0

Uniknya Kerajinan Bros Berbahan Kabel Tembaga yang Tembus Pasar Ekspor

Penulis: Mirta HanindyaResanti
Uniknya Kerajinan Bros Berbahan Kabel Tembaga yang Tembus Pasar Ekspor

TRIBUNJUALBELI.COM – Kabel tembaga yang selama ini dipakai kelistrikan, bisa dimanfaatkan jadi kerajinan tangan unik.

Kerajinan dari kabel tembaga tersebut memang terbilang unik dan menarik perhatian konsumen.

Terlebih jika kualitas produk kerajinan terjamin bagus, bisa merambah hingga ke pasar internasional.

Kerajinan Tas Kiso Bambu Ulatan Rapi Dan Kokoh - Bali

Seperti kreasi kerajinan bros berbahan kabel tembaga karya pria di Kabupaten Blitar.

Melansir KompasTV, Mashun Shofwan sukses mendirikan hiasan kerudung dan kalung berbahan kabel tembaga.

Bagusnya kualitas produk Mashun membuat kerajinannya mampu menembus pasar luar negeri.

Bahkan omzet yang diperolehnya dari kerajinan kabel tembaga sudah mencapai puluhan juta rupiah.

Mashun memproduksi kerajinannya di ruangan 2 x 4 meter di Kecamatan Garum, Blitar.

Kerajinan Tangan Membuat Tampah Dari Bambu Cocok Untuk Hiasan - Karawang

Ribuan kerajinan karyanya mulai dari bros dan kalung semuanya berbahan dari kabel tembaga.

Pria ini dengan telaten merakit satu persatu kabel tembaga menjadi kerajinan yang bernilai jual tinggi.


Idenya muncul saat dia bekerja di sebuah proyek bangunan di Kota Surabaya pada tahun 2009 lalu.

Dia melihat banyaknya kabel tembaga yang terbuang dan berinisiatif memanfaatkan barang tersebut.

Karena kecintaannya pada dunia seni, dia mencoba merakit kabel tembaga itu menjadi kerajinan meskipun sering gagal bahkan dicemooh.

Kerajinan Tampah Bambu Langsung Dari Pengrajin Cocok Untuk Hiasan - Karawang

Namun, semangat dan keyakinannya mencapai kesuksesan tidak pernah luntur, bahkan usahanya kini sudah berjalan 12 tahun.

Kerajinan kalung dan bros karya Shofwan bahkan kini sudah terjual hingga ke pasaran Eropa.

Kerajinan Wall Dekor Home Sweet Home Daun Sulur Ready Stok - Cilacap

Dalam sebulan, rata-rata seribu buah kerajinan laku terjual dan pendapatannya mencapai Rp 20 – 30 juta per bulan.

Berkat usaha tersebut, Mashun Shofwan juga bisa memberdayakan 8 orang pemuda yang sebelumnya menganggur.