0

Satukan Jarimu dan Perhatikan! Ini Bisa Jadi Tanda Gangguan Kesehatan Kronis Lho!

Penulis: Rosiana
Satukan Jarimu dan Perhatikan! Ini Bisa Jadi Tanda Gangguan Kesehatan Kronis Lho!

TRIBUNJUALBELI.COM - Jika ada sesuatu yang tidak beres terjadi pada tubuh kita, anggota tubuh pasti memberikan tanda-tanda khusus.

Namun, tak semua tanda tersebut terbaca jelas apalagi oleh orang awam.

Melansir Trending News Portal, clubbing atau jari gada adalah kondisi yang berkembang bertahap dari waktu ke waktu.

Perubahan yang terjadi pada jari tersebut sangatlah kecil hingga mungkin tidak banyak disadari.

Memeriksa jari gada (via livelovelaugh.com.ph)

Tapi, jari gala masih bisa dilihat jika kamu sedikit berusaha.

Baca : Deretan Helath and Beuaty Yang Membuatmu Semakin Sehat!

Kondisi ini mengacu pada perubahan pada area di bawah dan di sekitar kuku tangan dan kuku kaki.

Pasien dengan jari gada mungkin menyadari bengkak merah pada ujung jari mereka.

Jari gada tak hanya menimbulkan rasa sakit, tapi juga bisa menjadi tanda adanya penyakit yang lebih berbahaya yang menjangkiti tubuh.

Salah satu contohnya, jari gada bisa menjadi efek samping dari penyakit yang pernah diderita sebelumnya.


 Selain itu, jadi gada bisa menjadi tanda adanya penyakit jantung dan paru-paru.

Inilah gejala umum jari gala seperti yang dikutip dari Trending News Portal:

Bantal kuku (kulit di bawah lempeng kuku) melembut dan kuku tampak seperti "mengambang" daripada menempel kuat pada kuku.

1. Sudut yang tajam terbentuk dengan kutikula pada kuku

2. Kuku melengkung ke bawah, seperti bentuk sendok yang terbalik

3. Ujung jari tampak besar dan menonjol, terkadang memerah

Jari gada terjadi karena adanya pengurangan oksigen dalam darah.

Memeriksa jari gada (via livelovelaugh.com.ph)

Hal ini seringkali disebabkan ada permasalah pada kanker dan jantung.

Seorang dokter benama Dr Willie Ong juga menjelaskan gejala jari gada serta hubungannya pada penyakit jantung.

Jika kamu mengalami gejala seperti ini, jangan ragu untuk berkonsultasi pada dokter.


Mencegah lebih baik daripada mengobati!

(TribunStyle.com, Tiara Shelavie)

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Tribunstyle.com dengan judul : Satukan Jari Tanganmu Pada Posisi Begini, Periksa Apakah Kamu Punya Celah Seperti Ini?

Ternyata Seks Oral Bisa Menyebabkan Kanker Lidah, Mulut dan Tenggorokan! Begini Penjelasannya!

TRIBUNJUALBELI.COM - Risiko seks oral dalam menularkan penyakit menular seksual seperti sipilis dan HIV memang lebih rendah.

Namun tetap saja, seks oral tidak seaman yang dibayangkan sebab ternyata bisa memicu kanker lidah dan mulut.

Bagaimana bisa?

Seks oral rupanya menjadi salah satu pintu masuknya human papiloma virus (HPV).

National Health Service di Inggris menyatakan, 90 persen orang yang aktif secara seksual akan terpapar HPV dari berbagai strain.

Ada puluhan strain atau jenis HPV yang kini telah diketahui.

HPV yang masuk umumnya bisa hilang sendiri dari tubuh dalam kurun waktu 2 tahun.


Namun, pada 2-3 persen individu, HPV bisa tetap tinggal di tubuh, menginfeksi sel skuamosa, dan akhirnya memicu mutasi sel yang ujungnya adalah kanker.

Kaitan HPV dengan kanker mulut, lidah, dan tenggorokan terbukti lewat puluhan penelitian.

Ulasan di jurnal JAMA Oncology pada 2017 merupakan salah satu publikasi yang mengulasnya, menyatakan bahwa kanker oral dan lidah dipicu oleh jenis HPV 16.

Hampir semua kasus infeksi HPV yang ada di mulut disebabkan oleh seks oral.

Risiko terinfeksi HPV dan terkena kanker mulut, lidah, dan tenggorokan akan lebih besar jika terus berganti-ganti pasangan dalam hubungan seks.

Lantas, bagaimana mencegahnya?

Tentu, bukan berarti seks oral dilarang.

Rajiv Sani dalam publikasinya di Journal of Pharmacy & Bioallied Sciences tahun 2011 mengatakan,

"Secara umum, penggunaan penghalang tipis saat seks oral bisa mengurangi risiko penularan HPV dan infeksi menular seksual lainnya."

Penghalang bisa berupa kondom.


Di sini, kondom berfungsi mengurangi risiko kontak mulut dengan alat kelamin dan cairan yang dikeluarkannya.

Cara lain adalah memastikan tak memiliki luka mulut, sariawan, dan gusi berdarah saat melakukan seks oral.

Vaksin HPV juga akan membantu.

Meski harus membayar agak mahal, siapa pun perlu mengupayakannya untuk meminimalkan risiko kanker.

Ingat, kanker mulut, lidah, dan tenggorokan bisa menimpa siapa pun tanpa pandang bulu.

Statistik saat ini menunjukkan, kasus kanker mulut, lidah, dan tenggorokan yang terkait HPV dua kali lebih besar pada pria daripada wanita.

Penderita pria paling umum adalah pada heteroseksual berumur 40-50-an.

Pada pria homoseksual, kasus lebih rendah. (Kompas.com/Yunanto Wiji Utomo)

Artikel ini sebelumnya telah tayang di Kompas.com dengan judul : Awas, Seks Oral Bisa Memicu Kanker Lidah, Mulut, dan Tenggorokan