0

Masih Suka Terapkan 'Full Tank' ? Inilah Bahayanya Jika Tangki Bensin Terlalu Penuh!

Penulis: Nadhira Septianda
Masih Suka Terapkan 'Full Tank' ? Inilah Bahayanya Jika Tangki Bensin Terlalu Penuh!

TRIBUNJUALBELI.COM - Istilah ‘full tank’ kerap kita dengar ketika pengisian bahan bakar di SPBU.

Tak hanya sekedar penuh, namun seringkali bensin ini melebihi bibir lubang pengisian pada tangki dan meluber.

“Ketika bensin ini meluber ke bawah, bisa saja mengenai kabel-kabel kelistrikan di bawah tangki.

Ini bisa menjadi pemicu kebakaran,” buka Supriyono dari bagian teknikal bengkel resmi Suzuki Indrapura, Surabaya.

Bukankah bensin setelah terkena udara akan menguap? “Sebenarnya bukan bensin yang meluber tadi yang memicu kebakaran dalam konteks ini. "

"Tapi uap bensin lah yang menjadi penghantar. Apalagi ketika motor diparkir di dalam ruang tertutup."

"Sebab uap bensin ini tidak terlihat. Bayangkan saja kalau di sekitar ruangan itu ada sumber percikan api, yang bisa datang dari mana saja. Termasuk kabel motor itu sendiri…” ungkap Supriyono.

Lebih lanjut Supriyono menjelaskan pengalamannya ketika terlibat dalam workshop yang menghadirkan pembicara dari Suzuki Jepang tahun 2013 lalu.

“Dari alat deteksi arus listrik statis yang mereka bawa, terlihat percikan bunga api pada salah satu kabel motor yang dijadikan obyek penelitian."


"Memang tidak terlalu terlihat oleh mata. Tapi dengan bantuan alat itu bisa diketahui besaran percikan bunga apinya,” jelasnya.

“Ingat! Setiap motor yang sudah dipasangi aki dengan kabel min (-) dan plus (+) yang telah terhubung ke kabel-kabel kelistrikan, maka artinya motor itu sudah dialiri tegangan listrik.“

Jadi meskipun motor dalam kondisi tidak menyala (diam), namun motor itu sudah mengandung tegangan listrik meskipun kecil.

Dengan kata lain sudah menyimpan bunga api.

Terutama di bagian sensor-sensornya, untuk motor injeksi.

“Tiap sensor pada motor injeksi ini dialiri tegangan listrik sebesar 4 volt,” ungkap Supriyono sambil menambahkan paling tidak ada 7 sensor.

Yang bahaya di sini adalah jika terjadi lompatan atau percikan listrik.

Bisa karena kabel plus (+) yang mengelupas menempel ke massa, maka terjadilah percikan listrik.

Nah, ketika percikan listrik ini ketemu dengan komponen-komponen motor yang mudah terbakar, maka sangat dimungkinkan terjadinya kebakaran.


Untuk itu Supriyono menghimbau, ketika mengisi penuh bahan bakar, sebaiknya masih menyisakan jarak dengan bibir lubang pengisian di tangki.

Tujuannya supaya ada udara di dalam tangki bensin yang bisa bersirkulasi.

Itulah sebabnya, setiap tangki bensin selalu dilengkapi dengan lubang hawa yang berfungsi mengurangi tekanan yang dihasilkan bensin di dalam tangki.

Nah, ketika seluruh ruang di dalam tangki dipenuhi bensin, maka gas yang timbul hasil ekspansi BBM akan keluar dari tangki melalui selang.

Karena itu, saat mengisi bensin di SPBU, posisikan dua roda motor menapak ke tanah.

Motor jangan dijagrak tengah, karena biasanya bagian belakang akan jomplang ke atas.

Seandainya dalam posisi begini bensin diisikan penuh ke dalam tangki, maka begitu jagrak dilepas, bensin akan luber.

Harus diingat juga, meski tutup tangki sudah ditutup rapat, tapi pasti masih ada uap bensin yang menerobos keluar.

(Otoplus/Indramawan)

Berita ini sudah tayang di Otoplus.id, dengan judul Full Tank Picu Kebakaran