0

Gara Gara Para Artis Telat Bayar Pajak, Penjual Mobil Mewah Terengah Engah

Penulis: ANDKP
Gara Gara Para Artis Telat Bayar Pajak, Penjual Mobil Mewah Terengah Engah

TRIBUNJUALBELI.COM - Tepat seminggu yang lalu kasus penunggakan pajak mobil mewah dikalangan artis merebak.

Banyak artis ternama yang kecatut akibat tidak membayar pajak mobil mobil mewahnya.

Ternyata, hal ini mengakibatkan bisnis mobil super mewah impor terengah engah dan membuat permintaan mobil kelas wahid tersebut menurun.

Dilansir dari www.kontan.com, pengelola diler menyatakan penjualan mobil mewah cenderung stagnan, bahkan menurun beberapa tahun terakhir.

Baca: KTM RC 250cc Orisinil Barang Apik Bagus 

Menyusutnya minat pembelian mobil premium juga tergambarkan dari data impor di Kementerian Perdagangan (Kemdag).

Periode Januari-Mei 2017 nilai impor mobil penumpang dengan silinder antara 1.500 cc-3.000 cc mencapai US$ 231 juta.

Nilai itu turun 4,1% dibandingkan impor mobil periode yang sama tahun lalu US$ 241 juta.

Chief Executive Officer Ferrari Jakarta Arie Christopher mengatakan, kondisi ekonomi yang sedang slowing down secara otomatis berimbas pada bisnis mobil premium ini.

Selain itu tingginya, pajak yang harus ditanggung pembeli mobil mewah ini juga jadi keluhan calon pembeli.

"Tantangannya, tarif bea masuk yang sangat tinggi, PPn (pajak penjualan) barang mewah yang juga sangat tinggi, menyebabkan harga jual menjadi sangat mahal," urai Arie, Jumat (25/8). Padahal, kata Arie, Indonesia merupakan pasar mobil premium yang potensial.


Oleh karenanya, pelaku usaha di sektor ini mengharapkan agar pemerintah dapat menurunkan tarif bea masuk untuk kendaraan-kendaraan mewah tersebut.

Dengan cara ini, saat daya beli masyarakat lesu, hasrat memiliki mobil mewah tetap terangkat.

Public Relations Manager Rolls-Royce Motor Cars Indonesia Chendy Sumera mengatakan tidak terlalu khawatir dengan persoalan pajak yang ditimpakan kepada kendaraan mewah.

Menurut Chendy, mobil mewah memiliki segmen tersendiri.

Sehingga, persoalan naiknya pajak tak berefek pada penurunan pangsa bisnis Rolls-Royce Motor Cars Indonesia. "Sebagai kekuatan ekonomi baru di dunia, pasar di Indonesia masih sangat potensial," ujarnya.