0

Bangga! Berkat Kunjungan Raja Salman, Wisata Bali Layak Disandingkan dengan Tempat Liburan Musim Panas Para Raja Arab!

Penulis: Achadiyah Nurul
Bangga! Berkat Kunjungan Raja Salman, Wisata Bali Layak Disandingkan dengan Tempat Liburan Musim Panas Para Raja Arab!

TRIBUNJUALBELI.COM - Nama Pulau Bali mendadak menghiasi halaman beberapa media di Timur Tengah menyusul agenda Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz yang akan berlibur di Pulau Dewata selama enam hari, 4-9 Maret nanti.

Bali pun layak disandingkan dengan nama besar kota Tangier di Maroko, yang dikenal menjadi tempat peristirahatan musim panas raja-raja Arab Saudi sejak era 1960-an hingga saat ini.

Promo Umroh Murah AL-Aqsha Jisru Dakwah Fasilitas Lengkap Murah

Alkisah, konon Raja Hassan II mengajak Raja Faisal bin Abdulaziz saat berkunjung ke Maroko pada 1960-an untuk berjalan-jalan ke kota Tangier.

Raja Faisal saat itu langsung terpikat dengan pemandangan eksotik kota Tangier.

Keluarga Raja Arab Saudi pun membangun istana peristirahatan yang megah di kota Tangier.

Kota itu dikenal menjadi tempat peristirahatan musim panas Raja Arab Saudi dan keluarganya sejak era Raja Faisal bin Abdulaziz (1964-1975) hingga Raja Salman sekarang ini.

Kota Tangier terletak di gugusan perbukitan kecil dan bertepi ke laut yang menjadi titik temu Laut Atlantik dan Laut Tengah sehingga pemandangannya sangat memikat raja-raja Arab Saudi dan keluarganya.

Dari gugusan perbukitan kota Tangier, mereka bisa melihat pemandangan dua laut eksotik sekaligus, yaitu Laut Atlantik dan Laut Tengah, yang tidak mereka peroleh di tempat lain mana pun.

Dari kota Tangier pula, mereka bisa menatap dari kejauhan negeri Spanyol di Eropa, Kota Tangier dan Spanyol hanya dipisah oleh selat sempit, Selat Gibraltar.

Nah, begitu juga dengan Pulau Dewata guys, destinasi wisata pertama di Asia yang di kunjungi oleh Raja Arab lho.


 

Pesona Bali sesungguhnya tidak kalah dengan Tangier, dimana Bali dikenal memiliki segalanya: pesona pantai, perbukitan, dan budaya.

Ilustrasi Pemandangan Kota Tangier di Maroko | Wanderlust-Morocco

Sungguh beruntung Pulau Bali dipilih menjadi tempat liburan Raja Salman dan rombongannya, yang mencapai sekitar 1.500 orang.

Terungkap, Ini 3 Alasan Raja Salman pilih Liburan ke Bali

Bali pun menjadi tempat wisata pertama di Asia yang dikunjungi Raja Arab Saudi.

Ini tradisi baru bagi Raja Arab Saudi dan keluarganya yang memilih sebuah tempat wisata di Asia Tenggara sebagai tempat liburan mereka.

Selama ini, Raja Arab Saudi dan keluarganya selalu menuju kota Tangier atau kota-kota di Eropa untuk menghabiskan masa liburan mereka.

Paket Wisata Romantis di Bali Harga Murah

Terpilihnya Bali sebagai tempat liburan Raja Salman juga bisa menjadi peluang meningkatkan kunjungan turis dari Arab Saudi dan negara Arab pada umumnya yang selama ini jumlahnya masih sedikit.

Hingga akhir 2016, tercatat jumlah kunjungan turis Arab Saudi ke Bali hanya 46.000 orang, padahal potensi wisatawan asal Arab Saudi sangatlah besar.

Menurut Badan Urusan Pariwisata dan Khazanah Nasional Arab Saudi, rakyat negara itu menghabiskan dana sekitar 30 miliar dollar AS pada 2015 untuk belanja wisata di luar negeri.


 

Sebagian besar wisatawan Arab Saudi memilih negara-negara Eropa, Maroko, Tunisia, dan Turki sebagai tempat liburan mereka.

Ilustrasi Pemandangan Tanah Lot Bali | Paket Tour ke Bali

Di Asia, sebagian besar wisatawan Arab Saudi selama ini memilih Malaysia dan Thailand sebagai tempat tujuan wisata mereka.

 

Kehadiran Raja Salman di Bali merupakan kesempatan emas bagi Pemerintah Indonesia, persisnya Kementerian Pariwisata, untuk memasarkan potensi wisata Bali ke Arab Saudi dan negara-negara Arab di kawasan Teluk lainnya dalam upaya menarik wisatawan ataupun investor.

Pengalaman Maroko bisa ditiru Indonesia dalam keberhasilan menarik wisatawan ataupun investor dari negara-negara Arab Teluk (GCC).

GCC, termasuk Arab Saudi, menjanjikan paket investasi senilai 120 miliar dollar AS di berbagai sektor, termasuk wisata, kepada Maroko hingga tahun 2024.

Maroko kini dikunjungi sekitar 10 juta wisatawan setiap tahun dan menjadi sumber devisa terbesar kedua di negara tersebut setelah fosfat. ( Musthafa Abd Rahman, Kairo / Kompas.com )