0

Sejumlah Produk dari 14 Pelaku UMKM Asal NTT Akan Mengikuti Pameran MotoGP Mandalika

Penulis: Mirta HanindyaResanti
Sejumlah Produk dari 14 Pelaku UMKM Asal NTT Akan Mengikuti Pameran MotoGP Mandalika

TRIBUNJUALBELI.COM – Ajang balap motor internasional, MotoGP akan segera berlangsung di Mandalika Lombok.

Demi menyambut MotoGP Mandalika, berbagai produk UMKM akan dipamerkan di sekitar lokasi.

Seperti sejumlah produk dari 14 pelaku UMKM asal NTT yang sudah diberangkatkan ke pameran MotoGP Mandalika 2022.

Kerajinan Hiasan Dinding Relief Kehidupan Pengrajin Kayu Nusantara - Surabaya

Melansir Kompas.com, Ketua Asosiasi Kelompok Usaha Unitas (Akunitas) Manggarai Barat, Mayangsari menyampaikan semua produk itu difasilitasi secara penuh oleh Bank Indonesia (BI).

Meski biaya akomodasi dan transportasi pelaku UMKM yang lolos seleksi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah tak ditanggung pemerintah pusat.

Kain Tenun Etnik Berbagai Motif Kualitas Premium

Tali Tenun Rajut Bulat untuk Bahan Aksesori Gelang

Namun asosiasi sudah berusaha untuk mencari vendor agar semua pelaku UMKM mendapat perlakuan sama.

Sebab pemerintah hanya membiayai stan saja, dan satu stan itu biayanya sudah Rp 50 an juta.

Vendornya untuk diajak bekerja sama sudah didapatkan yaitu dari Bank NTT.

Kerajinan Keranjang Bulat Rotan Two Colour Volume Besar Serbaguna - Surabaya

Para pelaku UMKM yang mengikuti kurasi dan lolos sudah mengetahui semua resiko yang akan ditanggung.

Pihak asosiasi juga selalu berusaha menyikapi dan mencari solusi bagi para pelaku UMKM.


Terdapat 14 produk UMKM yang lolos dan melewati proses seleksi tingkat provinsi hingga pusat.

Pendaftaran dilakukan melalui daring, yang ditutup tanggal 31 Januari 2022.

Para pelaku UMKM mendaftarkan produknya dari berbagai kategori.

Kerajinan Anyaman Cover Pot Rotan Ready Size S, M, L - Cilacap

Kerajinan Kaligrafi Kuningan - Boyolali

Seperti kerajinan tangan, kuliner, dekorasi rumah, serta fesyen dan aksesori.

Sebelumnya ada 20 UMKM yang lolos kurasi tingkat provinsi, dan hanya 14 UMKM yang akhirnya lolos di tingkat nasional.