0

Bangkit Melalui Kerajinan Kain Batik Khas Manado di Masa Pandemi

Penulis: Mirta HanindyaResanti
Bangkit Melalui Kerajinan Kain Batik Khas Manado di Masa Pandemi

TRIBUNJUALBELI.COM – Kerajinan batik merupakan seni lukis dengan menggambar pola di atas kain menggunakan canting dan lilin malam.

Batik menjadi salah satu warisan budaya asal Indonesia yang sudah terkenal hingga mancanegara.

Tak heran batik memang sangat popular dan banyak diminati oleh wisatawan asing.

Kerajinan Dompet Kulit Sapi Pull Up Size 10x2,5x12cm - Jogja

Berbagai daerah mempunyai kerajinan batik dengan motifnya yang khas dan unik.

Corak ragam batik juga mengandung makna dan filosofi tersendiri tentang kehidupan.

Salah satu daerah yang memiliki corak batik yang khas yaitu Sulawesi Utara.

Melalui tangan seorang pengrajin, kain batik khas Sulawesi Utara dikreasikan menjadi berbagai produk.

Melansir dari KompasTV, Mariani Montu merupakan seorang pengrajin asal Manado berhasil bangkit dan berdaya berkat kerajinan batik.

Kerajinan Tas Goni Mika Warna Natural Ukuran 25x30x18cm - Tasikmalaya

Awalnya Mariani mempunyai usaha kerajinan tangan miniatur patung Kabasaran dan beragam hiasan rumah berbahan kelapa.

Akibat pandemi Covid-19, pariwisata daerah menjadi menurun dan penjualan kerajinan tangannya juga ikut menurun drastis.


Akhirnya Mariani bersama suaminya membuat kreasi pembuatan baju dan tas berbahan kain batik khas Sulawesi Utara.

Motif produk kerajinan batiknya berupa bunga cengkih yang merupakan ikon dan komoditi andalan Sulawesi Utara.

Mariani mendesain baju dan tas serta mempekerjakan dua karyawan dalam proses pembuatan produk.

Kerajinan Tas Anyaman Purun/Pandan Motif Tikar Corak Warna - Banjarbaru

Kerajinan Sarung Kembang Motif Bahan Adem Nyaman Dipakai - Pekalongan

Melalui karyanya itu, Mariani juga dipercaya mewakili Sulawesi Utara dalam berbagai lomba UMKM tingkat nasional.

Mariani Montu juga perlahan bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19 melalui usaha baju dan tas batik Manado.