TRIBUNJUALBELI.COM - Balita atau anak-anak memang gemar sekali memasukan benda kecil baik itu makanan atau mainan ke mulutnya yang membuatnya bisa tersedak.
Alhasil sebagai orang tua kita kebingungan saat menghadapi anak yang tersedak.
Sebagai bentuk antisipasi, ada langkah-langkah yang harus lakukan saat anak tersedak.
1. Langkah 1
Untuk Bayi
- Tengkurapkan si kecil di pangkuan.
- Posisi wajahnya menghadap lutut kita.
- Sangga dada dan dagunya dengan telapak tangan kanan kita, usahakan mulut bayi tetap terbuka.
- Berikan stimulasi di bagian tengkuk bayi oleh telapak tangan kiri dengan cara ditekan cepat (dipukul pelan).
Ingat, jangan melakukan tindakan ini jika bayi menangis keras karena berbahaya.
2. Jika langkah No. 1 tidak berhasil, lakukan :
- Posisikan bayi berbaring teletang di pangkuan, syaratnya kita bisa memandang wajah si kecil dengan leluasa.
- Sangga kepala bagian belakang bayi dengan telapak tangan kahan kita.
- Letakkan dua jari tangan kiri kita di tengah- tengah dada si kecil, antara dada dan diafragma, tekan kuat dengan cepat hingga lima kali hitungan.
- Lanjutkan dengan lima kali hitungan bila tak ada perubahan.
Jika bayi tak menunjukkan konsentrasi, detik itu juga segera larikan ke dokter.
3. Jika sesuatu yang membuatnya tersedak masih bisa kita lihat, keluarkan dengan jari tangan kanan kita.
- Posisikan si kecil sama dengan No. 2
- Sangga belakang kepalanya dengan tangan kiri kita supaya posisinya bisa sedikit miring ke sebelah kiri bayi.
Hal ini untuk memudahkan orang tua lebih memiringkan poisisi bayi dan menengkurapkannya saat ia memuntahkan sesuatu yang membuatnya tersedak.
Untuk anak di Atas 1 tahun
Menurut DR. Dr. Dadang Hudaya Somasetia, Sp.A(K). M. Kes, seperti yang dimuat di webset IDAI.com, pertolongan pertama pada anak tersedak di atas 1 tahun;
1. Untuk mengeluarkan benda asing, bila anak sadar dapat dilakukan dengan cara manuver Heimlich.
Penolong berdiri di belakang korban dan meletakan letak lengan di bawah lengan korban mengelilingi pinggangnya.
Tangan penolong dikepalkan dan diletakan di antara pusar dan tulang dada penderita.
Raih kepalan tangan dengan tangan lainnya dan entakan ke arah atas dan belakang tubuh penderita sebanyak 5 kali.
2. Bila korban mengalami sumbatan jalan nafas dan tidak sadar, lakukan bantuan hidup dasar, dan segera memanggil layanan gawat darurat.
Bantuan hidup dasar versi CAB (kompresi dada, jalan nafas, bantuan nafas) dilakuakan dengan memberikan kompresi dada sebanyak 30 kali tanpa perlu memeriksa nadi.
Lalu dengan pemberian 2 kali bantuan nafas, dilakukan sebanyak 5 siklus ( 2 menit ).
Jika mulut korban terbuka, periksa posisi benda asing dan keluarkan jika memungkinkan.
Beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan melakukan pertolongan pertama ini
1. Jangan lakukan penanganan ini jika si kecil menangis keras, sulit bernapas atau berhenti bernapas, menderita asma, dan kita pun ragu melakukannya.
2. Bila kita tak bisa melakukan pertolongan pertama tersebut dengan baik, segera lakukan penanganan lanjut.
Setelah mencoba melakukan pertolongan pertama gagal (jika wajah bayi sudah membiru), larikan si kecil secepat mungkin (dalam hitungan detik) ke rumah sakit.
Telepon rumah sakit atau hubungi ambulans gawat darurat.
Di rumah sakit, bayi akan ditolong dengan cara intubasi atau broncuscopy dengan menggunakan alat khusus.
Hal ini dilakulan pada kondisi yang sangat fatal, benda yang membuat bayi tersedak bukan lagi berada di persimpangan rongga udara dan makanan-minuman, melainkan sudah masuk ke rongga udara atau bahkan masuk ke paru-paru.
3. Saat melakukan pertolongan pertama ini, pastikan Moms sudah belajar dan berlatih sebelumnya pada tenaga medis