0

Belajar dari Kecelakaan Bus di Subang, Ketahui Ciri-Ciri dan Langkah Penanganan Jika Rem Blong

Penulis: Pramanuhara OktalineEdisiwi
Belajar dari Kecelakaan Bus di Subang, Ketahui Ciri-Ciri dan Langkah Penanganan Jika Rem Blong

BLOG.TRIBUNJUALBELI.COM - Bus Trans Putera Fajar terlibat kecelakaan maut hingga menyebabkan belasan penumpangnya tewas di Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5) malam.

Bus itu mengangkut rombongan pelajar dari SMK Lingga Kencana Kota Depok.

Bus oleng hingga menabrak sepeda motor dari arah berlawanan, sehingga kecelakaan itu diduga akibat bus mengalami rem blong.

Baca Juga: Ban Botak Bisa Bikin Kecelakaan, Cek Harga Ban Mobil Terbaru

Dilansir dari Antara, Wadirlantas Polda Jabar AKBP Edwin Affandi mengatakan menduga kecelakaan dipicu rem blong. Polisi juga tidak menemukan jejak rem di TKP.

"Pelaksanaan olah TKP akan berlangsung sekitar satu jam, kemudian dugaan awal penyebab terjadinya kecelakaan karena tidak berfungsinya sistem rem karena di TKP tidak sama sekali kita temukan bekas rem atau jejak rem dari bus."

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Jules Abraham Abast menjelaskan kecelakaan bermula saat bus melaju dari arah selatan menuju utara pada jalan yang menurun, oleng ke kanan.

Kemudian menabrak kendaraan merek Feroza dari arah berlawanan.

Baca Juga: Simak Besaran Santunan dan Kategori Korban Kecelakaan yang Dapat Asuransi Jasa Raharja

Sebanyak 11 orang meninggal dunia akibat peristiwa itu. Korban terdiri dari sembilan orang siswa SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat, seorang guru dan seorang warga sekitar kejadian.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Subang Maxi mengatakan total korban, termasuk yang luka, dalam kejadian itu sebanyak 60 orang.

Belajar dari kecelakaan bus tersebut, kita perlu mengetahui langkah antisipasi apabila kendaraan kita baik bus, mobil atau lainnya mengalami rem blong.

Ilustrasi pengemudi atau sopir bus. (Kompas.com)

Sebagai pengemudi bus sendiri memiliki tanggung jawab yang besar dalam menjaga keselamatan penumpangnya.

Namun jika pengemudi merasa bus yang dikemudikannya rem blong, ada cara yang aman bagaimana cara menyikapinya.

Ada langkah-langkahnya, pertama jangan panik, pastikan remnya blong. Ketika remnya blong, gunakan rem-rem lain, seperti retarder, exhaust brake atau engine brake,

vriri
 
 
Sticker Uji KIR Untuk Meminimalisir Resiko Kecelakaan - Jakarta Pusat
Rp 5,000.00
dki-jakarta

Perlu diketahui, ada dua jenis rem pada bus, pertama yaitu rem utama atau service brake yang ada di kaki.
Kemudian ada rem pembantu, yaitu exhaust brake atau rem knalpot dan retarder yang keduanya berfungsi membantu rem utama.

Gunakan rem-rem yang lain sambil mencari titik-titik aman untuk escape.

Kalau ada jalur untuk rem blong, bisa ke situ, namun jika tidak ada, bisa cari pasir.

Secara ilmiah, gundukan pasir, semak-semak, rumput bahkan sawah bisa mengurangi laju kendaraan.

Bisa juga dengan menyerempetkan bus ke tebing, kalau tidak ada juga bisa diserempet ke truk atau bus yang parkir.

Ilustrasi menginjak pedal kendaraan mobil. (Astradaihatsu)

Jika kamu pengendara mobil, kamu juga perlu mengenali ciri-ciri dan penanganan ketika rem mobil blong.

Kondisi rem blong bisa terjadi akibat berbagai faktor seperti karena kerusakan komponen atau kekurangan minyak.

Keadaan ini menyebabkan sistem pengereman pada kendaraan sulit dikendalikan. ​​​​​​​

Dalam situasi ini, ketika kendaraan sedang berjalan dan perlu dihentikan, rem tidak dapat berfungsi dengan optimal.

Balijavaindotourandtravel
 
 
Bali Java Indo Travel And Tours dan Penyewaan Kendaraan - Yogyakarta
Rp 700,000.00
di-yogyakarta

Ciri-ciri yang menunjukkan mobil dalam keadaan rem blong, diantaranya:

1. Pedal rem menjadi lebih ringan

Jika minyak rem habis, injakan pada pedal rem akan terasa ringan bahkan hilang.

Hal ini terjadi karena minyak rem tidak dapat meneruskan tekanan dari pedal rem untuk menekan kampas rem.

Hal ini dapat disebabkan oleh kebocoran atau adanya udara dalam sistem rem yang harus segera dibuang.

2. Rem tertarik ke sisi lain

Ketika kamu menginjak rem, mobil terasa miring ke arah kanan atau kiri yang dapat dirasakan dari pergerakan setir yang terdorong ke arah yang berlawanan dengan keinginan kamu.

Dan kamu harus berusaha menahan agar mobil tidak ikut belok.

Kemungkinan penyebabnya adalah adanya gangguan pada saluran distribusi tekanan minyak rem.

Hal ini dapat disebabkan oleh kebocoran pada salah satu silinder piston rem.

Bus Pariwisata Jogja
 
 
Magneto Trans Holidays Sewa Bus Jogja ke Boyolali - Gunung Kidul Yogyakarta
Rp 1,800,000.00
di-yogyakarta

3. Rem bergetar

Terjadi karena kondisi sepatu rem yang mengeras atau rem terkena oli.

Jika oli pada rem tidak dibersihkan dapat berakibat rem blong.

Rem bergetar juga bisa berasal dari piringan cakram atau teromol rem yang tidak rata.

Kondisi ini melemahkan kinerja rem dan kehilangan tekanan di kondisi kerja yang berat.​​​​​​​

4. Suara gesekan

Adanya komponen yang mengalami keausan seperti sepatu atau kampas rem biasanya menjadi penyebab rem mobil blong, keausan ini terjadi ketika kampas rem sudah habis.

Akibatnya, terjadi gesekan antara piringan cakram atau drum dengan pegangan kampas rem.

Kondisi ini menyebabkan panas pada rem dan kehilangan daya cengkeram, sistem rem mengalami kegagalan fungsi dan menjadi blong.

Sebelum hal-hal di atas terjadi, kamu perlu melakukan pencegahan dengan penggantian oli otomatis sekitar setiap 30.000 - 40.000 km.

Penting juga untuk memilih minyak rem yang sesuai dengan spesifikasi DOT agar performanya optimal.

Selain itu, pengemudi juga dapat mempelajari teknik pengereman bantuan, seperti engine brake.

Namun, perlu diingat bahwa teknik ini sebaiknya hanya dilakukan pada kecepatan rendah.

Pada kecepatan tinggi, penggunaan engine brake berpotensi merusak transmisi.​​​​​​​ (*)

(Pramanuhara/TribunJualbeli.com)