0

Limbah Cangkang Gonggong Diolah Jadi Kerajinan Hiasan Bernilai Jual Tinggi

Penulis: Mirta HanindyaResanti
Limbah Cangkang Gonggong Diolah Jadi Kerajinan Hiasan Bernilai Jual Tinggi

TRIBUNJUALBELI.COM – Gonggong merupakan sejenis kerang-kerangan yang dagingnya dikonsumsi.

Salah satu daerah yang terkenal dengan panganan khas daging gonggong yaitu Kota Batam.

Apalagi kota Batam begitu terkenal dengan hasil lautnya yang melimpah.

Kerajinan Pande Belakas Bungkung Ukir Permata Kualitas Terjamin Buatan Sendiri - Badung

Berbagai produk turunan dari laut juga banyak ditemui di berbagai penjuru kota.

Selain daging gonggong yang diolah jadi makanan, cangkang kerang ini juga dimanfaatkan.

Melansir Kompas.com, Suyanti Lelonowati (51) menyulap cangkang gonggong jadi kerajinan bernilai ekonomi.

Suyanti merupakan pemilik UMKM rumah keong di Batam, Kepulauan Riau.

Cangkang gonggong berbentuk gasing oval itu disulapnya jadi kerajinan yang menghasilkan rupiah.

Kerajinan Sarung Lukis Asli Bahan Katun Prima Super Menerima Grosir - Surabaya

Bahkan kerajinan cangkang gonggong ini menjadi sumber pendapatan keluarganya sejak 2010.

Tak hanya menjadi sumber penghasilan, Suyanti juga berkontribusi mengurangi pencemaran lingkungan.


Hasil produk kerajinan cangkang gonggong yaitu bunga, boneka, mahkota, hiasan dinding, dan berbagai cinderamata lain.

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kepri membantu Suyanti dengan memberikan alat untuk pengembangan produknya.

Kini produk kerajinan gonggong milik Suyanti semakin berkembang dan banyak diminati.

Kerajinan Dompet Kulit Sapi Kain Batik Inner Suwet Terima Grosir dan Ecer - Jogja

Pemasaran awalnya dia lakukan melalui mulut ke mulut, lalu dengan katalog foto ke instansi hingga dipasarkan melalui Instagram, Facebook dan Whatsapp.

Berkat ketekunannya, UMKM Rumah Keong terpilih menjadi salah satu UMKM di Kepulauan Riau yang lolos kurasi UMKM unggulan pada gelaran Gernas BBI.

Kerajinan Tangan Tempat Tisu Enceng Gondok Anti Jamur dan Melamin - Yogyakarta

Gernas BBI merupakan Gelaran Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Suyanti berharap pemasaran produknya bisa lebih luas dan anak-anak muda yang menyukai seni bisa terus mengembangkan diri serta mempromosikan produk lokal.