0

Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Apa Dampaknya ke Masyarakat?

Penulis: Andra Kusuma
Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Apa Dampaknya ke Masyarakat?

TRIBUNJUALBELI.COM - Tarif dasar listrik (TDL) golongan rumah tangga R2 (3.500 VA hingga 5.500 VA), R3 (6.600 VA hingga ke atas), dan golongan sektor pemerintah (P1/6.600 VA, P2/200k VA, P3/TR) resmi mengalami kenaikan per 1 Juli 2022.

Khusus tegangan 3.500 VA ke atas biasanya dipakai untuk rumah dengan konsumsi listrik besar atau masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas.

Kendati demikian, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja memastikan, kenaikan TDL tersebut tidak memengaruhi kondisi mal.

Cek harga Dijual Rumah Baru Murah DP Ringan Dekat Jalan Provinsi LT45 LT92 - Gunung Kidul

Jelas Alphonzus, golongan tarif listrik mayoritas mal di Indonesia adalah B3 atau daya listrik yang terpasang sudah di atas 200k VA.

Artinya, golongan tarif B3 telah dikenakan tarif penyesuaian sejak awal tahun 2015 yang ditinjau setiap bulan.

“Golongan tarif B3 dikenakan tariff adjustment sejak awal 2015 yang ditinjau setiap bulan,” ungkap Alphonzus kepada Kompas.com, Senin (13/6/2022).

Hal yang sama juga berlaku di sektor perumahan. Ketua Umum Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengatakan, kenaikan harga listrik tidak akan memengaruhi harga rumah.

"Tidak berpengaruh ke harga rumah. Harga rumah malah lebih bisa dipengaruhi oleh kenaikan harga material," jelasnya kepada Kompas.com.

Sebaliknya, harga rumah akan naik setelah program PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) selesai pada September 2022 mendatang.

"Hanya, naiknya tidak akan drastis. Akan naik apa adanya. Kan ya kita harus mengefisienkan biaya-biaya lainnya," tambah Totok.

Cek harga Dijual Tanah 150 m Pinggir Jalan Raya Palka Dekat Untirta Sindangsari - Serang



Adapun menurutnya, tidak masalah jika diberlakukan kebijakan kenaikan tarif listrik 3.500 VA ke atas karena masyarakat yang menggunakan daya listrik tersebut tentu sudah lebih mampu.

Sedangkan kebutuhan listrik masyarakat untuk satu keluarga kira-kira hanya memerlukan daya listrik maksimal 2.200 VA.

5 cara menghemat listrik di rumah melalaui penggunaan lampu

Sebagai alat pencahayaan buatan di rumah, kita harus memerhatikan agar lampu lebih bersahabat dengan kantong kita. 

Alasannya tentu saja agar pengeluaran tiap bulannya tidak membengkak hanya karena penerangan yang digunakan. 

Tidak harus menggunakan lampu yang hemat energi.

Namun kamu bisa menghemat energi melalui lampu dengan melakukan kebiasaan-kebiasaan berikut.

Berikut adalah 5 langkah yang bisa kamu terapkan untuk menghemat listrik lewat pemakaian lampu.

Pertama, gunakan listrik secara proporsional sesuai dengan kebutuhannya.



Jangan biasakan menyalakan dan mematikan lampu berulang  karena dapat menyebabkan konslet dari saklar.

Hindari penggunaan lampu yang melebihi daya listrik yg bisa diakomodasi oleh satu ruangan.

Kedua, untuk penggunaan lampu, gunakan lampu CFL/flourescent.

Satu penggunaan lampu  CFL setara dengan 6-10 lampu bola atau kita dapat menggunakan lampu LED terbaru dengan 25.000 jam lifetime.

Lebih efisien bukan?

Mulai gunakan lampu jenis ini sebagai pengganti lampu bohlam biasa.

Selain lebih tahan lama dan efisien, lampu terbaru jenis CFL dan LED telah dilengkapi dengan teknologi yang mencegah terjadinya koslet pada lampu.

Ketiga, lakukan pembersihan lampu secara rutin. 

Lampu yang dipasang dalam jangka waktu lama biasanya akan cenderung lebih redup.

Hal ini dikarenakan debu-debu yang menempel pada lampu sehingga pencahayaannya menjadi kurang optimal.

Meskipun begitu, daya yang dikeluarkan tetap sama sehingga menimbulkan pemborosan energi listrik.

Jika setelah dibersihkan lampu masih juga redup maka satu-satunya solusi adalah dengan mengganti bohlam dengan yang baru.

Efisienkan penggunaan dengan daya yang dikeluarkan.

Keempat, aplikasikan warna-warna cerah pada dinding rumah. 

Alasannya agar cahaya lampu yang tidak terlalu terang bisa terlihat terang karena bantuan warna dinding yang cerah.

Pengecatan ulang pada ruang baiknya dilakukan setiap setahun sekali agar warna dinding tetap cerah dan bersih.

Kelima,  pastikan posisi penempatan furnitur tidak menghalangi masuknya sinar matahari.

Gunakan lampu berdaya besar pada ruangan yang luas  dan memang membutuhkan pencahayaan lebih.

Sementara jika kita menggunakan lampu berdaya kecil, pastikan peletakannya tepat agar tidak ada titik gelap pada ruang karena pencahayaan yang tidak merata.

Berbicara tentang penghematan lampu dan konsep ramah lingkungan, maka membuat banyak bukaan pda rumah bisa jadi solusi tepat.

Siang hari kita dapat memanfaatkan cahaya yang masuk melalui bukaan sebagai pengganti lampu.

Padamkan lampu jka memang tidak digunakan.

Kurangi pemakaian lampu berdaya tinggi antara pukul 17.00-22.00 dan nyalakan lampu saat langit sudah benar-benar gelap.

Mengaplikasikan lampu pada ruang dengan efisien dan tepat sesuai kebutuhan bisa jadi solusi untuk menghemat pengeluaran. (*)