentang relay, kita bisa merawat mobil dengan lebih baik.
Selain itu, mengetahui cara kerja relay juga bisa membuat kita lebih mudah mengenali masalah pada sistem kelistrikan mobil.
Jika kamu pernah mengalami masalah seperti lampu redup atau klakson yang tidak nyaring, bisa jadi relay adalah penyebabnya.
Baca Juga: 5 Cara Tepat Merawat Power Window Mobil agar Tidak Mudah Macet atau Rusak
Berikut ini, yuk simak penjelasan tentang fungsi dan cara kerja relay di mobil agar mobil kamu tetap dalam kondisi terbaik:
5 Fungsi Relay pada Mobil
Fungsi relay pada mobil secara umum menjadi pengendali aliran listrik pada berbagai komponen di dalam mobil.
Jika relay diterapkan secara benar, fungsi lainnya akan bekerja optimal.
Fungsi relay pada mobil lebih luas lagi akan memberikan kegunaan sebagai berikut.
1. Memperpanjang usia mobil
Relay berfungsi untuk membuat aliran listrik di komponen mobil bekerja dengan lebih optimal.
Dengan adanya relay, saklar yang mengontrol aliran listrik bisa bekerja dengan lebih aman, karena tidak mudah meleleh akibat panas berlebih.
Saklar sendiri adalah bagian yang menghubungkan dan memutus aliran listrik ke komponen mobil yang membutuhkan daya listrik besar, seperti lampu atau sistem pendingin.
Jadi, relay membantu menjaga agar saklar tidak cepat rusak dan memastikan aliran listrik tetap stabil dan aman.
2. Menurunkan hambatan pada arus
Fungsi relay juga membantu mengurangi hambatan pada arus listrik, sehingga komponen elektromagnet di mobil tetap bisa bekerja dengan lancar.
Misalnya, jika ada hambatan pada arus listrik, kamu mungkin akan merasakan klakson yang tidak nyaring atau lampu yang menjadi redup.
Hal ini terjadi karena aliran listrik yang tidak stabil atau terhambat.
Dengan adanya relay, arus listrik bisa mengalir lebih lancar, membuat komponen-komponen tersebut berfungsi dengan baik dan tidak terganggu.
3. Pengaman arus listrik
Relay juga berfungsi sebagai pengaman arus listrik secara otomatis.
Keberadaannya di mobil membantu menghubungkan dan memutus aliran listrik sesuai kebutuhan.
Ketika ada masalah atau arus listrik berlebih, relay akan memutuskan aliran listrik untuk mencegah kerusakan pada komponen mobil.
Dengan cara ini, relay menjaga agar aliran listrik tetap aman dan mengunci aktivitas komponen elektromagnetik, seperti klakson atau sistem lainnya, agar tidak terganggu atau rusak.
4. Saklar switch elektromagnetik
Fungsi relay pada mobil juga mirip dengan saklar elektronik.
Ketika relay dialiri listrik, ia akan menghasilkan gaya magnet.
Gaya magnet inilah yang kemudian menarik bagian tertentu pada relay, sehingga membuat Terminal 97 dan Terminal 30 terhubung satu sama lain.
Proses ini memungkinkan aliran listrik mengalir ke komponen yang membutuhkan daya, seperti sistem kelistrikan di mobil.
Dengan kata lain, relay berperan untuk mengontrol aliran listrik secara otomatis melalui gaya magnet yang dihasilkannya.
5. Mencegah kerusakan komponen mobil lain
Relay berfungsi untuk menjaga agar arus listrik yang dibutuhkan oleh komponen mobil tetap dalam kondisi optimal.
Dengan demikian, komponen-komponen tersebut akan mendapatkan aliran listrik yang stabil dan tepat, sehingga tidak mudah rusak atau aus.
Artinya, relay membantu memperpanjang umur pakai komponen mobil, karena aliran listrik yang lancar membuat komponen bekerja lebih efisien dan awet.
Cara Kerja Relay Mobil
Selain mengetahui fungsinya, penting juga untuk memahami bagaimana cara kerja relay pada mobil.
Relay terdiri dari dua bagian utama, yaitu kumparan dan titik (poin).
Kedua bagian ini bekerja bersama untuk membuat aliran listrik lebih efisien dan mengurangi hambatan dalam sistem kelistrikan, sehingga listrik dapat mengalir lebih maksimal ke komponen yang membutuhkan.
Pada relay, ada beberapa tipe terminal, seperti 30, 85, 86, dan 87.
Arus listrik dari relay akan mengalir melalui terminal 85 dan 86 menuju kumparan.
Ketika listrik mengalir ke kumparan, akan muncul gaya magnet yang kemudian menarik kontraktor untuk menghubungkan terminal-terminal tersebut.
Setelah proses magnetisasi ini, arus listrik akan mengalir ke terminal 30 dan dilanjutkan ke terminal 87.
Proses ini terjadi berulang-ulang, sehingga tidak ada hambatan dalam aliran listrik.
Dengan menambahkan relay, aliran listrik akan lebih lancar, yang juga membantu komponen elektromagnetik untuk tidak cepat rusak.
Nah itu dia, merupakan fungsi dan cara kerja relay pada mobil. Semoga bermanfaat!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News (*)
(PRAMANUHARAOEE/TRIBUNJUALBELI.COM)