0

Astaga, Ternyata Gara-gara Ini Banyak Motor Yamaha NMAX Sudah Dijual dalam Kondisi Bekas

Penulis: Achadiyah Nurul
Astaga, Ternyata Gara-gara Ini Banyak Motor Yamaha NMAX Sudah Dijual dalam Kondisi Bekas

TRIBUNJUALBELI.COM - Tingginya permintaan skutik Yamaha NMAX membuat calon konsumen harus masuk ke daftar inden.

Bagi yang tidak sabar menunggu, pasar motor bekas bisa jadi alternatif.

Di beberapa diler motor bekas, NMAX jadi bintang jualan.

Para pedangan mengaku tidak butuh waktu lama untuk dapat menjual lagi skutik 150 cc tersebut.

"Konsumen yang cari sangat banyak, pedagang yang mau cari banyak, tapi barang memang susah dicari."

"Begitu ada pasti tidak lama langsung berpindah tangan," ucap Hendrik dari B2Y Motor, Rawa Belong saat ditemui Otomania beberapa waktu lalu.

Para pedagang ini mendapatkan unit NMAX dari pemilik sebelumnya.

Beberapa pemilik beralasan untuk mendapatkan dana segar, tidak jarang yang ingin mengganti sepeda motornya.

Apa saja alasan pemilik NMAX ini coba menjual motornya?

"Ada yang sudah bosan, baru punya setahun. Ada yang bilang tidak cocok karena terlalu besar."


"Tapi yang banyak baru-baru ini alasan dijual karena ingin ganti motor."

"Kemarin Yamaha mengeluarkan Aerox dan XMAX, mereka mau ganti itu," ucap Iyos dari Talenta Motor, di waktu yang sama.

Para pedagang sudah pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan jika ada pemilik NMAX mau melego motornya.

Meski dengan harga yang cukup tinggi, para pedagang memastikan motor dalam kondisi baik.

"Kita pastikan masih terawat, mulai dari fisik dan mesin."

"Untuk kepemilikan kita dibantu pihak leasing, memudahkan calon konsumen," ucap Iyos.

NMAX bekas ini dibanderol cukup tinggi. Untuk tahun pembuatan 2016, dibanderol Rp 23 jutaan dengan versi ABS lebih mahal yakni Rp 25 jutaan.

Bandingkan dengan harga barunya di angka Rp 25,7 juta sedangkan versi ABS 29,6 juta. (Otomania.com/Setyo Adi Nugroho)

Banyak yang Gak Tahu, Ternyata Ini Fungsi Fasilitas SWDKLLJ di STNK dan Cara Penggunaannya

Sebagai pengguna kendaraan, setiap tahunnya Anda selalu membayar Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) saat memperpanjang pajak STNK.

Lantas, tahukah Anda manfaat dari "tarikan" tersebut?


NTMC Korlantas Polri coba menyosialisasi manfaat atau faedah yang bisa didapatkan setiap pemilik kendaraan bermotor.

SWDKLLJ yang Anda bayarkan berarti asuransi Jasa Raharja akan siap meng-cover kecelakaan.

Santunan yang diberikan cukup banyak, seperti misalnya kecelakaan dan meninggal dunia, mendapat santunan Rp 25 juta.

Cacat tetap (optimal) juga sebesar Rp 25 juta.

Sedangkan biaya rawat (maksimal) sebesar Rp 10 juta dan biaya penguburan Rp 2 juta.

Meski tidak dihendaki, namun jika datang sial maka kita harus tahu cara menggunakannya.

Berikut tata caranya:

1. Menghubungi kantor Jasa Raharja terdekat.

2. Isi formulir, ajukan dengan memasukkan laporan kecelakaan dari pihak kepolisian atau pihak berwenang, surat informasi kesehatan dari dokter yang membuat perlindungan atau dari Rumah Sakit, KTP jati diri korban atau ahli waris.

3. Bila korban luka-luka, lampirkan kuitansi biaya perawatan dan pengobatan yang asli.


Bila meninggal dunia, dibutuhkan Kartu Keluarga atau Surat Nikah.

4. Hak santunan akan gugur bila pengajuan lebih dari enam bulan sejak mulai terjadinya musibah, atau tak dilakukan penagihan dalam kurun tiga bulan sejak hak santunan disetujui oleh Jasa Raharja.

Santunan ini diberikan bukan hanya pada seorang atau pengemudi namun juga berlaku pada beberapa penumpang yang ikut jadi korban kecelakaan. (Otomania.com/Aris F Harvenda)

Awas Jangan Asal Isi Pertalite ke Motor Kamu, Jika Salah Fatal Akibatnya. Berikut ini Daftar Motor yang Cocok dengan BBM Ini

Seperti kita tahu, Pertalite resmi menggantikan posisi premium sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.

Banyak yang sudah beralih ke bahan bakar terbaru dari pertamina ini.

Perlu diketahui nilai oktannya ada di angka 90, di bawah Pertamax (92) dan di atas Premium (88).

Lalu motor seperti apa yang cocok dengan bahan bakar seperti ini?


Dijelaskan oleh ahli Sistem Pembangkit Daya-Perawatan Mesin dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Ir. Tri Yuswidjajanto yang membantu pengetesan Pertalite, RON 90 cocok untuk mesin dengan kompresi antara 9 sampai 10 banding 1.

Sedang diatas itu, sebaiknya sudah pakai RON 92.

"Di Indonesia sendiri, rentang kompresi mesin sepeda motor ada pada 7 sampai 11,5," jelasnya. Meski begitu, pria ramah ini menegaskan jika kendaraan dengan mesin berkompresi 9 sampai 10 banding 1, populasinya paling banyak di Indonesia.

"Itu sebabnya akan banyak sekali konsumen yang kendaraannya cocok dengan spesifikasi bensin Pertalite," tuturnya.

Oktan menjadi penting karena makin tinggi oktan maka bensin tidak mudah terbakar sebelum waktunya.

Kompresi tinggi dan suhu tinggi bisa membuat bensin terbakar lebih dulu sebelum dipantik busi.

Efeknya, tenaga loyo dan boros BBM.

Pihak produsen pun menyambut gembira, dengan harga lebih terjangkau dan kualitas yang baik diyakini bisa membuat komponen ruang bakar jadi lebih awet.

Berita ini sudah tayang di laman Otomania.com dengan judul Kenapa NMAX Sudah Ada Sekennya?