0

Viral Unggahan Ruam Merah di Kulit Tanda HIV? Yuk Ketahui Gejala dan Risiko HIV

Penulis: Mirta HanindyaResanti
Viral Unggahan Ruam Merah di Kulit Tanda HIV? Yuk Ketahui Gejala dan Risiko HIV

TRIBUNJUALBELI.COM – Sebuah unggahan di media sosial Twitter mengenai ruam merah di kulit gejala dari infeksi HIV sedang ramai diperbincangkan.

HIV merupakan virus yang menyerang kekebalan tubuh, jika tidak diobati dapat menyebabkan seseorang terkena acquired immunodeficiency syndrome (AIDS).

Lantas, apa saja gejala, penyebab dan bagaimana risiko jika terinfeksi HIV?

Baca juga Berbahaya bagi Kesehatan Kulit, Simak Cara Mengenali Sunscreen yang Kedaluwarsa

Akun Twitter @infotwitwor_ mengunggah ulang tangkapan layar akun @tanyakanrl.

"wkwkwk maksa... Guys sering banget muncul bercak merah gini di badan aku, tapi itu ga gatel. Ada yg tau ga ya kenapa? takut tanda-tanda hiv," tanya akun tersebut.

Melalui unggahan viral tersebut, benarkah ruam merah di kulit yang muncul bisa menjadi pertanda HIV?

Lebih jelasnya, yuk simak penjelasan ahli mengenai HIV dan bagaimana gejala serta risikonya, dilansir dari Kompas.com.

Baca juga Budayawan Cak Nun Dirawat Usai Mengalami Pendarahan Otak, Kenali Penyebab dan Cara Pencegahannya

1. Penjelasan Ahli

Dokter spesialis kulit dan kelamin dr Dedianto Hidajat tidak membenarkan bahwa gejala ruam warna merah seperti di unggahan tersebut adalah gejala HIV.

"Tidak (bercak merah bukan berarti HIV)," ujar Dedi dikutip dari Kompas.com.

Pasalnya ruam merah pada kulit bisa menjadi tanda banyak sekali jenis penyakit kulit, jadi tidak spesifik untuk tanda terinfeksi HIV.

Menurut Dedi, ruam warna merah pada pasien yang terinfeksi HIV justru kadang tidak muncul secara spesifik.

"Untuk mengetahui seseorang mengidap HIV tentu saja harus dilihat apakah punya riwayat risiko tinggi terpapar virus HIV," ujarnya.


2. Gejala HIV

Gejala HIV munculnya dapat bervariasi, tergantung dari fase infeksi, seperti:

- Gejala infeksi primer (HIV Akut)

Salah satu gejala yang muncul yaitu flu dalam waktu 2 sampai 4 minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh.

Penyakit ini dikenal sebagai infeksi HIV primer (akut), bisa berlangsung selama beberapa minggu.

Cek disini Pusat Perawatan, Terapi Depresi Autisme dan Layanan Kesehatan Mental Panti Karya Asih - Malang

Beli disini EMS Neck Massage Pijat Leher Ems Alat Pijat Elektrik Terapi Leher Tubuh Refleksi Infrare Magnetic

Beberapa tanda dan gejala HIV seperti demam, sakit kepala, nyeri otot dan nyeri sendi.

Munculnya ruam pada kulit, sakit tenggorokan dan sariawan yang menyakitkan, pembengkakan kelenjar getah bening, terutama di leher, diare, penurunan berat badan, batuk hingga keringat malam.

Gejala-gejala tersebut bisa sangat ringan, jadi pasien mungkin tidak menyadarinya.

Tetapi, jumlah virus dalam aliran darah penderita (viral load) cukup tinggi saat ini.

Akibatnya, infeksi menyebar lebih mudah selama infeksi primer daripada selama tahap berikutnya.


- Gejala infeksi laten klinis (HIV Kronis)

Dalam tahap infeksi ini, HIV masih ada di dalam tubuh dan di sel darah putih.

Mungkin banyak orang tidak memiliki gejala atau infeksi selama waktu ini.

Justru tahap ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun jika penderita tidak menerima terapi antiretroviral (ART).

Justru beberapa orang yang berada di tahap ini perkembangan penyakit bisa lebih parah dan cepat.

Cek disini Jasa Hipnoterapi Di Magelang Profesional Serta Telah Terdaftar Di Dinas Kesehatan - Magelang Kota

Beli disini Alat Akupuntur Elektronik Pulse Rumah Digital Alat Fisioterapi Akupuntur Meridian

- Infeksi HIV simtomatik

Saat masa ini, virus terus berkembang biak dan menghancurkan sel-sel kekebalan, sel-sel dalam tubuh yang membantu melawan penyakit.

Jadi, penderita mungkin mengalami infeksi ringan atau tanda dan gejala kronis.

Beberapa gejala kronisnya seperti, demam, kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening atau seringkali merupakan salah satu tanda pertama infeksi HIV.

Bisa juga diare, penurunan berat badan, infeksi jamur mulut (sariawan), herpes zoster (herpes zoster) sampai radang paru-paru.


3. Faktor risiko HIV

Sejumlah faktor risiko seseorang terinfeksi HIV, antara lain: 

- Seseorang dengan perilaku seks yang tidak aman,

- Penggunaan jarum suntik bersama dan tidak steril,

- Ibu hamil yang tertular HIV dari suaminya,

- Tenaga kesehatan yang bekerja di wilayah resiko tinggi.

Cek disini Official Hospital Plint Khusus Untuk Pabrik Foodprocesing dan Instansi Kesehatan - Magelang

Untuk memastikan apakah terkena HIV atau tidak, harus dikonfirmasi dengan hasil pemeriksaan atau tes laboratorium.

Adapun terkait bercak merah dalam unggahan viral di Twitter tersebut, untuk memastikan penyebabnya, tidak bisa hanya berdasarkan dari gambar yang terlihat saja.

Karena ada lebih dari 3.000 penyakit kulit dengan tampilan bercak merah.

Nah, itulah beberapa tanda gejala terinfeksi HIV serta faktor risiko yang bisa terjadi. (*)

(Mirta/TribunJualbeli.com)