0

Bukan Sebuah Penyakit, Ternyata Ini Fakta yang Benar Soal Panas Dalam. Jangan Gampang Percaya!

Penulis: Alieza Nurulita Dewi
Bukan Sebuah Penyakit, Ternyata Ini Fakta yang Benar Soal Panas Dalam. Jangan Gampang Percaya!

TRIBUNJUALBELI.COM - Sering kali kita merasa tak enak badan denga kondisi panas dalam.

Kondisi itu sering kali disebut sebagai sebuah penyakit.

(Baca: Dengan Alat Ini Kamu Bisa Dapatkan Tubuh Ideal dan Tentunya Sehat)

Namun ternyata fakta mengejutan soal panas dalam terungkap.

Dalam ilmu kedokteran Tiongkok (TCM), panas dalam disebut shanghuo.

Ciri-ciri seseorang mengalami shanghuo alias panas dalam adalah kerongkonan merah, ada pembengkakan amandel, badan terasa ngilu, demam atau biasa dikenal dengan panas dingin, yaitu badan jika diraba panas, tapi orang tersebut merasa kedinginan.

Di Cina, seseorang yang didiagnosis shanghuo akan diminta untuk istirahat total, minum banyak, dan mengonsumsi banyak buah-buahan berwarna cerah.

Terapi tersebut tidak salah, ini sejalan dengan pengobatan secara medis yang banyak dikenal.

Pasalnya, shanghuo bukanlah penyakit, melainkan sebuah gejala penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus.

Penanganannya tidak lain adalah istirahat, cukup minum, dan cukup asupan nutrisi, khususnya yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan itu banyak terdapat pada buah-buahan berwarna cerah.

Selain karena infeksi virus, kondisi seperti disebutkan itu bisa juga dikarenakan penyakit non-infeksi, seperti penyakit autoimun dan penyakit endokrin.


 

Tentu penanganannya tidak cukup dengan istirahat, minum, dan makan, tetapi perlu terapi lainnya yang sesuai dengan kondisi pasien saat itu.

Dalam pengobatan medis, jika seseorang mengalami keluhan seperti panas dalam, dokter akan memeriksa kondisi klinis dan anamnesis.

Kemudian, memberikan terapi pertama, seperti bedrest.

Namun, dokter akan mewanti-wanti jika sakit berlanjut atau memburuk dalam tiga hari, segera kontrol kembali.

Nah, di sini dokter akan melakukan pemeriksaan lebih spesifik, bisa cek laboratorium dan sebagainya yang dianggap perlu untuk menegakkan diagnosis.

Pengobatan TCM lain lagi, pemeriksa atau dokter TCM mendiagnosis pasien dengan keluhan panas dalam melalui pemeriksaan visual.

Biasanya didasarkan pada penilaian subjektif dokter, tidak ditentukan parameter diagnostik objektif.

Yang jadi masalah adalah masyarakat hingga kini memercayai bahwa panas dalam itu sebuah penyakit yang harus ditangani dengan obat A, larutan B.

Jadinya, banyak orang melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan.

Untuk itu, bila merasakan apa yang disebut panas dalam atau di Jawa dikenal dengan istilah pancingan, yang perlu dilakukan adalah mengamati kondisi tubuh.


 

Caranya dengan mengukur suhu tubuh menggunakan termometer.

Melihat apakah masih ada kesadaran atau tidak, lalu mencukupi kebutuhan gizi harian dari makanan.

Boleh juga ditambah minum oralit sebagai pengganti cairan tubuh yang banyak hilang saat tubuh sedang demam.

Terakhir istirahat total selama tiga hari.

Jika dalam tiga hari kondisi tubuh membaik, berarti imunitas tubuh bisa mengatasi infeksi virus yang masuk.

Namun jika dalam tiga hari kondisi memburuk atau sakit tidak kunjung sembuh, itu tandanya kita memerlukan pemeriksaan yang lebih spesifik.

Hal itu dilakukan untuk memperoleh diagnosis yang tepat.

Sehingga mendapatkan penanganan yang tepat.

Yang perlu diingat, panas dalam bukan sebuah penyakit, melainkan gejala penyakit.