TRIBUNJUALBELI.COM - Toraja merupaan suku di Indonesia yang berada di daerah pegunungan bagian utara Sulawesi Selatan.
Sama halnya dengan suku lainnya, Toraja juga memiliki budaya lokal yang beragam, seperti upara pernikahan, kematihan dan acara adat lainnya.
Mereka punya budaya seni, satu diantaranya adalah kain khas Toraja.
Kain tenun ini memiliki motif dan warna alami yang khas.
Cara pembuatannya juga masih menggunakan alat tradisional, yang diwariskan dari generasi ke generasi.
BACA JUGA : Kerajinan Kain Tenun Etnik Jepara Kualitas Terjamin Size 120x240 - Jakarta Selatan
BACA JUGA : Kain Tenun Blanket Ukuran 120X240cm Kualitas Terjamin Harga Murah - Jepara
Hingga kini kain tenun khas Toraja jadi satu diantara kerajinan tangan yang terus dilestarikan.
Setiap motif pada kain menggambarkan makna tersendiri, sesuai dengan fungsi dan tujuannya.
Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui makna dari motif tersebut.
1. Kain paramba
Kain ini terkenal dibuat oleh warga desa Sad'an, Malimbong Tobarana, Kabupaten Toraja Utara.
Dibuat dengan kombinasi warna-warna cerah, dengan pakai teknik-teknik yang lumayan sulit.
Kisaran harga kain paramba bervariasi mulai Rp 50.000 hingga jutaan rupiah.
2. Kain motif pa'bannang
Kain tenun Pa’borong-borong, motifnya berupa gari-garis pada seluruh bagian kain dengan warna yang berbeda.
Sedangkan kain tenun Pa’miring motif garisnya hanya terletak pada bagian pinggir kain.
BACA JUGA : Tas Slempang Tenun Anak Senja Tersedia Beragam Warna dan Gambar - Banjarmasin
BACA JUGA : Sarung/Tapih Tenun Al Samsi 210 Bahan Lembut Nyaman Dipakai - Banjarmasin
Motif kain khas Toraja ini mengandung makna yang cukup dalam, yakni:
- Nilai sopan santun
- Saling berjalan sepadan
- Menghargai satu sama lain
- Kehidupan Toraja
Pewarna alami yang digunakan juga bersumber dari tanaman-tanaman yang tumbuh di Toraja.
Kain ini menghadirkan perpaduan antara manusia dan alam yang menyatu dalam selembar kain tenun.