TRIBUNJUALBELI.COM – Kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia banyak sekali motifnya.
Menariknya, ada kain tenun yang berasal dari Bumi Serambi Madinah yang memiliki 25 motif.
Yap, kerajinan kain tenun Karawo ini memiliki 25 motif spesial yang bercirikan flora, fauna, alam, dan geometris.
Cek disini Grosir Sarung Tenun Cendana Berbagai Motif Berkualitas - Malang
Indonesia terkenal dengan kekayaan alam, adat istiadat, budaya serta kerajinan tangannya.
Salah satunya seni wastra atau kain tradisional yang jadi produk kerajinan tangan unggulan di Tanah Air.
Setiap daerah memiliki kain tradisional khasnya sendiri, baik itu tenun, songket, batik dan masih banyak lagi.
Motif kain tradisional dari setiap daerah di Indonesia juga berbeda-beda sesuai adat dan budayanya.
Ada banyak teknik pembuatan wastra, seperti warna untuk kain batik, cinde, dan jumputan.
Kemudian teknik tenun pada songket, tenun ikat, tapis, lurik, ulos, atau doyo serta teknik sulam.
Beli disini Kain Karawo Bahan Kemeja Sutra Taffeta Untuk Wanita Kualitas Terbaik
Khusus untuk teknik sulam, bisa ditemui di daerah seperti Sumatra Barat, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Hasil sulamannya pun juga beraneka rupa dengan motif-motif flora, fauna, alam, dan geometris.
Salah satunya yaitu kerajinan kain tenun Karawo dari Bumi Serambi Madinah, Gorontalo.
Dalam Bahasa setempat, karawo berarti sulaman dengan tangan dan menurut orang di luar provinsi dikenal sebagai kerawang atau karawang.
Seni kerajinan tangan Karawo sudah ada sejak 1600-an, pada masa Kerajaan Gorontalo atau sebelum masuknya Belanda di Tanah Air tahun 1889.
Belanda sempat melarang tradisi membuat karawo, agar menghilangkan berbagai tradisi dan identitas lokal.
Cek disini Kerajinan Gelang Tenun Asli Etnik 2 Lilit Murah - Surakarta
Namun, semangat masyarakat tak pernah surut dan tetap melakukan kegiatan mokarawo ini.
1. Teknik Pembuatan Kain Tenun Karawo
Terdapat dua teknik dasar pembuatannya, yaitu karawo manila dengan menyulam kain sesuai motif yang telah ditentukan.
Teknik selanjutnya adalah karawo ikat, mirip cara pembuatan tenun ikat.
Adapun teknik pembuatan karawo acap disebut sebagai "merusak" kain.
Karena awalnya si perajin harus mencabuti dan mengiris benang pada kain polos berdasarkan luas dan batas bidang yang akan disulam.
Ketajaman dan kecermatan perajin dalam menghitung benang yang akan dicabut dan diiris menentukan kehalusan sulaman.
Dapatkan Kain Karawo Kualitas Terbaik Bahan Kemeja Sutra Taffeta Untuk Wanita
Jika selesai menghitung benang, si perajin akan mengiris benang satu per satu dengan sangat teliti.
Apabila salah iris sedikit saja, pekerjaan akan dianggap gagal dan menyulam tidak dapat dilakukan.
Tetapi jika dilakukan secara benar, akan tercipta ruang-ruang kosong yang nantinya akan diisi dengan benang lainnya.
Berikutnya, dalam tahapan menyulam dilakukan dengan cara menelusurkan benang mengikuti jalur benang atau kristik.
Motif yang sudah ditentukan pada ruang-ruang kosong kan diisi perajin dan sisanya yang tidak diberi motif akan diikat.
Aktivitas itu dilakukan secara berulang-ulang supaya tercipta motif yang diinginkan.
Cek disini Kain Tenun Blanket Bahan Cotton Size 240x120 Berkualitas - Jepara
Perajin akan membuat terlebih dulu polanya di atas kertas kotak-kotak khusus jika akan menyulam dengan teknik kristik ini.
Selanjutnya adalah tahapan finishing, yaitu melilit jalur-jalur benang dengan satu kali lilitan.
Supaya memperkuat jalur benang yang tidak disulam, jadi hasil akhir sulaman terlihat rapi dan kokoh.
Jika semakin penuh lilitan benang di dalam satu lubang, maka harga sulaman juga akan bernilai tinggi.
Butuh waktu sekitar 3-30 hari untuk mengerjakan satu produk sulaman dengan motif besar.
Sepintas, teknik tadi mirip seperti yang dikembangkan para perajin sulam terawang di Bukittinggi.
Dapatkan Kain Karawo Bahan Kemeja Sutra Taffeta Kualitas Premium untuk Wanita Harga Terjangkau
Tenun Karawo sendiri banyak diaplikasikan pada kain baju kurung perempuan atau baju koko.
Bahkan juga bisa dijadikan hiasan dinding, taplak meja, atau sarung bantal.
Ada motif tunggal yang merepresentasikan suatu bentuk benda nyata atau simbol budaya dan berdiri sendiri.
Lalu untuk motif kombinasi, terbentuk dari beberapa motif tunggal yang disatukan dan membentuk ragam hias yang lebih menarik.
2. Motif Kain Tenun Karawo
Setidaknya ada 25 motif tenun Karawo yang kini telah dikembangkan para perajin.
Seperti motif pohon pinang yang bermakna sebagai pengayom atau mahkota (makuta) yang berarti berguna untuk orang lain.
Cek disini Kerajinan Tas Bu Tejo Tenun Konbinasi Kulit Inner Suede Ada Tali Panjang - Yogyakarta
Lalu motif buaya (pemberi nasihat), motif alikusu (memegang teguh ajaran agama), motif senjata seperti parang, pedang, dan tombak.
Masih ada motif kepingan mata uang yang berarti ulet atau terampil, atau motif cengkih yang bermakna tegar dalam menghadapi kehidupan.
Soal harganya, sehelai kain karawo aneka warna ukuran panjang 200 cm dan lebar 115 cm dihargai Rp 400 ribu sampai Rp 700 ribu, tergantung jenis benang dan motif.
Sementara jika sudah berbentuk pakaian, harganya berkisar Rp 1 juta sampai Rp 4,5 juta.
Eksistensi kain tenun Karawo ini juga sudah menembus jagat mode dunia.
Berkat dua perancang busana asal Gorontalo, Yurita Puji dan Agus Lahinta.
Mereka diundang untuk memamerkan rancangan berbasis karawo pada acara Couture Fashion Week.
Cek disini Kain Tenun Kualitas Terbaik Ukuran 240x120 Bisa Custom Siap Rekber - Lombok Tengah
Kegiatan itu menjadi bagian dari New York Fashion Week 2018 yang diadakan di kota pusat mode dunia, New York, Amerika Serikat.
Melansir dari website Pemprov Gorontalo, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Gorontalo Risjon Sunge mengatakan, kain karawo ikut ditampilkan pada ajang Indonesia Fashion Week 2023, 22-26 Februari 2023.
Jadi keindahan dan pesona kain tenun Karawo asal Gorontalo ini bahkan sudah menembus pasar dunia.
(Mirta/TribunJualbeli.com)