TRIBUNJUALBELI.COM - Pengalaman ruang diawali oleh penginderaan atau rangsangan.
Salah satu rangsangan tersebut adalah warna.
Oleh karena itu, keputusan penerapan warna dalam ruang berpengaruh terhadap kegiatan fisik dan mental.
“Terdapat dua penggolongan warna yang memberikan pengaruh psikologis yangkuat,” jelas Dona Saphiranti, pengajar desainer interior di ITB.
“Duapenggolongan tersebut adalah warna internal dan warna eksternal.”
Warna eksternal adalah warna yang diterjemahkan secara umum dan bersifat faal.
Warna eksternal terbagi atas dua, yaitu warna panas atau hangat dan warna dingin.
Kelompok warna panas ini memberikan efek agresif, aktif, merangsang,menyenangkan, dan bergairah.
Contohnya adalah warna merah dan jingga.
Dengan menerapkan warna ini di dalam ruangan, ruangan akan terasa seolah-olah maju mendekat.
Kesan jarak akan terasa lebih pendek sehingga ruangan terasa lebih sempit.
Kelompok warna dingin memberikan suasana sejuk.
Contohnya adalah hijau,biru, dan ungu.
Warna-warna tersebut akan memberi efek tenang, aman, dan sunyi.
Cek Harga Rumah Mewah di Tengah Kota Semarang yang Harganya Kurang dari 500 Jutaan Ini
Akan tetapi, warna-warna ini juga dapat memberikan efek tersisih karena warna ini memberikan ilusi jarak sehingga ruangan terasa lebih luas.
Sebaiknya Anda tidak menggunakan warna dingin yang tua dan gelap.
Semakin tua dan gelap warnanya, ruangan akan terasa semakin dalam dan cenderungmemberikan efek depresi.
Berikutnya adalah warna internal.
Warna internal dapat mempengaruhi emosiseseorang tergantung peristiwa dan pengalaman.
Karena kondisi tersebut, respon psikologi yang muncul terhadap suatuwarna pun menjadi berbeda-beda.
Bagaimana suasana ruangan yang ingin Anda ciptakan? (Ideaonline.co.id/Roria Simorangkir)