TRIBUNJUALBELI.COM – Sulam usus merupakan sulaman atau tenunan khas daerah Lampung yang sulamannya berbentuk seperti usus.
Selain kerajinan kain tapis, Lampung juga terkenal dengan kerajinan tangan kain bentuk sulam usus.
Awalnya sulam usus hanya dipakai untuk penutup dada dalam perangkat baju pengantin dari Lampung.
Kain Tenun Troso Asli Jpara Size 240x120 Harga Murah Berkualitas - Jepara
Namun kini sulam usus dikreasikan menjadi produk kerajinan kain seperti taplak meja, hiasan dinding, sarung bantal kursi dan kopiah.
Bentuk motif sulam usus biasanya natural dengan proses pembuatan mengandalkan teknik sulam tangan.
Kerajinan tangan kain sulam usus khas Lampung ini sudah lama ada sejak abad ke-16.
Bahan dasar kain yang digunakan untuk pembuatan sulam usus ini biasanya memakai kain jenis satin sutra.
Kain lain yang juga digunakan untuk bahan sulam usus antara lain kain shantung dan kain silk (sutra).
Mengutip dari TribunLampung.com, salah satu pengrajin kain sulam usus yang sudah lama menggeluti kerajinan tangan ini yaitu Eva Herawati.
Kerajinan Pintu Kayu Jati Asli Ready Stok Bisa Custom - Jepara
Eva menggeluti usaha kerajinan kain sulam usus ini sejak 20 tahun yang lalu, saat dia masih gadis.
Perempuan Lampung berusia 45 tahun ini belajar merajut kain sulam usus dari kakaknya, Herwan yang pernah di didik oleh maestro sulam usus, Aan Ibrahim.
Awalnya Eva merintis usahanya dari membuat taplak meja sulaman kain satin yang dipilin menyerupai usus.
Dari situ Eva mulai menerima beberapa pesanan untuk membuat sebuah kebaya.
Semakin lama pesanan semakin banyak, dia mulai meminta bantuan kerabat dekat dan ibu-ibu warga desa sekitarnya.
Kerajinan Souvenir Kain Batik Warna Beragam Bisa Grosir Harga Murah - Yogyakarta
Bahkan kini sudah ada 200 orang lebih yang berasal dari 10 desa di sekitar tempat tinggalnya dan masing-masing desa ada koordinatornya.
Desa tersebut antara lain Desa Margadai, Simpangagung, Sinarrejeki, Sumberjaya, Komando (Margorejo), Sosial, Gedungdalem, Gedungagung, dan Banjaragung.
Omzet yang dihasilkan Eva sudah mencapai Rp 200 juta per bulan, namun usahanya belum berbentuk badan hukum, bahkan tanpa merk.
PTPN VII sebagai BUMN yang peduli kepada pelaku usaha kecil juga turut memberikan bantuan pinjaman.
Sejak 2008 PTPN VII sudah memberikan pinjaman sebesar Rp 10 juta, dan terus bertambah setiap tahun.
Kerajinan Songket Bali Tas Handbag Selempang Ukuran 30x18x20 - Bogor
Kerajinan kain sulam usus Eva tersebut juga banyak membantu perekonomian warga sekitar.
Melalui usaha kerajinan kain sulam usus Eva ini, diharapkan juga dapat menjaga kelestarian kerajinan tradisional di Lampung.