TRIBUNJUALBELI.COM – Aceh merupakan daerah yang terkenal dengan keindahan alam dan budayanya.
Selain itu, Aceh juga terkenal dengan beragam kerajinan tangan yang unik dan menarik.
Saat berkunjung atau berwisata ke Aceh, tak lengkap rasanya jika tak membeli oleh-oleh atau souvenir.
Kerajinan Mini Macrame Kayu Ramin dan Tali Katun (Cotton Rope) - Jogja
Banyak produk kerajinan khas Aceh yang begitu unik dan cocok dijadikan sebagai buah tangan.
Salah satunya yaitu kerajinan kain tenun khas Aceh Singkil dengan motif epen buaya.
Kain tenun epen buaya khas Aceh Singkil langsung menarik pasar sejak diperkenalkan secara umum.
Hal tersebut secara otomatis membuat kerajinan tenun karya perajin tanah Sekata Sepekat menggeliat.
Melansir Serambinews.com, Emma Malini Azmi sebagai Ketua Dharma Wanita Persaruan turut mendukung kerajinan khas Aceh Singkil ini.
Kerajinan Sandal Kulit Wanita Pakai Kulit Asli Size 36-40 Sol Karet - Garut
Emma juga ingin mengangkat potensi daerah dan menjaga budaya leluhur melalui kain tenun epen buaya.
Motif kain tenun epen buaya mempunyai tingkat kerumitan yang tinggi dan memakai benang berkualitas.
Tak heran harga yang ditawarkan untuk selembar kain tenun epen buaya terbilang cukup tinggi.
Harga untuk kain tenun epen buaya masih di atas Rp 2 juta, tergantung kerumitan dan bahannya.
Sebenarnya motif kain tenun khas Aceh Singkil begitu beragam, namun penenun binaan Emma fokus menenun motif epen buaya.
Kerajinan Leather Cup Wrap/Case Kulit Asli Size Gelas Kayu 9.5 x 7cm - Jakarta
Hal tersebut lantaran motif epen buaya sedang digemari konsumen dan laris di pasaran.
Namun, penenun di Aceh Singkil masih sedikit, penenun juga belajar otodidak dari orang tuanya.
Maka Emma mencari perempuan ulet yang bersedia dibina menjadi penenun andal.
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Singkil juga sedang mengembangkan motif epen buaya.
Apalagi motif itu digali dari warisan budaya leluhur yang dipadukan dengan kerajinan tenun daerah.
Kerajinan Tas Kerang Tenun Inner Suede Dilengkapi Tali Panjang - Yogyakarta
Selain membuat motif epen buaya, Emma juga menjaga motif itu agar tidak diklaim pihak lain dengan mendaftarkan motif epen buaya.
Emma mendaftarkan motif epen buaya sebagai hak kekayaan intelektual Aceh Singkil, ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.