TRIBUNJUALBELI.COM – Divisi Infanteri 3 Kostrad berkabung satu prajuritnya Pratu (Anumerta) Muhammad Ardiansyah Taena meninggal dunia.
Pratu meninggal dunia karena sakit malaria ketika melaksanakan Satgas Pamtas Mobile Wilayah Papua Tahun Angkatan 2023.
Lantas, apa bahaya dari malaria dan bagaimana pencegahannya? Yuk simak pembahasannya berikut ini.
Baca Juga: Waspada Jangan Sampai Tertular, Ini Ciri-Ciri Daging yang Terkontaminasi Bakteri Antraks
Malaria adalah salah satu jenis penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles, terutama yang betina.
Lantas apa itu nyamuk Anopheles? Orang yang terkena malaria ciri-cirinya bisa mengalami flu dan demam tinggi.
Bahkan, bisa sampai sakit kepala, sakit tubuh sampai menggigil.
Cek Harga Fogging Nyamuk Demam Berdarah - Surabaya
Melansir laman CDC, Anopheles betina mengkonsumsi darah untuk memproduksi telur.
Hal itu merupakan penghubung antara manusia dan inang nyamuk dalam siklus hidup parasit.
Nyamuk Anopheles dapat ditemukan di seluruh dunia kecuali Antartika.
Nyamuk ini dapat menularkan malaria tidak hanya di wilayah endemik malaria, tetapi juga wilayah di mana malaria telah diberantas dan berisiko kembali terkena malaria.
Beli Disini Test Malaria Mandiri Siap Pakai
Penyebab Penyakit Malaria
Dilansir dari siloamhospitals.com, malaria disebabkan oleh infeksi Plasmodium yang terbawa nyamuk Anopheles betina.
Malaria tidak dapat menular lewat kontak langsung dari satu orang ke orang lainnya, melainkan melalui gigitan nyamuk.
Akan tetapi, penyakit ini juga dapat menyebar dengan cara berikut:
1. Penularan dari ibu kepada bayi saat melahirkan (malaria kongenital).
2. Transfusi darah.
3. Penggunaan jarum suntik bersama.
Gejala Saat Mengalami Malaria
Orang yang terinfeksi malaria biasanya baru mengalami gejala dalam kurun waktu 10 hari hingga 4 minggu pasca gigitan pertama.
Akan tetapi, tak jarang gejala tersebut muncul dalam waktu 7 hari setelah terinfeksi.
Cek Harga Paranet Nyamuk Berkualitas Harga Terjangkau - Surabaya
Adapun beberapa gejala yang umum dialami oleh penderita malaria adalah sebagai berikut:
- Demam tinggi.
- Menggigil.
- Mual dan muntah.
- Diare.
- Nyeri kepala.
- Nyeri otot.
- Kelelahan.
- Banyak berkeringat.
- Nyeri perut.
- Kehilangan selera makan.
- Kesulitan bernapas.
- Detak jantung meningkat.
Pengobatan Penyakit Malaria
Terapi Kombinasi Berbasis Artemisinin atau Artemisinin-based Combination Therapy (ACT) adalah pengobatan malaria yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia dan WHO.
ACT merupakan kombinasi dari dua atau lebih obat yang bekerja melawan parasit malaria melalui cara yang berbeda, misalnya artemether-lumefantrine (Coartem) dan artesunate-mefloquine.
Beli Disini Promo Force Magic Pembasmi Nyamuk Lemon 2x600ml
Pencegahan Penyakit Malaria
Malaria disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles, oleh karena itu pencegahannya adalah dengan merubah pola perilaku manusia agar nyamuk tidak muncul.
Berikut beberapa tips untuk mencegah penyebaran penyakit malaria:
- Gunakan kelambu ketika tidur.
- Memakai pakaian serba panjang seperti celana dan lengan panjang selama beraktivitas.
- Hindari meletakkan pakaian basah di dalam rumah karena dapat menjadi tempat persembunyian nyamuk.
- Lakukan langkah 3M (Menguras penampungan air, Mengubur barang bekas, dan Mendaur ulang barang bekas).
- Gunakan lotion anti nyamuk yang mengandung DEET (diethyltoluamide).
- Pasang obat nyamuk dan rutin menyemprot obat nyamuk terutama di pagi dan sore hari.
- Rutin melakukan fogging massal di daerah dengan tingkat malaria yang tinggi minimal sebulan sekali.
Cek Harga Kelambu, Kelambu Anti Nyamuk, Kelambu Anti Lalat, Kelambu Lipat -; Jakarta Timur
Nah itu dia merupakan penjelasan mengenai penyakit malaria secara singkat dan perlu kamu waspadai.
Apabila kamu mengalami gejala di atas, kamu dapat langsung membawanya ke rumah sakit terdekat. (*)
(Pramanuhara/TribunJualbeli.com)